AKADEMI KEPOLISIAN

ap13

Kemarin (03/01/2013) saya berkesempatan mengunjungi kampus Akademi Kepolisian (Akpol) di Semarang. Saya ke sana dalam rangka memenuhi undangan untuk menghadiri pelatikan Gubernur Akpol yang baru yaitu Irjen Pol. Eko Hadi Sutedjo, yang sebelumnya adalah Kapolda Banten. Ini adalah pertama kalinya saya masuk ke dalam lingkungan kampus Akpol ini. Selain itu, saya juga ingin melihat dari dekat bagaimana sistem pendidikan berjalan di Akpol ini, sebagai suatu sekolah profesi pembentukan untuk para perwira polisi.

Kampus Akpol ini berada di sebuah lembah di kota Semarang, sangat asri dan penuh dengan pepohonan. Kampus ini memliki fasilitas latihan kepolisian yang tergolong lengkap, bahkan juga ada sebuah pesawat (yang sudah tak terpakai lagi) yang dipergunakan untuk latihan mengatasi pembajakan pesawat.

Proses pendidikan di Akpol ini memang unik, karena dilaksanakan dengan suasana disiplin dan penuh aturan. Mulai dari cara berpakaian, cara berjalan, bagaimana tutur sapa sehari-hari, cara belajar, bahkan sampai makan pun memiliki tata krama yang harus dipatuhi. Proses pembentukan karakter ini memang menjadi porsi utama program pendidikan di Akpol, sementara untuk ilmu kepolisian diajarkan di STIK (Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian) yang berlokasi di Kebayoran, Jakarta.

Tetapi walaupun demikian, karakter yang sudah susah payah dibentuk selama proses pendidikan di Akpol ini akan sia-sia, apabila nanti setelah lulus mereka berada di tempat yang penuh dengan hal-hal yang tidak baik, misalnya dengan berbagai penyimpangan yang dilakukan di tubuh Polri itu sendiri. Pembinaan personel Polri tidak hanya berlangsung di Akpol ataupun hanya di lembaga pendidikan Polri semata, melainkan selama mereka berkarir di Polri dengan berbagai penugasan.

Persoalan lainnya adalah, banyak personel Polri yang merasa ditugaskan di lembaga pendidikan bukanlah suatu kebanggaan. Jika mereka dimutasi ke lembaga pendidikan, umumnya mereka akan kecewa karena ini adalah penugasan “hukuman”, dianggap “tidak berprestasi”, dan sebagainya. Lantas, kalau begitu apa jadinya pendidikan Polri ini? Seperti apakah lulusan yang akan dihasilkan? Belum lagi isu-isu seperti biaya yang harus dikeluarkan, adanya titipan pejabat dan petinggi, dan sebagainya. Banyak memang isu-isu miring yang perlu diselesaikan.

Inilah pe-er terbesar Lembaga Pendidikan Polri saat ini, termasuk Akpol. Jika memang pembenahan personel Polri dilakukan di lembaga pendidikan, maka tentu saja yang harus dibenahi pertama kali adalah personel di lembaga pendidikan tersebut.

Semoga menjadi lebih baik di masa mendatang .. Selamat bertugas untuk Pak Eko Hadi Sutedjo ..

Salam
Riri

ap12

Bersama Gubernur Akpol yang baru saja dilantik, Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo.

ap09

Makan siang bersama dengan para pimpinan, pengajar, serta taruna/taruni Akpol .. makan siang yang penuh tata krama.

ap03

Acara pelatikan Gubernur Akpol yang baru .. saya mendapatkan kehormatan duduk di VIP bersama para undangan lainnya, termasuk para Gubernur Akademi TNI (Akmil, AAL, dan AAU).

ap07

Para taruna/taruni Akpol di kelas

One response

  1. Saya menggantungka harapan agar anak saya dapat diterima di pendidikan akpol pada tahun ini, teman2 doakan karena pada saat ini dia sedang proses penyaringan !,tq

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s