PEMENTASAN TEATER “TABIB DARI TIMUR”

tbb50

Rabu 18 Maret 2015 siang menjelang sore, setelah sebelumnya diskusi mengenai restrukturisasi dan pengembangan organisasi untuk salah satu klien bersama dengan tim konsultan saya, maka saya pun jalan-jalan ke Taman Ismail Marzuki (TIM). Niatnya sih mau lihat pameran atau siapa tahu ada acara yang menarik di sana.

Ternyata malamnya ada pementasan teater yang berjudul “Tabib dari Timur” garapan Butet Kartaredjasa, Djaduk Ferianto dan Agus Noor yang mengangkat tema Papua. Saya pun bertemu sahabat Yoe Vita yang juga peminat sastra dan teater yang sering nongkrong TIM dan dia mengatakan bahwa ketiga nama itu adalah jaminan mutu untuk suatu pementasan teater. Kemudian saya lihat harga tiket juga sangat mahal untuk ukuran teater yang biasa saya saksikan di TIM. Jadi, ini pasti pementasan berkelas! Saya pun memutuskan untuk menonton dan ternyata Yoe Vita pun mau nonton juga.

Menjelang pementasan dimulai, saya pun bertemu banyak sahabat di TIM yang ternyata juga mau nonton pertunjukan ini. Saya bertemu Enda Nasution (yang dulu dijuluki Bapak Blogger Indonesia), juga beberapa sahabat dari Kepolisian RI (Polri) serta beberapa kolega dosen. Mungkin karena temanya mengangkat topik Papua, saya melihat banyak penonton yang berasal dari Papua (dilihat dari tampilan fisiknya).

tbb49

Tepat jam 8:00 malam, acara pun dimulai. Acara dibuka oleh Butet Kartaredjasa yang menyampaikan bahwa acara pementasan teater ini diprakarsai oleh Kelompok “Indonesia Kita” yang memiliki visi dan misi untuk mengangkat berbagai budaya Indonesia ke pentas teater. Kali ini, yang diangkat adalah budaya Papua. Pada tahun 2015 ini, “Indonesia Kita” akan menampilkan empat pementasan teater, yaitu Tabib dari Timur, Sinden Republik (Mei 2015), Meminang Minang (Agustus 2015), serta Monumen Kenangan (November 2015).

Menurut saya, dari sisi cerita sebenarnya tidak ada yang istimewa pada pementasan teater “Tabib dari Timur” ini. Ini adalah sebuah teater komedi yang penuh dengan lelucon segar tetapi menyentil beberapa situasi terakhir di Indonesia.

Tetapi menurut sahabat saya yang juga orang teater, kekuatan penampilan teater memang bukan di cerita, melainkan di penampilan panggung. Kalau cerita, bisa saja datar atau bahkan sudah usang. Tetapi penampilan panggung yang harus memukau penonton.

Saya sangat terkesan dengan penampilan Arie Kriting sebagai tokoh sentral pada penampilan teater kali ini. Arie yang dikenal sebagai pelawak standup comedy di Indonesia tampul sangat memukau. Dia mampu tampil sebagai anak muda Papua dengan logat Papua yang cukup baik. Demikian pula dengan penampilan Trio GAM (Guyonan Ala Mataraman) yang terdiri dari Gareng Rakasiwi, Joned serta Wisben Antoro. Trio GAM bersama Marwoto tampil juga memukau, terutama saat memerankan tokoh yang mirip dengan Haji Lulung. Demikian pula dengan penyanyi Audrey Papilaya. Oh ya, saya menyaksikan Trio GAM ini pertama kali saat mereka tampil sebagai pembuka konser Air Supply di Jogjakarta seminggu yang lalu.

Ada satu lagi yang sangat memukau saya, yaitu penampilan tari oleh Animal Pop Family, sebuah kelompok tari yang diasuh oleh Jecko Siompo yang juga berasal dari Papua. Kelompok tari Animal Pop Family ini menampilkan tarian yang diinspirasi oleh gerakan-gerakan binatang dipadukan dengan gaya pop hip-hop. Pada pementasan kali ini, Animal Pop Family menampilkan beberapa tari dengan gaya khas Papua yang sangat memukau. Saya sering menyaksikan kelompok tari ini berlatih di pelataran gedung bioskop di TIM pada sore hari. Mereka terdiri dari usia anak-anak sampai dengan dewasa.

Bisa dikatakan, pada pementasan teater ini saya justru menikmati guyonan atau komedi plus penampilan tari bernuansa Papua. Inilah kekuatan dari pementasan kali ini.

Berikut beberapa foto-foto pementasan yang saya potret pakai kamera hape.

tbb20

tbb21

tbb22

tbb23

tbb24

tbb25

tbb27

tbb28

tbb29

tbb30

tbb31

tbb33

tbb34

tbb35

tbb36

tbb37

tbb39

tbb41

tbb42

tbb44

tbb45

tbb46

tbb47

tbb48

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s