PREDIKSI EKONOMI INDONESIA TAHUN 2013 : GALAU TAPI SEKSI

judul oke(Tulisan saya dimuat di Majalah Esquire Indonesia Edisi Februari 2013 halaman 72 – 74, dan ini adalah tulisan pertama saya di majalah ini)

Membaca prediksi ekonomi Indonesia tahun 2013 ini membuat anda bingung? Berbagai lembaga dan pakar memberikan prediksi yang berbeda-beda. Tetapi sebagai eksekutif bisnis tentu anda tidak boleh begitu, karena keputusan strategis tetap harus dibuat. Ini beberapa hal yang bisa dipergunakan untuk menyikapi berbagai prediksi ekonomi tersebut, di mana diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2013 itu ibarat wanita cantik dan seksi serta sangat menarik perhatian banyak pihak. Tetapi di sisi lain, prediksi pertumbuhan ekonomi itu pun meninggalkan kegalauan.

Berapakah prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2013? Sebuah pertanyaan yang sering ditanyakan oleh para pelaku bisnis tetapi tentu tidak mudah untuk menjawabnya. Melalui berbagai media kita mengetahui bahwa pemerintah mentargetkan pertumbuhan ekonomi yang berkisar antara 6,3% sampai 6,8%. Sementara itu Bank Indonesia (BI) memperkirakan angka pertumbuhan tersebut sekitar 6,5%, dan di sisi lain International Monetary Found (IMF) memperkirakan pertumbuhan itu sekitar 6,3%.

Tidak jauh berbeda, Komite Ekonomi Nasional (KEN) memperkirakan angkanya sekitar 6,1% sampai 6,6%. Tetapi menariknya, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) tidak sependapat dengan KEN dan mengatakan bahwa pertumbuhannya di bawah 6,6%, walau tidak mengatakan secara persis angkanya.

coverfeb2012Informasi lain menyebutkan bahwa Royal Bank of Scotland (RBS) memprediksi pertumbuhan ekonomi kita sebesar 6,5%. Seorang ekonom senior memperkirakan angka yang lebih optimis yaitu 7%.

Angka adalah sekedar angka, dan angka-angka di atas tentu tidak akan “bunyi” jika tidak ada pembanding. Pertama, kita tentu harus membandingkannya dengan angka tahun 2012 di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 6,3%. Ini berarti ada sedikit rasa optimis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan membaik di tahun 2013. Walaupun demikian, rasa pesimis juga tidak kalah besarnya di mana terdapat prediksi sekitar 6.1%, seperti yang diperkirakan oleh KEN. Tetapi pemerintah terlihat ingin mempertahankan pertumbuhan ekonomi kita setidaknya sama dengan tahun 2012 yang lalu.

Kedua, bagaimana posisi kita terhadap perekonomian dunia? Perkiraan pertumbuhan ekonomi Eropa tahun 2013 hanya sekitar 0,2%, Amerika Serikat sekitar 2,7%, dan secara umum IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2013 adalah 3,36% dengan motor pertumbuhan berada di wilayah Asia Pasifik, sedangkan The Organization for Intra-Cultural Development (OICD) memprediksi sebesar 3,4%.

Seandainya angka-angka prediksi yang dikeluarkan oleh berbagai pihak lain juga kita keluarkan, maka tentu akan membuat kepala kita semakin “pusing”. Tetapi yang terpenting bukanlah angkanya, melainkan apa makna yang tersirat di balik angka-angka tersebut, karena itulah yang akan menjadi faktor penentu dalam menyusun strategi dan kebijakan bisnis pada tahun 2013 ini.

Jika melihat angka-angka di atas, maka bisa diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2013 ibarat wanita cantik dan seksi, yang bisa menarik perhatian banyak pihak bahkan memancing mata yang nakal untuk terus menatap dan mengamatinya. Mengapa demikian? Bayangkan, tingkat pertumbuhan ekonomi kita jauh berada di atas tingkat pertumbuhan ekonomi dunia secara umum. Tetapi walaupun demikian, jangan salah paham, angka-angka ini tidak menggambarkan tingkat kesejahteraan bangsa kita, melainkan menyiratkan kemampuan bangsa kita yang sedang bekerja keras untuk mewujudkan kesejahteraan yang lebih baik dibanding kondisi saat ini.

boxAda suatu hal yang menarik di mana ini bisa jadi berita baik sekaligus berita buruk. Ternyata 2/3 dari pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2012 disumbang oleh konsumsi masyarakat. Seperti kita ketahui pertumbuhan ekonomi suatu negara itu dipengaruhi oleh konsumsi masyarakat, investasi di bidang bisnis, belanja pemerintah, serta selisih ekspor dan impor.

Kontribusi konsumsi masyarakat yang mempengaruhi 2/3 dari pertumbuhan ekonomi kita diperkirakan akan terus berlanjut pada tahun 2013. Artinya, masyarakat Indonesia itu sebenarnya masih memiliki daya beli yang baik secara umum. Tentu ini adalah berita baik untuk bisnis produk konsumsi secara khusus, maupun untuk bisnis secara umum. Sedangkan berita buruknya adalah kondisi ini secara makro tentu tidak sehat, karena akan membuat bangsa ini menjadi konsumtif, bukan sebuah bangsa yang produktif. Pertumbuhan yang didominasi oleh tingkat konsumsi tidaklah sehat untuk suatu negara.

Mengapa kontribusi terbesar justru dari tingkat konsumsi? Hal ini disebabkan karena diperkirakan pada tahun 2013 situasi masih belum membaik untuk melakukan investasi, bahkan diperkirakan akan semakin memburuk. Maka pertumbuhan ekonomi dari sisi produksi diperkirakan akan turun. Ini disebabkan karena iklim investasi yang dianggap tidak kondusif pada tahun 2013. Penyebabnya cukup banyak, salah satunya yang teranyar adalah masalah upah buruh masih belum diselesaikan dengan baik. Banyak pengusaha yang sudah “mengancam” akan menutup bisnisnya atau mengalihkan bisnisnya ke negara lain yang dianggap memiliki iklim investasi yang lebih baik atau kondusif.

Ini berarti, jika pemerintah ingin menaikkan angka pertumbuhan ekonomi, maka diperkirakan pemerintakan akan menaikkan belanja negara melalui berbagai proyek-proyek pemerintah. Dengan demikian, pada tahun 2013 diperkirakan akan banyak sekali peluang bisnis berkaitan dengan proyek-proyek milik pemerintah. Tetapi hal ini pun tidak akan mudah terlaksana, karena saat ini banyak pejabat pemerintah yang “takut” untuk menjadi pimpinan proyek karena takut “tergelincir” dan nantinya mesti berurusan dengan aparat penegak hukum seperti KPK.

Presiden SBY pada saat menjadi pembicara kunci pada acara “Economic Outlook 2013” yang digelar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Kuta, Bali, akhir tahun 2012 yang lalu mengatakan bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sepakat memberi kesempatan pengusaha daerah bahwa untuk proyek senilai di bawah Rp 20 miliar diserahkan ke pengusaha pemula. Ini memperlihatkan upaya pemerintah melakukan affirmative action untuk tetap membuat sektor produksi bergairah sehingga target pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

Tahun 2013 juga merupakan awal mulainya “gonjang-ganjing” politik terjadi di Indonesia, karena pada tahun 2014 akan diselenggarakan pemilihan anggota parlemen dan juga presiden. Kondisi ini akan menyebabkan banyaknya aktivitas politik yang mewarnai perjalanan bangsa ini sepanjang tahun 2013. Berbagai pengeluaran untuk aktivitas politik seperti pencitraan akan semakin marak. Di satu sisi ini akan menguntungkan karena roda ekonomi untuk para pengusaha kecil untuk membuat “pernak-pernik” kebutuhan partai dan aktor politik akan meningkat. Tetapi di sisi lain, kondisi ini akan membuat kekhawatiran berbagai pihak akan munculnya berbagai biaya-biaya siluman yang tidak jelas tetapi sangat membebani.

Kita akui bahwa angka-angka prediksi ekonomi Indonesia tahun 2013 memang meninggalkan kegalauan. Tetapi walaupun galau, kita masih melihat sosok seksi dari ekonomi Indonesia.

Pertama, ternyata bangsa kita ini termasuk bangsa yang ulet, artinya memiliki kemauan yang besar untuk meningkatkan kesejahteraannya. Buktinya, mampu melaju dengan kecepatan tinggi dalam pertumbuhan ekonomi, yang jauh di atas pertumbuhan ekonomi rata-rata di dunia. Hal ini tentu memberikan harapan yang tinggi di sela-sela kegalauan kita. Secara kolektif berbangsa, kita menyadari bahwa kita harus bekerja keras untuk meningkatkan kesejahteraan hidup kita.

ririesquireKedua, ternyata bangsa kita ini memiliki daya beli yang baik. Ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang didominasi oleh tingkat konsumsi masyarakat. Hal ini mampu menutupi masalah yang muncul di sisi investasi dan ekspor. Ini tentu kabar baik untuk para pelaku bisnis di negara kita ini.

Ketiga, ada keinginan baik dari pemerintah untuk meningkatkan tingkat belanja melalui proyek-proyek pemerintah sehingga akan memberikan kontribusi kepada pertumbuhan ekonomi. Ini berarti, geliat roda ekonomi akan tetap terjaga. Tetapi walaupun demikian, pemerintah tetap harus mendorong para aparat birokrasi untuk “berani” memikul tanggung jawab untuk menyelenggarakan semua proyek tersebut dengan baik demi kebaikan bersama.

Nah, mungkin kita bisa menyimpulkan bahwa prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2012 itu seksi tapi menyisakan kegalauan. Tetapi kalau saya pribadi melihat dari sisi lain, yaitu walaupun galau tetapi tetap seksi.

Bagaimana dengan pendapat anda?
Salam.

2 responses

  1. Pak Riri, Laporan Q4 dari Nielsen berkaitan juga dengan perihal konsumsi masyarakat dilihat dari tingkat kepercayaan diri dalam membelanjakan pendapatanya. Bisa didownload dari: http://www.nielsen.com/us/en/insights/reports-downloads/2012/consumer-confidence–concerns-and-spending-intentions-around-the.html

    Terima kasih,
    Yahya

    1. terima kasih atas infonya yang menarik ini Yahya .. salam😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s