HIGH FLYERS

ririku31

Tadi sore, saya ikut pada acara buka puasa bersama Kelas Unggulan Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti. Niat awalnya saya hanya ingin menjemput isteri supaya bisa pulang bareng nantinya. Tetapi karena pas waktunya buka puasa, maka saya pun ikut nimbrung. Tentu saja kulo nuwun dulu sama kepala program kelas unggulan tersebut, Mbak Wahyuningsih Santosa.

Tiba-tiba secara mendadak Mbak Wahyuningsih menodong saya untuk memberikan semacam ceramah singkat untuk para mahasiswa Kelas Unggulan FE Trisakti tersebut. Nah, saya punya kebiasaan untuk menyimpan banyak catatan di iPhone saya disamping tentu bisa akses berbagai informasi ke internet.

ririku32

Akhirnya saya menemukan catatan lama mengenai high-flyers, yaitu mereka yang berhasil mencapai posisi strategis di berbagai perusahaan atau organisasi dalam waktu yang relatif cepat dibanding dengan teman-teman sebayanya. Mereka adalah para anak muda hebat yang mampu melejit karena kompetensi yang mereka miliki, bukan karena faktor lain-lain seperti disiapkan sebagai putera mahkota oleh orang tua dan sebagainya.

Berdasarkan berbagai riset yang pernah dilakukan dan saya rangkum dari berbagai sumber, maka para high-flyers ini memiliki beberapa karakter yang membedakan mereka dengan teman-teman sebayanya, yaitu

– memiliki visi sejak usia muda (awal kuliah)
– belajar sampai paham, bukan sekedar hafal
– mengembangkan hard skills dan soft skills
– banyak membaca sehingga wawasannya luas
– memiliki kemampuan bersosialisasi yang baik
– serius dalam bekerja, tidak asal-asalan
– memiliki wawasan global dengan konteks lokal

Mereka memiliki karakter di atas dan semua terlihat sejak mulai kuliah. Sementara teman-teman sebayanya masih banyak yang galau dan tidak jelas arah hidupnya, maka seorang high-flyers sudah memiliki visi hidup yang baik, sehingga mereka tahu persis apa tujuannya belajar di bangku kuliah. Begitu pula dengan kemampuan yang dikembangkan, tidak hanya hard skills yang berkaitan dengan keilmuannya, melainkan juga soft skills terutama yang berkaitan dengan kemampuan komunikasi, sosialisasi, dan kepemimpinan. Mereka juga serius, terlihat dalam belajar dan mengerjakan tugas-tugas.

Saya menggarisbawahi proses belajar yang sampai paham, tidak hanya sekedar hafal. Banyak saya temui mahasiswa yang belajar hanya sekedar hafal, tetapi tidak mengembangkan kemampuan nalar atau pemahaman. Mungkin bukan semata kesalahan para mahasiswa, mungkin juga salah dosennya yang menekankan kepada hafalan ketimbang analisis (yang terlihat dalam soal ujian). Saya mendukung metode belajar yang mengembangkan kemampuan nalar, misalnya dalam bentuk problem-based learning seperti yang diterapkan pada program unggulan ini, tetapi tentu saja pelaksanaannya membutuhkan kesiapan dari semua pihak, terutama dosen dan organisasi kampus, dan tak kalah penting si mahasiswa tentunya.

Saya tentu berharap, para mahasiswa kelas unggulan ini mampu menjadi high-flyers, sesuai dengan predikat program pendidikan yang dilabelkan, yaitu kelas unggulan. Jangan sampai kata-kata unggulan menjadi tidak bermakna, karena sesungguhnya dengan menyandang predikat unggulan, maka secara implisit terkandung suatu tanggung jawab yang besar.

Salam sukses selalu
Riri
ririku33

One response

  1. Tulisan yg cukup memotivasi mahasiswa. Tolong kalau boleh jelaskan apa sebenarnya kelas unggulan dan apa bedanya dengan kelas reguler baik dari segi sistem belajar, lama perkuliahan dan sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s