PEMENTASAN PUNCAK – NAMAKU NAMA

nnm02

Rabu malam, 10 Juni 2015, saya sekeluarga nonton pementasan teater “Namaku Nama” oleh Keluarga Teater pimpinan sahabat saya Herlina Syarifudin di Gedung Wayang Orang Bharata Jakarta (10/06/2015). Ini pertama kali saya dan keluarga nonton pementasan teater bersama-sama. Saya melihat kedua anak saya, terutama Nadya, sangat antusias dengan pementasan teater. Sekitar dua tahun yang lalu, Nadya pernah ikutan audisi untuk seni peran, tapi saya lupa saat itu untuk kegiatan apa ya?

nnm01

Herlina akan menyajikan pementasan ini pada International Women Playright Conference 2015 di Cape Town Afrika Selatan bulan Juli 2015. Ini adalah untuk ketiga kalinya saya menyaksikan pementasan “Namaku Nama” ini. tetapi dua pementasan sebelumnya, pertama di Samagaha dan kedua di Rumah Puspo, lebih banyak bersifat cuplikan atau edisi belum lengkap. Pementasan malam ini adalah pementasan puncaknya, sebelum Herlina bertolak ke Cape Town, Afrika Selatan.

nnm18

Pementasan kali ini memang sangat lengkap dan para pemain pun lebih lengkap, ada pemain baru yaitu Mbah Slamet Jenggot dan Yon Gondrong yang sekaligus menata musiknya. Akting Slamet Jenggot sangat oke, bahkan menurut saya adegan yang terbaik adalah adegan di mana Slamet Jenggot melukis di kanvas transparan dengan cat merah menemani dialog di pentas tersebut. Walaupun adegan melukis ini hanya latar belakang pada dialog, tetapi memberikan nuansa artistik yang tinggi (menurut saya).

nnm35

Anak saya yang laki-laki, Raihan justru takjub dengan penampilan Yon Gondrong. Mungkin karena Raihan sangat menyukai musik dan juga mulai main musik, dia justru memperhatikan keahlian Yon Gondrong yang unik.

nnm57

Pada pembukaan, juga tampil Varid, anaknya alm. Mbah Surip. Varid tampil membawakan lagu-lagunya Mbah Surip. Cukup menghibur menjelang penampilan Keluarga Teater membawakan Namaku Nama.

nnm05

nnm41

nnm28

Secara keseluruhan penampilan Keluarga Teater malam itu memang sangat oke. Saya memberikan apresiasi kepada mereka. Saya memang bukanlah ahli atau kritikus teater, sehingga tidak punya kompetensi untuk memberikan kritikan atau masukan. Saya cukup menikmati dan memberikan apresiasi.

nnm54

Sebagai grup teater yang baru mulai muncul, apa yang mereka lakukan sudah baik. Mungkin ke depannya, seperti halnya pementasan seni, unsur manajemen dan teamwork tidak bisa diabaikan. Keluarga Teater tentu harus mulai membenagi teamwork dan manajemen untuk menuju grup teater yang profesional.

Silakan lihat videonya di YouTube di sini.

Selamat untuk Herlina dan Keluarga Teater, selamat berkarya.

Salam sukses selalu.

nnm56

nnm03

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s