CATATAN DI HARI KEMERDEKAAN .. 17 AGUSTUS 2013

Bendera+Merah+Putih+Wallpaper(Kumpulan posting saya di Facebook tentang Kemerdekaan)

Ada dua masalah bangsa ini berkaitan dengan kemerdekaan. Pertama, kita kelihatannya masih belum memahami makna hakikinya (bahwa kemerdekaan itu harus dibarengi dengan tanggungjawab). Kedua, ternyata kita memang belum sepenuhnya merdeka (secara ekonomi, intelektual, sosial, dan sebagainya).

Bagi koruptor, maka makna kemerdekaan itu adalah merdeka menyikat uang negara, merdeka menerima gratifikasi, merdeka memeras rakyat dengan pungutan, merdeka dari sadapan dan sidikan KPK, merdeka dari tuntutan transparansi, merdeka dari melaporkan harta kekayaan, merdeka menyalahgunakan wewenang, dan sejenisnya.

Sedangkan bagi pengemudi angkutan umum yang ugal-ugalan, maka kemerdekaan bisa jadi adalah merdeka dari keharusan patuh peraturan lalu-lintas, merdeka dari mematuhi rambu-rambu, merdeka untuk bisa memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, merdeka untuk ugal-ugalan tanpa peduli keselamatan bersama, merdeka untuk berhenti dan ngetem di mana saja, merdeka dari keharusan punya SIM, merdeka dari keharusan kelayakan kendaraan, merdeka untuk menurunkan penumpang di mana saja, dan sebagainya.

Bagi si pemalas tanpa semangat juang, maka mungkin saja kemerdekaan itu bermakna merdeka dari keharusan kerja, merdeka dari keharusan mengembangkan kapasitas diri, merdeka dari perjuangan dan kerja keras, kalau bisa sejahtera tanpa kerja, merdeka untuk menyalahkan siapa saja kalau hidupnya tetap susah, dan lain-lain.

Ketiga contoh di atas menyiratkan bahwa kata-kata “merdeka” jika ditempatkan dalam individu-sentris bisa kebablasan .. tetapi jika diletakkan dalam bingkai interaksi sosial, maka kemerdekaan itu ada batasannya, namanya tanggungjawab. Kemerdekaan bukanlah suatu tujuan, melainkan suatu kondisi yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang lebih besar, yaitu kesejahteraan dan kemakmuran bersama, baik lahir maupun batin, lahiriah dan spiritual.

Merdekalah dalam menyampaikan perspektif pandangan dan opini dengan segala argumennya. Keterbatasan wawasan, nalar, dan kreativitas kita sebagai manusia tentu memberikan ruang pikir tidak mungkin selalu sama dengan yang lainnya dan itulah gunanya diskusi dan dialog. Jika akhirnya perspektif kita sama itu adalah anugerah, dan jika akhirnya perspektif kita berbeda, itu juga anugerah. Tidak perlu merasa lebih hebat dibanding dengan yang lainnya, dan tidak perlu merendahkan pihak lain yang tidak sejalan. Tidak perlu menghujat pihak yang tak sejalan, kecuali kalau anda memang merasa sudah sempurna sebagai manusia. Juga tak usah berprasangka buruk kepada perspektif yang berbeda.

Jadi merdekalah dalam menyampaikan perspektif pandangan. Tentang kemerdekaan, tentang bangsa ini, tentang ekonomi, tentang korupsi, tentang TNI dan Polri, tentang Mesir, tentang Yahudi, tentang demokrasi, tentang globalisasi, tentang apa saja. Selama semua pemikiran itu dari hati yang bersih dan tulus, maka semua mengarah kepada kebaikan.

Masih dalam suasana peringatan kemerdekaan negara kita. Barisan negara pertama yang mengakui kemerdekaan kita dulu adalah Mesir. Semoga bangsa Mesir, rakyatnya, pemerintahnya, militernya, politisinya, dan semua pihak di sana mampu tersadar akan pentingnya kesatuan bangsa dan tidak mau menjadi korban pihak-pihak lain yang punya kepentingan agar bangsa itu menjadi lemah. Kerakusan global dan imperialisme belum mati. Dia akan terus menghampiri bangsa-bangsa yang lemah ketahanan nasionalnya, bahkan membuat aktor-aktor boneka di berbagai bangsa. Semoga bangsa Mesir mampu melihat konflik di negara mereka dalam perspektif yang lebih besar dan tersadarkan. Indonesia pun masih mengalami hal yang sama di mana ketahanan nasional pun sering diuji. Bahkan negara tetangga pun memberikan ujian.

bagiku merdeka itu
berani mengatakan ya
berani mengatakan tidak

bagiku merdeka itu
berani bertanggung jawab
atas apa yang dilakukan

bagiku merdeka itu
tetap menjadi misteri dan tanda tanya
apakah kita benar-benar sudah merdeka?

Walaupun betapa sakit hatinya kita melihat mereka yang duduk di barisan pimpinan negara, dan betapa brengseknya rakyat kecil pengemudi angkutan umum mengemudi di jalan raya, betapa menyebalkannya aparat birokrasi, betapa arogannya aparat bersenjata, dan sebagainya .. Semoga kita tak pernah lelah mencintai bangsa Indonesia ini.

Terimalah salam nasional kita .. MERDEKA!

Riri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s