PENELITIAN UNTUK TESIS KELAS EKSEKUTIF

nangoy

Tadi siang (15/07/2013) saya menjadi salah satu anggota dewan penguji untuk sidang tesis salah satu peserta program Magister Manajemen Eksekutif di Sekolah Tinggi Manajemen PPM. Si mahasiswa bernama Rizal Nangoi, seorang eksekutif dengan jabatan direktur di berbagai perusahaan, dan penelitian untuk tesisnya pun berkaitan dengan topik corporate level strategy dengan fokus kepada portfolio analysis dan parenting strategy. Ini adalah topik yang menjadi bidang minat saya, dan saya pun mengasuh mata kuliah ini di Program Magister Manajemen Eksekutif di PPM bersama Dr. Ningky Munir dan Dr. Setiadi Djohar.

Pada sekolah bisnis terutama tingkat eksekutif di manapun, maka seringkali terjadi perdebatan mengenai bentuk tesis mereka, dan itu juga nantinya terkait dengan metodologi penelitian yang dipergunakan. Topik tesis pada sekolah seperti ini bisa dua, yaitu perencangan suatu kebijakan, strategi atau sistem dalam manajemen atau organisasi, atau sebuah penelitian tentang praktik manajemen dan menghasilkan teori baru atau setidaknya merevisi atau memperkuat sebuah teori yang ada. Bentuk penelitian yang kedua tidak ada masalah, karena mainstream dunia penelitian kurang lebih seperti itu. Tetapi untuk penelian jenis pertama masih sering muncul perdebatan, apakah itu sebuah penelitian yang kemudian diberi label tesis atau sebuah proyek implementasi yang bukan penelitian.

Tetapi seiring dengan berkembangnya mazhab interpretive research di dunia ini, maka di dunia pendidikan manajemen pun berkembang suatu bentuk penelitian yang disebut dengan penelitian kebijakan atau policy research. Penelitian jenis ini bertujuan untuk menghasilkan suatu kebijakan yang sesuai dan menjawab permasalahan organisasi (policy design) atau melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan yang sudah diterapkan sebelumnya, apakah mencapai sasaran atau tidak, dan ini dikenal dengan istilah policy evaluation.

Pengalaman saya menunjukkan bahwa penelitian seperti ini tidak hanya terdapat pada program Magister Manajemen (MM), melainkan juga Magister Teknologi Informasi (MTI) seperti pada topik perencanaan strategis sistem informasi. Tujuannya menghasilkan suatu kebijakan dan strategi untuk organisasi dalam bidang apapun.

Kembali kepada topik penelitian Rizal Nangoy yang kita bahas di awal tulisan ini, ada suatu kondisi yang menarik. Mengapa demikian? Karena di peneliti sekaligus seorang pembuat kebijakan perusahaan, dan tentu saja dia tidak bisa membuat jarak antara peran sebagai peneliti dengan pihak yang diteliti. Seperti yang kita pahami dalam interpretive research, terutama yang kualitatif, maka data primer berasal dari opini para pihak yang terlibat dalam suatu forum seperti focus group discussion atau melalui wawancara.

Tetapi bagaimana kalau si peneliti ternyata juga aktor utama dalam organisasi tersebut? Artinya pengetahuan terbesar dan kebijakan organisasi justru berada di tangannya sendiri. Walaupun paradigma interpetive research mengatakan bahwa “kebenaran” itu lahir melalui suatu interaksi sosial atau dialog yang merupakan benturan dari penalaran para aktor-aktor yang relevan, tetapi pada situasi tertentu, aktor-aktor tersebut ternyata juga si peneliti.

Menurut saya, pada kondisi seperti ini, maka sah-sah saja di peneliti yang akhirnya melakukan penalaran sendiri dengan data primer yang minim, tetapi dia tidak boleh melupakan prinsip triangularity dalam penelitian untuk “menjamin” validasi atau pengurangan bias dalam penelitian. Triangularity di sini bisa jadi berarti “membenturkan” atau “mendiskusikan” pemikirannya (yang merupakan kumpulan pengalaman empiris dalam kegiatannya sebagai eksekutif perusahaan) dengan berbagai teori atau konsep yang relevan, dan akan lebih baik jika bisa juga dibandingkan dengan praktik di tempat lain. Proses ini akan menghasilkan suatu penajaman-penajaman dalam berpikir dan pola seperti ini bisa dipergunakan sebagai suatu metodologi penelitian kebijakan untuk tingkat eksekutif senior perusahaan / organisasi di mana dia juga sekaligus aktor utama. Intinya, ada suatu triangularity antara pengalaman – teori – dan praktik di tempat lain. Pada tingkat tertentu bisa sampai dengan menggunakan pendekatan ground theory.

Tetapi saya memahami sepenuhnya bahwa metodologi penelitian seperti ini mungkin tidak mudah diterima oleh kalangan yang menganut mazhab positivism, di mana si peneliti harus menjaga jarak dengan yang diteliti, lalu ada data-data empiris yang diamati dan dihitung, bahkan ada juga pihak yang mengharuskan adanya uji hipotesis. Debat mengenai ini tentu saja berada di tataran filsafat ilmu pengetahuan, dan tidak pada tempatnya menjadi debat antar dosen saat membimbing atau menguji mahasiswa.

Tetapi walau bagaimanapun, sebuah tesis adalah sebuah karya akademik yang berbeda dengan laporan eksekutif. Karya akademik tentu harus tunduk kepada protokol akademik, apapun mazhab protokol yang dipergunakan.

Oh ya, saya mengucapkan kepada Pak Rizal Nangoy atas keberhasilannya mempertahankan tesisnya pada sidang tadi siang di Sekolah Tinggi Manajemen PPM. Sidang dipimpin oleh Dr. Ningky Munir, MBA, dan Dr. Setiadi Djohar bertindak sebagai dosen pembimbing, dan saya sendiri sebagai dosen penguji utama. Pak Rizal lulus dengan nilai bagus dan bahkan lulus program MM dengan predikat cumlaude atau dengan pujian dengan indeks prestasi 4.00.

Selamat untuk Pak Rizal .. terima kasih untuk Sekolah Tinggi Manajemen PPM yang sudah mempercayai saya sebagai dosen penguji .. semoga memberi manfaat untuk kita semua

Salam
Riri

2 responses

  1. Thank you pak Riri. Saat ini saya sedang mengikuti program magister psikologi di Universitas Tarumanagara, dan tentunya masukan dari Pak Riri akan sangat berguna buat saya.

    1. salam sukses selalu Pak Rizal ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s