SUATU SORE DENGAN MAS YOS SOESILO

Mas YosTadi sore (03/03/2012) saya menghabiskan waktu di Pasar Seni – Ancol, ngobrol santai dengan seorang pelukis terkenal Mas Yos Soesilo. Saya dikenalkan dengan beliau oleh sahabat saya si Merpati Liar alias Wild Dove alias Ling, seorang penyair yang berdomisili di Hongkong.

Ngobrol dengan Mas Yos memang mengasyikkan, terutama buat saya yang notabene bukan orang yang berkecimpung di dunia seni. Apalagi ada Ling di sana, lengkaplah seorang pelukis ketemu dengan seorang penyair, dan akhirnya saya yang seorang konsultan/dosen manajemen ini hanya menyimak pembicaraan mereka sambil sekali-sekali nimbrung. Obrolan sore itu menambah wawasan saya tentang dunia seni, dan disampaikan oleh para pelaku seni itu sendiri.

Mas Yos 2Mas Yos menjelaskan bahwa sebuah lukisan itu lahir dimulai dari imaginasi di otak, lalu diteruskan ke batin yang ada di hati, dan kemudian meneruskan ke tangan untuk menjalankannya. Tiga proses itu harus dilewati, supaya seseorang itu bisa dikatakan seniman lukis. Tetapi jika hanya imaginasi tanpa hati, maka itu hanyalah tukang lukis. Ketajaman karya seniman itu terketak di kekayaan batin dan hati, dan itulah yang memberikan roh dan pemaknaan kepada suatu hasil karya seni.

Di samping masih aktif melukis, Mas Yos juga membina suatu sanggar lukis untuk menghasilkan pelukis-pelukis cilik. Beliau sudah menggagas beberapa kali pameran para pelukis cilik di Jakarta, yaitu rata-rata berusia antara 10 – 14 tahun. Ini yang membuat saya takjub. Jika seorang Mas Yos mampu menghasilkan lukisan berkualitas tinggi, maka itu adalah hal yang biasa. Tetapi jika beliau mampu membuat orang lain menjadi mampu melukis sehebat dirinya, maka itulah yang luar biasa!

Sayang sekali, waktu ngobrol dengan Mas Yos sangat singkat, padahal masih banyak yang ingin diobrolkan …

Terima kasih Mas Yos, suatu saat kita ngobrol lagi ..

Salam
Riri

dove0
Saya, Ling alias Wild Dove, dan Mas Yos Soesilo.

3 responses

  1. […] hidup ini memang penuh dengan ketidakterdugaan. Secara tak sengaja saya bertemu dengan seorang pelukis bernama Mas Yos Soesilo di Pasar Seni Ancol. Saya dikenalkan dengan beliau lagi-lagi oleh sahabat saya si Merpati Liar. […]

  2. […] mengikuti sanggar melukis anak-anak yang diasuh oleh sahabat saya, seorang pelukis papan atas juga, Mas Yos Soesilo. Ini dimulai sejak saya memperkenalkan Nadya kepada Mas Yos beberapa waktu yang lalu di kios Mas […]

  3. […] Forum Seniman Pasar Seni Ancol Jakarta, saya dan keluarga pun mengunjungi seorang sahabat, yaitu Mas Yos Soesilo, seorang pelukis papan atas di Indonesia. Di samping bermaksud mengunjungi Mas Yos, saya juga ingin […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s