KILAS BALIK 2014

SELAMAT TAHUN BARU 2015 ..

Sama seperti awal tahun 2014 yang lalu, di mana ritual blogging di awal tahun adalah menulis tentang kilas balik 2013, maka pada awal tahun 2015 ini saya pun akan menuliskan hal yang sama, yaitu kilas balik 2014. Ini adalah artikel saya yang pertama di blog ini (serta blog yang lain).

Apakah momen-momen penting buat saya pada tahun 2014 yang lalu?

1609612_799666133383923_2002591694_nTahun 2014 dimulai dengan melaksanakan Rapat Koordinasi Value Alignment Advisory (VA2) di Sentul Leadership Development Center (SLDC). Kami membahas rencana kerja tahun 2014 dengan membuat target-target bisnis serta agenda-agenda kegiatan tahun 2014. Kami paham betul bahwa 2014 adalah tahun politik dan besar kemungkinan pertumbuhan dan aktivitas ekonomi akan terganggu. Pada saat rapat ini kami masih optimis mampu minimal mempertahankan kinerja walaupun target optimis untuk meningkatkan kinerja pun dicanangkan.

Ternyata situasi sangat tidak baik untuk dunia konsultasi pada tahun 2014. Pada pertengahan tahun 2014, kami harus berhadapan dengan kenyataan bahwa pemerintah memotong anggaran belanja sebesar Rp 100 T dengan prioritas pemotongan di jasa profesional konsultasi. Sementara itu dunia korporasi swasta pun melakukan tindakan wait and see untuk pengembangan bisnis, karena ingin melihat situasi politik terlebih dahulu. Akhirnya memang banyak proyek konsultasi menumpuk menjelang akhir tahun 2014 dan akhirnya membuat kami kelimpungan menjelang akhir tahun. Tahun 2014 memang tahun yang relatif sulit bagi bisnis konsultasi manajemen secara umum.

Pada awal tahun 2014, tanggal 21-22 Januari, saya diundang untuk mengikuti Sidang Pleno Dewan Pendidikan dan Pelatihan (Wandiklat) Polri, yang diselenggarakan di Pusat Pendidikan Lalu Lintas (Pusdik Lantas) Polri di Serpong – Tangerang. Ini kedua kalinya saya ikut serta dalam Sidang Wandiklat Polri walaupun dengan status sebagai peninjau atau pengamat. Pada acara ini dibahas berbagai hal strategis berkaitan dengan sistem pembelajaran di Polri, termasuk peresmian implementasi distance learning (pembelajaran jarak jauh atau PJJ) serta e-learning (sistem pembelajaran yang memanfaatkan keunggulan teknologi informasi) untuk proses pendidikan dan pelatihan di Polri. Kedua hal ini menjadi pembahasan pada sidang semester Wandiklat Polri tahun 2013 yang lalu. Selain kedua topik itu, juga diresmikan adopsi bela diri Tarung Derajat alias Boxer sebagai bela diri resmi Polri, evaluasi penerapan manajemen mutu di lingkungan pendidikan Polri, kesiapan pelatihan untuk menghadapi Pemilu, dan sebagainya.

Awal tahun 2014 juga ditandai dengan rasa bangga. Saya mengucapkan selamat kepada para wisudawan Program Magister Teknologi Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (MTI-UI) yang sudah menyelesaikan studinya dengan baik dan diwisuda tanggal 6 Februari 2014. Selamat untuk para mahasiswa yang penelitiannya di bawah bimbingan saya, yaitu Alfi Wahyudi, Risnal Diansyah, Yuli Fazriyani, M Khairun Nuzula, Asya Badeges, Soleh Diharjo, Syofian Kurniawan, Magdalena Christine Siahaan, Dewi Indriyati, Felisia Irma Akemirastiwi, Bary R Pratama, Andhika Paramartha Mapparessa, Alvin Bonara, serta Ahmad Ali Hakam Dani. Hebatnya, semua lulus dengan nilai A dan A-, tidak ada yang mendapatkan nilai B+ apalagi B. Mereka menyebut rombongan ini adalah “the A team” hehehe .. Ini adalah kado yang manis buat saya karena inilah bimbingan terakhir di mana saya menjadi pembimbing sendirian dan untuk selanjutnya dosen pembimbing terdiri dari dua orang.

Selasa, 18 Februari 2014 yang lalu adalah suatu hari yang “bersejarah” buat saya berkaitan dengan profesi sebagai dosen di program Master of Information Technology – Faculty of Engineering and Information Technology – Swiss German University (MIT-SGU). Mengapa bersejarah? Karena mahasiswa pertama di mana saya menjadi pembimbing tesisnya sudah berhasil lulus pada sidang akhir atau thesis defence examination. Proses bimbingan dilakukan bersama dengan Dr. Moh. Amin Soetomo, kepala program MIT-SGU. Namanya Carlia Isneniwati. Carlia berhasil mempertahankan tesis S2-nya yang berjudul “Ethics for Information Technology Professionals : the Paradigm Design within Indonesian Context“, sebuah penelitian kualitatif dengan pendekatan interpretif dan menggunakan analisis hermeneutika. Bertindak sebagai dosen penguji adalah Dr. Gembong Baskoro (Dekan – Faculty of Engineering and Information Technology SGU), serta Prof. Marsudi Kisworo (seorang profesor teknologi informasi yang saat ini adalah Rektor Institut Perbanas).

Pada tahun 2014 ini ada yang menarik, di mana saya diundang menjadi narasumber untuk rapat tingkat pimpinan di Kementerian Riset dan Teknologi serta berbagai badan dan lembaga di bawah naungannya untuk membahas perencanaan strategis organisasi. Topik yang dibahas hampir sama yaitu seputar manajemen strategis, proses penyusunannya, pemetaan strategi, sampai dengan menyusunan indikator kinerja utama dan agenda prioritas. Kegiatan ini dimulai di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tanggal 11 Februari 2014, lalu diikuti oleh Badan Pengawasan Tenaga Nuklir (BAPETEN) tanggal 24 Februari 2014, Kementerian Riset dan Teknologi tanggal 14 Maret 2014 dilanjutkan 8 Juli 2014 dengan topik evaluasi strategi, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) tanggal 21 AGustus 2014, serta Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tanggal 21 November 2014.


Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), 11 Februari 2014.


Badan Pengawasan Tenaga Nuklir (BAPETEN), 24 Februari 2014.


Kementerian Riset dan Teknologi, 14 Maret 2014.

Pada tanggal 13-15 Februari 2014 diselenggarakan International Conference on Governance (ICG) 2014, dengan topik utama “Do Governance Implementations Support Sustainable development?” bertempat di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta, Indonesia. Acara ini diselenggarakan oleh Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti bekerja sama dengan National Center for Sustainability Reporting (NCSR) Indonesia. Saya menjadi salah satu plenary speaker pada acara tersebut. Saat itu saya membawakan topik yang berjudul “Integrating Strategic Plan, Performance Management, and Budgeting System to Develop Good Governance using Balanced Scorecard : Case Studies at Government Institutions in Indonesia“. Topik ini menjelaskan berbagai pengalaman praktis saya dalam hal tata kelola atau governance di berbagai institusi pemerintahan di Indonesia (sebagai konsultan tentunya) melalui penerapan balanced scorecard untuk mengintegrasikan rencana strategis, manajemen kinerja, dan sistem anggaran. Sesi ini dipimpin oleh Ibu Chrysanti Hasibuan-Sedyono, dosen saya sewaktu menempuh pendidikan S2 di PPM dulu (terakhir saya bertemu beliau tahun 2004, sepuluh tahun yang lalu).

Pada acara ICG 2014 ini, saya juga mendapat kehormatan untuk menjadi moderator/session chair pada hari Jum’at 14 Februari 2014, untuk topik “Small-Medium Enterprises and Public Sector Reporting and Governance”. Tadinya penugasan saya ini tidak ada pada jadwal acara, tetapi karena ada sesuatu hal, maka saya diminta panitia untuk menjadi moderator pada sesi ini. Pada sesi ini, terdapat lima makalah hasil penelitian, di mana empat diantaranya merupakan penelitian kualitatif, dan ini sangat menarik perhatian saya. Pada sesi ini dosen senior Jurusan Akuntasi Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti, Dr. Yvonne Augustine bertindak sebagai reviewer atau pembahas.

Catatan saya mengenai acara ICG 2014 dapat dibaca di sini.


Saya bersama salah satu ketua panitia, Idrianita Anis .. hehehe.

Rabu, 12 Maret 2014, saya diundang oleh Sekretariat Jenderal DPR RI sebagai narasumber untuk suatu focus group discussion (FGD) dengan topik yang menarik, yaitu bagaimana mengevaluasi kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dengan menggunakan pendekatan balanced scorecard (BSC). Saya hadir pada acara tersebut ditemani oleh Henry Christianto, Haris Munandar, serta Idrianita Anis. Acara ini diselenggarakan oleh kelompok peneliti di lingkungan Sekretariat Jenderal DPR RI dengan Pusat Pengkajian, Pengolahan Data dan Informasi (P3DI) sebagai tuan rumah. Menurut regulasi yang ada, KPK RI adalah sebuah lembaga yang bertanggung jawab kepada rakyat Indonesia melalui DPR RI untuk menjalankan tugas memberantas korupsi di Indonesia. Sebagai sebuah lembaga yang diberi mandat dan bertanggung jawab kepada rakyat maka tentu KPK RI juga harus dievaluasi oleh si pemberi mandat, dalam hal ini diwakili oleh DPR RI. Tetapi jika evaluasi dilakukan oleh DPR RI yang merupakan sebuah panggung politik, maka besar kemungkinan kerangka evaluasi adalah kerangka politik, bukan kerangka manajemen kinerja. Menurut saya, ini yang patut menjadi sorotan dan perhatian.

Momen yang paling mengesankan dan membahagiakan pada tahun 2014 adalah saya dan keluarga berkesempatan menunaikan ibadah umroh ke Makkah. Kami sekeluarga mengunjungi Ka’bah di Masjidil Haram. Perjalanan umroh kami berlangsung sekitar 16 hari. Kami memulai perjalanan dari Yordania, terus ke Palestina mengunjungi Masjidil Aqsa serta sempat mengintip negara Israel, kemudian ke Madinah dan berakhir umroh di Makkah. Semua perjalanan ini saya rangkum pada blog ini (tetapi sayangnya belum selesai saya tulis semua karena kesibukan). Sementara itu videoklip perjalanan kami dapat dilihat di sini.

1526142_298831896952171_6215411268913672109_n

10300089_298831970285497_168493502654729468_n

10345768_298831720285522_111781201106638118_n

Mungkin kesempatan mengunjungi Masjid Nabawi di Madinah dan Masjidil Haram di Makkah terbuka lebih lebar asalkan memiliki kekuatan dan tentu saja dana yang mencukupi. Tetapi tentu tidak demikian jika kita ingin mengunjungi Masjidil Aqsa di kota Jerusalem – Palestina. Kota Jerusalem berada di wilayah konflik Palestina dan Israel di wilayah Tepi Barat (West Banks). Untuk masuk ke wilayah ini, kita harus melalui negara Yordania kemudian menyeberang perbatasan di Allenby Bridge atau King Hussein Bridge yang saat ini dianggap sebagai perbatasan antara Yordania dan Israel (walaupun sesungguhnya di wilayah Palestina). Selama berada di wilayah Palestina dan juga sejenak mengintip Israel, saya mengibaratkan Palestina adalah sebuah penjara besar (silakan lihat tulisan saya mengenai hal ini di sini).


Di dalam masjid utama Masjidil Aqsa..

Silakan lihat foto-foto Masjidil Aqsa di ini dan di sini. Lalu foto-foto kompleks Masjidil Aqsa yang luas silakan lihat di sini, di sini, serta di sini.


Di depan Dome of the Rock atau Qubbat As-Sakhrah.

Di dalam kompleks Masjidil Aqsa pun terdapat Dome of the Rock, silakan lihat foto-fotonya di sini. Bangunan ini disebut juga dengan istilah Qubbat As-Sakhrah, dan sebenarnya bukanlah sebuah masjid. Ini adalah bangunan yang terletak di dalam kawasan kompleks Masjidil Aqsa. Tetapi walaupun demikian, tempat ini pun dipakai umat Islam untuk sholat. Tempat ini dianggap suci oleh tiga agama yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam. Bangunan ini didirikan antara tahun 687 hingga tahun 691 oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan, khalifah Ummaiyyah.

Selama perjalanan di Yordania, kami benyak mengunjungi situs-situs bersejarah terutama yang berkaitan dengan dunia Islam, seperti gua ashabul kahfi di dekat Amman – Yordania, Masjid Nabi Syuaib di Gurun Yordania, mata air Nabi Musa atau dikenal dengan nama Wadi Musa, terus mengunjungi obyek wisata kota kuno Petra dan tentu saja tak ketinggalan Laut Mati (the Dead Sea).


Gua Ashabul Kahfi di dekat Amman – Yordania.


Masjid Nabi Syuaib di Gurun Yordania.


Laut Mati (the Dead Sea).

Laut Mati ini sebenarnya adalah sebuah danau raksasa yang terletak pada dataran paling rendah di permukaan bumi, di mana permukaannya berada 427 meter di bawah permukaan laut. Titik terdalam di Laut Mati adalah sedalam 306 meter dari permukaannya.

Mengapa namanya Laut Mati? Karena letaknya yang jauh di bawah permukaan laut maka air Laut Mati ini tidak bisa mengalir ke mana-mana. Akibatnya airnya cuma bisa menguap. Ini menyebabkan konsentrasi garam di Laut Mati ini sangat tinggi. Batu-batu di Laut Mati ini diselimuti kristal-kristal garam. Laut Mati ini juga memiliki banyak mineral yang diyakini sangat bermanfaat untuk perawatan kulit. Makanya sekarang muncul di pasaran berbagai produk kosmetik dari mineral Laut Mati. Bahkan lumpur Laut Mati pun banyak dipergunakan untuk perawatan kulit di berbagai spa di dunia. Karena konsetrasi garamnya tinggi, maka massa jenisnya pun tinggi. Akibatnya kita tidak akan tenggelam jika nyemplung ke Laut Mati ini. Kita tetap terapung. Tetapi jika berenang di sini, hati-hati, jangan sampai kena mata karena bisa berbahaya. Kalau sudah nyemplung ke sini, badan kita harus dibilas dengan air tawar agak banyak supaya tidak perih.

Selama di Palestina, kami pun berkesempatan mengunjungi berbagai tempat-tempat bersejarah, antara lain kota Jericho yang dianggap sebagai kota tertua di dunia, Masjid Nabi Ibrahim di kota Hebron, Church of Nativity yang dianggap sebagai gereja tertua di dunia di kota Bethlehem, Tembok Ratapan yang terletak persis di sebelah Masjidil Aqsa, lalu ke kota Jaffa sebuah kota dengan penduduk mayoritas Muslim di wilayah Israel berlokasi sebelah kota Tel-Aviv ibu kota Israel, dan tentu saja jalan-jalan di kota tua Jerusalem.


Di kota Hebron – Palestina. Silakan lihat foto-foto Masjid Nabi Ibrahim di Hebron, di sini dan di sini.


Di depan Church of Nativity di kota Bethlehem – Palestina. Silakan lihat foto-foto kota Bethlehem dan Church of Nativity di sini dan di sini.


Di Tembok Ratapan, tempat ibadah umat Yahudi. Silakan lihat foto-fotonya di sini.

1604824_297199637115397_8689744461278795579_n
Kota Jaffa, sebuah kota dengan penduduk mayoritas Muslim di Israel, di tepi pantai Laut Tengah (Mediterania), dengan latar belakang gedung-gedung di kota Tel-Aviv, ibukota Israel.

Banyak pengetahuan sejarah serta pengalaman spiritual maupun sosial saya peroleh selama berada di Palestina. Ini sungguh pengalaman yang tak terlupakan. Entah kapan bisa mengunjungi Palestina lagi. Doa untuk rakyat Palestina, semoga mereka bisa mendapatkan kemerdekaan dan kedamaian suatu saat nanti.

Pada tanggal 8 Agustus 2014, saya beserta tim konsultan dari Value Alignment Advisory (VA2) diundang untuk menjadi fasilitator pada acara focus group discussion (FGD) tentang profil kompetensi lulusan di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom-UI). Acara ini didasari oleh pemikiran kurikulum berbasis kompetensi, di mana suatu kurikulum pendidikan disusun berdasarkan kompetensi lulusan yang ingin dihasilkan. Prinsipnya kurikulum mengikuti kompetensi lulusan yang ingin dihasilkan. Dengan demikian, sebelum menyusun kurikulum, maka kita harus menyusun profil kompetensi lulusan yang ingin dihasilkan. Dari sanalah baru disusun kurikulum. Nah, untuk menyusun profil kompetensi dan juga kurikulum tadi, maka kita perlu memperhatikan banyak faktor : standar internasional, best practices, kebutuhan pasar, pengalaman alumni, opini para pakar, kekhasan lokal, regulasi organisasi, serta regulasi nasional. Melalui FGD ini, beberapa informasi penting seperti kebutuhan pasar dan pengalaman alumni bisa diperoleh. Tentu saja nanti harus ditambahkan dengan berbagai informasi lainnya yang mendukung.

Pada tahun 2014, saya diundang untuk pertama kalinya oleh berbagai perguruan tinggi, yaitu IAIN Raden Fatah di Palembang (12 Mei 2014), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, (18 September 2014), serta Universitas Telkom (11 Juni 2014).


Di IAIN Raden Fatah Palembang, diundang untuk memberi workshop tentang Manajemen Proyek untuk para dosen di dalam rangka Development of Islamic Higher Education Project tahun 2014. Peserta workshop ini adalah para dosen dari berbagai fakultas di lingkungan IAIN Raden Fatah dan banyak diantara mereka belum pernah mendapatkan kuliah tentang manajemen proyek.


Di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, diundang untuk memberikan kuliah umum tentang Metode Penelitian untuk para mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi.


Di Universitas Telkom, diundang menjadi narasumber pada Focus Group Discussion (FGD) Program Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika (MBTI) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Universitas Telkom, bersama nara sumber lain Dr. Popy Rufaidah (Universitas Padjadjaran) dan Dr. Teguh Widodo (Universitas Telkom), bertempat di Kampus Universitas Telkom di Bandung. Acara ini mendiskusikan berbagai hal berkaitan dengan Program Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika di universitas ini.

10171302_859255904091612_1810146509557367951_nTahun 2014 ini saya diundang mengisi Seminar Reboan yang diselenggarakan setiap hari Rabu di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, yaitu tanggal 7 Mei 2014. Topik yang saya bawakan adalah “Profesi Sistem Informasi dan Kompetensinya”. Kompetensi dari profesi Sistem Informasi yaitu bertanggung jawab terhadap knowledge dan informasi yang ada, sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk membangun sinergi dan memberikan nilai tambah (value added) bagi organisasi. Sinergi tersebut meliputi teknologi, data/informasi, bisnis dan sosial. Ada tiga hal kompetensi di dalam suatu profesi yaitu understand, able to develop/execute, dan able to do some innovation.

Pada hari Minggu, tanggal 18 Mei 2014, sahabat saya Marina Novianti meluncurkan buku puisi tunggalnya yang diberi judul “Pendar Plasma”. Acara ini diselenggarakan di Pusat Dokumentasi Sastra H. B. Jassin – Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. Banyak apresiasi yang diberikan para penyair senior yang menjadi panelis dalam diskusi peluncuran buku ini, yaitu Bang Remmy Novaris, Bang Saut Poltak Tambunan, Bang Nanang R. Supriyatin, serta Mbak Akidah Gauzillah yang berperan sebagai kurator puisi Marina yang diterbitkan dalam buku “Pendar Plasma”. Pada kesempatan itu, Bang Nanang Supriyatin yang menjadi moderator meminta saya untuk memberikan komentar atau apresiasi. Ditodong mendadak seperti itu, saya pun kaget dan gelagapan. Mau bicara apa? Ini pertama kali saya diminta komentar pada suatu forum diskusi tentang sastra. Akhirnya saya pun membahas tentang peranan dunia internet terutama media sosial yang mungkin mengubah dunia sastra seperti halnya internet mengubah dunia lain seperti ekonomi, pendidikan, bisnis, dan sebagainya.

va221aTanggal 4 Juli 2014 ini kami merayakan ulang tahun Value Alignment Advsory (VA2) yang kedua. Kantor konsultan VA2 ini didirikan oleh empat orang, yaitu saya sendiri (Riri Satria), Henry Christianto, Rakhmat Robbi (menjelang akhir tahun 2014 akan mulai non-aktif sementara selama tiga tahun karena akan bermukim di Bulgaria), dan Haris Munandar. Pada saat berdiri, Idrianita Anis didaulat sebagai Komisaris, dan Hari Murdani juga bergabung sebagai konsultan. Sejak awal berdiri sampai saat ini, saya dipercaya sebagai CEO pada VA2.

Kami merayakan hari bahagia ini bersama dengan keluarga besar VA2, yaitu semua konsultan dan staf bersama masing-masing keluarga di Restoran Duck King – Cilandak Town Square Jakarta. Saat ini terdapat 13 orang konsultan (termasuk jajaran manajemen) yaitu saya sendiri (Riri Satria), Henry Christianto, Rakhmat Robbi, Haris Munandar, Siti Uswatun Hasanah (Anna), Bambang Warsuta, Laila Sriwahyuni (mengundurkan diri menjelang akhir 2014), Hari Murdani, Nila Prawitasari Kristyaningrum, Andhyka Siwabessy, Alfi Wahyudi, Idrianita Anis, serta Suri Kartowidjojo. Saat ini juga ada dua orang karyawan yaitu Ahmad Ghifari alias Aga yang mengurusi perlengkapan dan logistik, serta Ely Tobink yang mengurusi keuangan dan administrasi. Alhamdulillah dalam usia dua tahun ini, kamu sudah mendapatkan banyak kepercayaan sebagai konsultan oleh berbagai organisasi, baik pemerintahan maupun perusahaan swasta.

va221

Suatu siang (31 Juli 2014) tiba-tiba di layar komputer saya muncul pesan lewat inbox Facebook dari Hairul Haq, seorang penulis yang banyak mengangkat topik budaya Betawi dalam karya-karyanya. Intinya sederhana, Bang Hairul meminta saya untuk memberikan masukan untuk beberapa cerita pendek (cerpen) yang beliau buat. Saya kaget. Kok bisa-bisanya Bang Hairul minta saya memberikan masukan terhadap cerpen. Kalau mahasiswa minta saya memberikan masukan tentang penelitian yang njelimet dengan seabrek persamaan matematika sih saya oke-oke aja. Atau klien yang meminta masukan saya tentang kebijakan organisasi yang dia buat, tentu saya dengan senang hati memberikan saran atau opini.

Lha, tapi ini, cerpen? Alamak! Sejak kapan saya memberikan masukan terhadap cerpen? Dengan sedikit rasa sangsi saya balas pesan Bang Hairul, “Dengan senang hati, asalkan aku dipercaya, soalnya aku bukan seorang penulis sastra lho, Bang.” Selamat berkarya untuk Bang Hairul. Terima kasih sudah mempercayai saya untuk ikut memberikan apresiasi atau pandangan terhadap karya cerpennya. Teruslah berkarya dan menghasilkan tulisan-tulisan yang mengisahkan berbagai realitas sosial masyarakat terutama di grassroot agar dapat dibaca dan dipahami semua pihak. Dengan demikian, realitas itu akan dipahami secara lintas struktur dan strata di masyarakat kita. Judul buku cerpen Hairul adalah “Pangkeng”. Silakan baca ulasan saya di sini.

Pada tahun 2014, untuk pertama kalinya anak saya Raihan Ekaputra Satria tampil manggung dengan menggunakan instrumen gitar. Biasanya Raihan manggung dengan menggebuk drum. Dia menunjukkan minat yang sangat tinggi terhadap musik. saya mengamati bahwa kemampuan main gitar Raihan memang jauh maju pesat. Dia belum setahun belajar gitar. Silakan simak videonya di sini.

Pada tahun 2014 ini pertama kalinya anak saya Nadya mengikuti pameran lukisan di acara PazaarSeni 2014, bertempat di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang. Acara ini berlangsung dari tanggal 24 – 30 Agustus 2014. Dia ajak ikut pameran di sini oleh guru lukisnya, Mas Yos Soesilo. Selain Nadya, Mas Yos juga mengajak beberapa pelukis cilik lainnya yang juga muridnya di Bengkel Pelukis Cilik Jakarta. Total ada enam lukisan Nadya yang dipamerkan di sini. Lukisan favorit dia adalah kupu-kupu dan Masjid Al-Aqsa di Jerusalem.

Pada tahun 2014 ini juga, isteri saya Idrianita Anis memulai studinya menempuh program Doktoral (S3) Ilmu Akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Good luck my dear.

10854489_10204911943132223_5471430503316162579_o

Pada tanggal 10 September 2014, saya tampil sebagai sebagai keynote speaker kedua pada Human Resource Information Systems (HRIS) Expo and Conference 2014 di Balai Kartini, Jakarta. Acara ini diselenggarakan oleh PPM Manajemen yang dulu dikenal sebagai Lembaga Manajemen PPM. Acara HRIS Expo and Conference 2014 ini menampilkan sejumlah praktisi dan pengamat manajemen SDM maupun teknologi informasi. Topik yang saya bawakan adalah “HRIS is not just a tool“. Dari judul ini tentu sudah bisa ditebak bahwa saya ingin menyampaikan bahwa HRIS bukan hanya sekedar mengkomputerisasikan atau mengotomasikan sistem manajemen SDM di dalam organisasi, melainkan jauh lebih luas daripada itu. HRIS bisa berperan menjadi sebuah strategic systems di dalam organisasi yang akan berkontribusi kepada pembentukan keunggulan kompetitif organisasi atau perusahaan. Silakan lihat slide-nya di sini.

10666088_939903732693495_770562030984227009_nSaya sendiri pernah berkarir di Lembaga Manajemen PPM ini dan mengundurkan diri pada tahun 2014. Tetapi walaupun demikian, saya masih mengajar sebagai dosen tamu di program Magister Manajemen (MM) untuk mata kuliah manajemen strategis. Pada acara HRIS Expo and Conference 2014 ini saya mendapatkan kejutan dari PPM, yaitu diberikan award sebagai dosen tamu terbaik/favorit (itu yang disampaikan secara lisan ke saya), tetapi bahasa resminya “dosen tamu yang telah memberikan kontribusi terhadap PPM”. Terima kasih PPM. (lihat juga di sini).

Pada tanggal 29 September 2014, saya diundang mengisi acara Seminar and Workshop on Developing Online Education (DOED) 2014 diselenggarakan oleh Pusat Ilmu Komputer / Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Saya membawakan topik “Teknologi Informasi dan Manajemen Perubahan Organisasi”. Silakan lihat slide-nya di sini. Saya menyampaikan pokok pikiran bahwa perubahan ke arah online education harus diikuti dengan perubahan lainnya, seperti perubahan perilaku di tingkat individu sampai dengan perubahan budaya dan kebijakan di tingkat organisasi. Sesuai dengan teori manajemen perubahan, salah satu pemicu perubahan itu adalah teknologi, seperti perubahan ke arah online education ini, tentu akan membawa perubahan pada berbagai aspek di dalam organisasi. Saya juga menyampaikan contoh apa yang terjadi pada Sekolah Pembentukan Perwira Polri, yaitu apa yang dilakukan untuk memulai penerapan online learning sejak 2013.

Selama tiga hari (1-3 Oktober 2014) saya mengikuti acara Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2014 yang diselenggarakan oleh Yayasan Mudra Swari Saraswati di Ubud – Bali. Acaranya sangat banyak dan padat, ada tiga paralel sessions setiap hari yang diselenggarakan di tiga tempat utama, yaitu Neka Art Gallery dan Museum, Indus Restaurant, serta Left Bank Hall. Semua berlokasi di wilayah Sanggingan – Ubud. Selain itu banyak kegiatan pameran dan diskusi yang berlanngsung di berbagai tempat lain.

Di sela-sela acara, saya berkesempatan mengunjungi Museum Rudana dan sempat ngobrol singkat dengan Pak Putu Supadma Rudana serta ada juga Pak Aristides Katoppo serta tamu lainnya, tentang kebudayaan nasional (silakan baca ulasannya di sini) serta Agung Rai Museum of Art dan bahkan ngobrol satu jam lebih dengan Pak Agung Rai, si pendiri museum, mengenai alam dan kebudayaan manusia (silakan baca ulasannya di sini). Tentu saja tidak ketinggalan menikmati suasana Ubud di sore dan malam hari untuk santai sejenak setelah mengikuti acara UWRF 2014 setiap hari.

Saya juga menikmati acara terakhir yang saya ikuti, yaitu diskusi tentang sesi “An Economy of Words”. Menurut pengantar acaranya “Poets are the economist of words“. Sebuah puisi pada hakekatnya merupakan suatu kumpulan kata-kata yang juga memiliki “prinsip ekonomi”. Sesi ini menampilkan sejumlah panyair dari berbagai negara dan juga dipandu oleh seorang penyair. Sesi ini menjadi sangat menarik karena setia panelis harus tampil membacakan puisi. Khusus untuk hal ini, saya ulas pada tulisan tersendiri (silakan baca di sini).

Are You Really a Project Manager?”, itulah judul workshop yang saya bawakan pada acara Project Management Workshop 02 yang diselenggarakan oleh Project Management Institute (PMI) Indonesia Chapter bertempat di Apartemen Batavia Jakarta, tanggal 11 Oktober 2014. Project Management Institute (PMI) adalah sebuah organisasi nirlaba yang menjadi wadah untuk para profesional di bidang manajemen proyek di dunia. Organisasi ini terkenal dengan kerangka PMBOK (Project Management Body of Knowledge) yang banyak menjadi acuan di dunia serta sertifikasi PMP (Project Management Professional) untuk mereka yang lulus ujian dan kualifikasi tertentu. Ini adalah pertama kalinya saya terlibat dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh PMI Indonesia Chapter. Pada workshop kali ini, saya membawakan topik yang berkaitan dengan soft skills yang perlu dimiliki oleh seorang manajer proyek. Dengan demikian, workshop kali ini tidak akan membahas topik manajemen proyek apalagi PMBOK, melainkan membahas sisi lain dari manajemen proyek, yaitu aspek yang berkaitan dengan manusia dan komunikasinya.

Minggu, 12 Oktober 2014, saya menjadi juri pada acara IT Business Case dalam rangka Computer Festival (CompFest) 2014 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (BEM Fasilkom UI), di Hotel Santika, Depok. Ini adalah acara tahunan yang menjadi andalan BEM Fasilkom UI, dan kali ini merupakan bagian dari rangkaian acara dies natalis Fakultas Ilmu Komputer UI yang ke-21 tanggal 21 Oktober 2014. Saya menjadi juri bersama dengan Risman Adnan, Director Samsung Research & Development Institute Indonesia serta Danny Handoko, Bussiness Development Manager Traveloka.com. Dosen Fasilkom UI, Rifki Shihab bertindak sebagai pembina dan pengamat pada acara ini.

Pada acara final yang menyisakan enam tim, mereka diminta untuk membahas sebuah kasus dari Harvard Business School yang berjudul “SAP 2014 : Reaching for the Cloud”. Pada saat penjurian tadi pagi, kami para juri tidak diberi tahu asal-usul kampus para peserta untuk menjaga obyektivitas penilaian para juri. Mungkin ini ada benarnya, mengingat saya sebagai juri adalah dosen program Magister Teknologi Informasi Fakultas Ilmu Komputer (MTI) UI dan Danny Handoko juga alumni Fasilkom-UI. Jadi, tadi pagi sampai siang para peserta presentasi tidak menyebutkan asal perguruan tinggi masing-masing. Jadi ini mirip dengan blind review, tetapi melalui presentasi dan tanya jawab. Belakangan setelah saya baca berita resmi dari panitia, maka keenam kelompok yang tersisa di final ini terdiri dari dua berasal dari Universitas Indonesia (UI), satu dari Bina Nusantara (Binus), dan tiga darti Institut Teknologi Bandung (ITB).

Pada tahun 2014 ini, Bank Indonesia menyelenggarakan Lomba Karya Ilmiah Antar Kampus 2014 yang diberi label Bank Indonesia – Campus Knowledge Competition 2014. Saya mendapatkan kehormatan menjadi salah satu anggota dewan juri pada kompetisi ini. Sesuai dengan kompetensi yang saya miliki, maka saya banyak menyorot tentang metodologi penelitian dan format penulisan. Sementara itu anggota dewan juri yang lain menyorot berbagai aspek lainnya. Khusus untuk aspek manfaat bagi Bank Indonesia, tentu saja anggota dewan juri yang berasal dari internal Bank Indonesia lebih menguasai.

Setelah melalui suatu proses penilaian terhadap lebih dari 120 makalah (melalui blind review), perdebatan dan diskusi yang alot dan melelahkan dalam dewan juri, maka dewan juri memutuskan untuk Lomba BI-CKC 2014 ini tidak ada peserta yang memenuhi kriteria untuk menjadi Juara I. Ini dsebabkan karena kriteria-kriteria yang ditetapkan untuk menjadi pemenang pertama memang tidak ada yang dipenuhi oleh para peserta.

Kamis, 30 Oktober 2014, saya menghadiri acara reuni para finalis Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) yang dilaksanakan oleh LIPI. Ini sungguh mengagetkan sekaligus menyenangkan. Saya sangat antusias untuk hadir pada acara tersebut yang dilaksanakan bersamaan dengan acara LKIR ke-44 tahun 2014, National Youth Inventors Award (NYIA) 2014, serta 10th International Exhebition for Young Inventors (IEYI) 2014. LKIR kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh LIPI sejak tahun 1969. LKIR merupakan ajang kompetisi ilmiah bagi siswa SMP dan SMA atau sederajat berusia 12-19 tahun. Kompetisi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan mereka dalam menganalisa permasalahan dan mencari solusi yang tepat melalui penelitian dan aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Kegiatan ini bertujuan memotivasi generasi muda, khususnya para pelajar di seluruh Indonesia, untuk melakukan kegiatan penelitian mandiri. Pada tahun 1987, 27 tahun yang lalu, saya masih menjadi siswa di SMA Negeri 2 Padang, Sumatera Barat, mendapatkan panggilan ke Jakarta untuk menjadi salah satu finalis LKIR ke-19. Alhamdulillah, saat itu saya menjadi pemenang pertama untuk bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK).

Hasilnya memang tidak banyak yang hadir pada acara ini. Undangan hanya dikirimkan kepada mereka yang masih terlacak datanya. Mungkin karena nama saya mudah terlacak melalui search engine di internet, maka saya pun menerima undangan untuk acara ini. Setelah acara reuni ini, saya pun berkesempatan mengunjungi proses penjurian, di mana para peserta sedang diuji oleh para juri. Ini benar-benar mirip dengan sidang skripsi ataau tesis di kampus. Saya berkesempatan mengikuti proses penjurian para finalis bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan. Pikiran saya pun melayang ke suasana 27 tahun yang silam, di mana saya yang sedang berada di depan itu diuji oleh dewan juri. Saya paham betul bagaimana perasaan para finalis yang sedang berada di depan itu diuji oleh para juri.

Akhir November 2014, tiba-tiba saya dikagetkan Mas Aris Setyo Wibowo – penyair yang tergabung dalam Kumandang Sastra Semarang, saat ini tinggal dan berkarya di Kaluku Sulawesi Selatan – menuliskan artikel tentang puisi saya berjudul “Nyanyian Hujan di Bawah Malam”. Mengapa tidak? Pertama, saya masih jauh dari label yang disematkan Mas Aris, yaitu “penyair”. Sebutan itu masih terlalu berat buat saya. Ini merupakan hal yang pertama buat saya, di mana sebuah puisi yang saya tulis diulas oleh orang lain, penyair lagi. Ulasan ini akan menjadi bahan perenungan berharga buat saya, baik dalam menulis puisi, maupun di luar itu. Mas Aris sungguh membuat suatu perenungan atau kontemplasi. Ulasan Mas Aris ini ditayang di Grup Facebook Kumandang Sastra Semarang serta atas kebaikan Mas Warih Subekti juga ditayang di www.konfrontasi.com.

Menjelang akhir tahun 2014, ada empat puisi saya masuk dalam buku Kumpulan Puisi “Metamorfosis”, sebuah antologi puisi 50 penulis dalam grup Dapur Sastra Jakarta. Ini adalah untuk pertama kalinya karya puisi saya diterbitkan dalam sebuah buku antologi puisi, bersanding dengan karya-karya para maestro di dunia sastra terutama puisi. Terima kasih Bang Remmy Novaris dan seluruh editor Dapur Sastra Jakarta.

Jika direnungi secara mendalam, maka sesungguhnya perjalanan hidup kita ini memang penuh ketidakterdugaan. Perkenalan demi perkenalan membawa kita ke suatu tujuan yang tak disangka-sangka. Begitu juga dengan kejadian demi kejadian, jika direnungi ternyata bisa-bisa membawa sebuah pola.

hidup itu adalah perjalanan
berteman semangat dan gairah
istirahat sejenak adalah perenungan
berteman tafakur dan keheningan

kehidupan itu merangkai kisah
yang tak pernah putus
ada hangat dan bahagia
ada air mata dan nestapa
ada hitam dan putih
ada siang dan malam
ada terik dan hujan

hidup ibarat menulis bait puisi
yang panjang tak pernah selesai

(dari : menulis bait puisi kehidupan)

Salam
Riri

1559446_416541821847844_6748354375603939025_o

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s