KAPITALISASI PASAR DIRI INDIVIDU

1070-d-business-people(Tulisan saya ini dimuat pada rubrik manajemen harian Republika pada hari Minggu tanggal 16 Juli 2000, hampir 13 tahun yang lalu, tetapi dalam banyak hal, isinya masih relevan dengan kondisi sekarang, dan tulisan ini sudah saya revisi seperlunya)

Pernahkah Anda merasa bahwa Anda sudah ketinggalan dari teman-teman seangkatan Anda dulunya? Maksudnya begini, dulu Anda punya teman kuliah di jurusan dan universitas yang sama, lulusnya pun berbarengan, tetapi ternyata sekarang teman Anda itu jauh lebih sukses dalam meniti karirnya. Apakah ini memang ditentukan oleh faktor nasib semata? Atau ada kiat-kiat tertentu yang dapat dipedomani sebelum akhirnya menyerah kepada nasib? Ternyata memang ada kiat-kiatnya untuk meningkatkan “nilai” diri Anda di bursa tenaga kerja. Artikel ini mencoba untuk mengajak para pembaca untuk mengkaji kiat-kiat tersebut.

Konon sekarang zamannya ekonomi baru (new economy) atau dikenal juga dengan istilah ekonomi digital (digital economy), dan ada pula yang menyebutnya ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge economy). Salah satu ciri khas dari era ekonomi baru ini adalah penghargaan yang luar biasa terhadap intangible asset atau aset yang tidak terlihat secara fisik atau sering juga disebut dengan goodwill dalam istilah akuntansi atau keuangan.

Salah satu perusahaan di era ekonomi baru ini yang sangat terkenal adalah Yahoo!.com, sebuah situs pencari di internet yang akhirnya berkembang menjadi sebuah portal dan menjadi perusahaan kelas dunia. Apa yang menarik dari perusahaan ini? Pada tahun 2000, nilai buku (book value) atau nilai aset berupa barang atau kekayaan yang terlihat (tangible asset) dari Yahoo!.com adalah US $ 1,3 miliar, tetapi nilai kapitalisasi pasar (market capitalization) atau nilai jual perusahaan Yahoo!.com ini adalah US $ 87 miliar. Ini berarti, intangible asset dari perusahaan ini sekitar US $ 85,7 miliar, dan nilai kapitalisasi pasarnya sekitar 67 kali lipat dari nilai tangible asset-nya. Inilah yang membedakan perusahaan pada era ekonomi lama dengan era ekonomi baru, di mana dulu rasanya tidak ada intangible asset yang nilainya lebih tinggi dari pada tangible asset.

Menurut sebuah kantor konsultan manajemen terkenal di dunia, McKinsey, intangible asset itu terdiri dari pengetahuan, relasi dan jejaring (relationships), reputasi, serta orang-orang yang dimiliki oleh perusahaan itu. Dengan demikian, jelaslah oleh kita bahwa nilai kapitalisasi pasar tidak semata ditentukan oleh berapa barang atau tangible asset terlihat, melainkan juga oleh intangible asset, terutama di era ekonomi baru ini. Bisa saja terjadi dua buah perusahaan yang memiliki tangible asset yang sama, tetapi ternyata memiliki nilai kapitalisasi pasar yang berbeda.

Nah, pada bagian ini, saya akan mengajak para pembaca untuk melihat dan mengadopsi prinsip-prinsip kapitalisasi pasar tadi dalam usaha “memasarkan” diri kita di bursa tenaga kerja. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, ternyata ada empat komponen utama yang dapat membentuk intangible asset pada sebuah perusahaan. Jika prinsip ini ingin diadopsi ke diri atau individu, maka komponen terakhir yaitu orang-orang menjadi tidak relevan, sehingga dapat dihilangkan.

Jika kita misalkan tangible asset Anda adalah ijazah terakhir pendidikan formal, maka ternyata itu belum cukup untuk mendongkrak nilai “kapitalisasi pasar” diri Anda di bursa tenaga kerja. Ini berarti, nilai “kapitalisasi pasar” diri Anda akan ditentukan oleh pendidikan formal Anda yang terakhir, ditambah dengan pengetahuan (atau istilah yang lebih tepat adalah kompetensi), relasi dan jejaring, serta reputasi yang Anda miliki.

Apa manfaatnya “nilai kapitalisasi pasar” yang tinggi? Jika Anda memutuskan untuk mencari pekerjaan baru, maka tentu saja Anda berpeluang untuk mendapatkan remunerasi atau penghasilan yang jauh lebih baik. Sedangkan jika Anda memutuskan untuk membuka usaha sendiri, maka Anda sudah punya “modal” yang sangat positif yang dapat menunjang Anda untuk sukses menjadi seorang entreprenuer.

Kompetensi adalah sesuatu keahlian yang dimiliki oleh seseorang, yang sifatnya unik, dan sulit ditiru oleh orang lain. Kompetensi dibentuk dari pengetahuan yang dimiliki, pengalaman, serta merupakan hasil dari proses belajar seseorang dalam hidupnya. Dua orang yang memiliki ijazah yang sama di bidang teknologi informasi dari universitas yang sama dengan nilai yang hampir sama pula, bisa jadi memiliki kompetensi yang berbeda. Yang pertama barangkali memiliki kompetensi di bidang computer network, sementara yang seorang lainnya memiliki kompetensi di bidang database.

Perbedaan kompetensi juga bisa terbentuk akibat pengalaman kerja yang berbeda, ada orang yang berpengalaman tiga tahun dan hanya menjalani satu jenis pekerjaan. Ada pula orang yang juga berpengalaman tiga tahun dalam bekerja, tetapi telah menjalani tiga jenis pekerjaan yang berbeda masing masing selama setahun. Ini tentu akan menyebabkan perbedaan kompetensi pada keduanya.

Nah, tentu sebaiknya Anda juga mulai mengenali kompetensi diri Anda, atau memutuskan untuk memupuk kompetensi di suatu bidang tertentu. Nilai “kapitalisasi pasar” Anda akan menjadi tinggi jika Anda mempunyai kompetensi yang langka dan dibutuhkan di persaingan bisnis di masa sekarang dan masa depan.

Jika Anda memiliki kompetensi, tentu tidak akan berarti jika ternyata tidak ada orang yang mengetahui kompetensi Anda tersebut, atau dengan perkataan lain, tidak ada orang yang memanfaatkan kompetensi Anda. Anda akan menjadi orang yang memiliki keahlian tinggi tetapi tidak dikenal dan akan tetap tenggelam. Itulah pentingnya relasi dan jejaring. Harap dicatat bahwa pengertian relasi dan jejaring di sini adalah dalam artian positif dan membangun. Banyak cara yang dapat digunakan untuk membangun relasi dan jejaring, seperti mengikuti asosiasi profesi, menulis di media, ikutan diskusi melalui internet, dan sebagainya. Jika Anda telah memiliki relasi dan jejaring, maka pekerjaan berikutnya adalah memelihara relasi dan jejaring tersebut. Jika relasi dan jejaring Anda telah luas, maka “nilai kapitalisasi pasar” Anda pun akan meningkat, apalagi jika Anda berhasil membangun relasi atau jejaring dengan para pembuat keputusan di bidangnya masing-masing, seperti direksi di perusahaan, pejabat di pemerintahan, dan sebagainya.

Anda tentu dulu ingat bahwa banyak terjadi pembajakan manajer di Indonesia, terutama manajer-manajer “alumni” IBM dan Citibank. Banyak kalangan menyebutkan bahwa kedua perusahaan tersebut, bukan hanya sebuah perusahaan, melainkan juga sebuah sekolah bisnis, yang mampu menghasilkan manajer-manajer profesional yang handal. Apa maknanya? Ini berarti, jika seorang telah berhasil menjadi manajer di sebuah perusahaan dengan reputasi tinggi seperti kedua perusahaan tadi, maka reputasinya juga akan terangkat, dan ini akan menyebabkan nilai “kapitalisasi pasarnya” akan meningkat pula.

Jika Anda adalah seorang sarjana yang baru lulus, maka sebaiknya Anda berpikir untuk bekerja di perusahaan yang sanggup mengangkat reputasi. Jika Anda seorang akuntan, tentu saja sebaiknya Anda melamar kerja pada sebuah kantor akuntan ternama dunia yang termasuk dalam jajaran the big five. Jika Anda berhasil meniti karir dengan baik di sana, maka nilai “kapitalisasi pasar” Anda akan meningkat, dan itu adalah suatu “modal” yang baik untuk mencari pekerjaan baru yang lebih menjanjikan secara finasial, atau membuka kantor akuntan sendiri.

Dengan demikian, jelaslah bagi kita bahwa salah satu pekerjaan penting dalam perjalanan karir diri kita adalah meningkatkan nilai “kapitalisasi pasar” diri kita di bursa tenaga kerja. Ijazah pendidikan formal masih memiliki peran, tetapi peran terbesar justru ditentukan oleh tiga hal yang kita bahas dalam tulisan ini, yaitu kompetensi, relasi dan jejaring, serta reputasi.

Sekali lagi, salah satu pekerjaan penting dalam perjalanan karir diri kita adalah meningkatkan nilai “kapitalisasi pasar” diri kita di bursa tenaga kerja. Ijazah pendidikan formal masih memiliki peran, tetapi peran terbesar justru ditentukan oleh 3 hal yang kita bahas dalam tulisan ini, yaitu kompetensi, relasi dan jejaring, serta reputasi. Dengan demikian, upaya Anda belumlah selesai walaupun Anda sudah memiliki gelar MM atau MBA sekalipun, dan Anda masih harus perlu membangun relasi dan jejaring, serta reputasi.

Salam
Riri

One response

  1. Ikutan comment ya pak (pertamax Gan! ). Sangat menarik uraian P’Riri diatas,. dan setuju bahwa itu masih sangat relevan dengan kondisi saat ini. Kompetensi, relasi & networking, serta reputasi merupakan faktor pembentuk nilai “kapitalisasi pasar” untuk tiap individu. Just like that these points already well implemented by P’Riri in driving his personal strategy..😉. Dari ketiga hal tersebut (menurut saya loh pak) faktor tersulit adalah membangun reputasi, karena memerlukan faktor tambahan lain yaitu waktu dan work result yang kredibel. Reputasi yang baik tentunya akan memberikan impresi yang sangat baik, faktor intangiblenya jauh lebih luas dibandingkan dengan faktor lainnya, jadi nilai kapitalisasi pasar orang2 dengan reputasi yang baik juga pastinya tinggi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s