AIR SUPPLY CONCERT IN JOGJAKARTA 11/03/2015

air supply 34

Rabu, 11 Maret 2015 menjelang sore saya sampai di Hotel Tentrem di kota Jogjakarta. Saya ke sini diundang oleh Departemen Pengendalian Kualitas Pengawasan Bank – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjadi narasumber topik “Manajemen Strategis” pada acara Forum Panelis Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan BPR Syariah tahun 2015. Setelah istirahat sejenak, saya pun bermaksud jalan-jalan sore menikmati suasana kota Jogjakarta dan Mas Wahid – pengemudi yang biasa membawa saya kalau di Jogjakarta – pun sudah siap dengan mobilnya.

Di lobbi hotel, saya ketemu dengan seorang petugas hotel dan dengan ramah menyapa, “Bapak mau nonton konser ya?”. Saya balik bertanya, “Konser apa?”. Dia menjawab, “Air Supply“. Wah, saya kaget, ternyata malam ini ada konser Air Supply, salah satu grup musik favorit saya, di ballroom Hotel Tentrem ini. Ini sungguh suatu kebetulan dan tidak boleh dilewatkan.

as11

Tetapi saya sempat was-was. Maklum, kaki masih sakit karena cedera jatuh seminggu yang lalu. Apakah tidak berisiko kalau nanti nonton konser? Pasti yang nonton jumlahnya banyak sekali. Tetapi di sisi lain, penonton Air Supply kan segmennya lebih “beradab dan sopan”, lagian ini kan di hotel mewah. Jadinya kecil kemungkinan terjadinya kisruh atau keributan. Ya sudah, nonton saja deh.

Saya sempat kecele, karena menurut pihak hotel, tiket sudah habis terjual. Tetapi saya disarankan untuk langsung menuju ballroom tempat lokasi konser, siapa tahu masih ada tiket yang dijual di sana. Saya pun menuju ballroom ditemani Mas Wahid.

as12Sesampainya di ballroom, ternyata tiket masih ada, tetapi untuk kelas platinum (duduk paling depan) sudah habis, hanya tinggal kelas gold (duduk di belakang platinum) dengan harga Rp. 800 ribu. Ada juga jelas silver dan festival yang lebih murah, tetapi kelas silver jauh di belakang dan festival tidak ada tempat duduk. Ya sudahlah, kelas gold juga sudah oke kok, yang penting bisa nonton .. hehehe ..

Ternyata ini adalah konser 40 tahun Air Supply. Ternyata sudah 40 tahun mereka berkiprah di dunia musik. Air Supply didirikan oleh tiga orang, yaitu Chrissie Hammond, Russell Hitchcock, dan Graham Russell pada tahun 1975 di Melbourne, Australia. Chrissie Hammond hanya bertahan sebentar di grup musik ini dan keluar pada tahun 1976. Akhirnya Air Supply hanya terdiri dari duet Russell Hitchcock seorang vokalis yang bersuara tinggi serta Graham Russell main gitar sekaligus vokalis.

as14

Pada tanggal 24 Oktober 2013, Australian Recording Industry Association (ARIA) mengumumkan bahwa Air Supply mendapatkan anugerah Hall of Fame yang diserahkan pada tanggal 1 Desember pada acara tahunan ARIA Awards. Ini mengukuhkan keberadaan Air Supply sebagai grup musik legendaris.

as17

Sekitar jam 7.30 malam, ballroom Hotel Tentrem tempat lokasi konser pun dibuka dan pukul 08.00 tepat, konser pun dimulai.

Total semuanya ada 16 lagu yang dibawakan oleg Air Supply. Penonton pun berteriak histeris saat intro lagu “Goodbye” dimainkan dan semua pun bernyanyi. Saya sepakat dengan pendapat yang mengatakan bahwa ini adala lagu terbaik Air Supply.

Saya menikmati acara konser ini. Sungguh suatu kebetulan yang menyenangkan. Beberapa lagi dibawakan dengan aransemen yang baru.

as20

Mereka memang sudah tidak lagi muda, sudah berusia di atas 60 tahun, tetapi masih sanggup memukau penonton di panggung. Mereka tentu sangat serius menjaga fisiknya karena saya lihat jadwal tour mereka sangat padat sampai akhir tahun ini meliputi Asia Tenggara, Asia Timur, AS, sampai Amerika Latin.

Konser berakhir pukul 10.30 malam.

Besoknya, Kamis tanggal 12 Maret 2015, saya bertemu dengan rombongan Air Supply di Bandara Adisucipto Surabaya dan rupanya saya satu penerbangan dengan mereka ke Jakarta dengan GA219.

Saya pun sempat berfoto dengan vokalisnya, Russell Hitchcock, yang sudah berusia 65 tahun tetapi masih enerjik di panggung.

11020226_454370884731604_4817518092307037592_n

——

You would never ask me why
My heart is so disguised
I just can’t live a lie anymore
I would rather hurt myself
Than to ever make you cry
There’s nothing left to try
Though it’s gonna hurt us both
There’s no other way than to say goodbye
…..

Cheers
Riri

as10

2 responses

  1. […] on this blog : – 50++ facts about Riri Satria – ASEAN Literary Festival 2015. – Air Supply Concert in Jogjakarta. – Dramatic Reading – Namaku […]

  2. […] Saya sangat terkesan dengan penampilan Arie Kriting sebagai tokoh sentral pada penampilan teater kali ini. Arie yang dikenal sebagai pelawak standup comedy di Indonesia tampul sangat memukau. Dia mampu tampil sebagai anak muda Papua dengan logat Papua yang cukup baik. Demikian pula dengan penampilan Trio GAM (Guyonan Ala Mataraman) yang terdiri dari Gareng Rakasiwi, Joned serta Wisben Antoro. Trio GAM bersama Marwoto tampil juga memukau, terutama saat memerankan tokoh yang mirip dengan Haji Lulung. Demikian pula dengan penyanyi Audrey Papilaya. Oh ya, saya menyaksikan Trio GAM ini pertama kali saat mereka tampil sebagai pembuka konser Air Supply di Jogjakarta seminggu yang lalu. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s