LAGI .. SOCIAL MEDIA DAN CITIZEN JOURNALISM

Mungkin Letkol. Robert Simanjuntak lagi sial, karena tindakan kekerasan yang dia lakukan ternyata terekam oleh seorang warga dan mengirimkan hasil rekaman tersebut ke social media. Dalam waktu cepat, foto dan video tindakan yang dilakukan perwira menengah TNI-AU di Riau itu tersebat ke seluruh dunia.

Letkol. Robert Simanjuntak melakukan tindakan kekerasan itu terhadap wartawan yang kebetulan meliput jatuhnya pesawat tempur TNI-AU jenis Hawk di Riau beberapa hari yang lalu. Apapun latar belakang dan alasannya, yang pasti beliau memang tidak beruntung, terekam warga dan ditayangkan ke penjuru dunia melalui media yang namanya internet.

Efeknya bisa diduga, hal ini memancing banyak komentar, dan tentu saja yag terbanyak adalah kekesalan masyarakat, dan bahkan para aliansi wartawan pun menuntut TNI-AU untuk memberikan tindakan kepada yang bersangkutan (lihat di sini). Akhirnya, para petinggi TNI-AU pun tidak bisa berkelit dan akhirnya mengeluarkan pernyataan permohonan maaf kepada masyarakat, terutama pihak-pihak yang dirugikan.

Inilah dahsyatnya social media. Saya yakin, Letkol Robert tidak pernah berpikir bahwa apa yang dia lakukan akan menciptakan geger nasional, bahkan berpotensi mengalahkan pamor berita tentang jatuhnya pesawat tempur TNI-AU itu sendiri. Tempat dia melaukan tindakan kekerasan itu mungkin jauh dari keramaian, tetapi di zaman internet ini, konsep citizen journalism memang jangan dianggap remeh. Sesuatu yang terjadi di wilayah terpencil sekalipun, selama warga bisa mengakses internet di sana, maka berpotensi untuk dapat diketahui orang di seluruh penjuru dunia.

Citizen journalism adalah suatu aktivitas masyarakat yang berkembang akhir-akhir ini secara spontan dan tanpa diatur, di mana setiap anggota masyarakat bisa melakukan aktivitas bagaikan wartawan dengan meliput kejadian dan menayangkannya melalui social media di internet seperti Twitter, Facebook, YouTube, dan sebagainya.

Mungkin banyak aparat TNI lainnya yang melakukan tindakan kekerasan, tapi Letkol. Robert, barangkali lagi sial, terliput oleh warga yang paham dengan citizen journalism.

Perkembangan social media dan citizen journalism memberikan perkembangan baru terhadap kehidupan bermasyarakat dan bernegara, di mana terjadi saling kontrol antar sesama anggota masyarakat, masyarakat dengan pemerintah / aparat penegak hukum, serta masyarakat dengan pelaku bisnis / usaha. Informasi demikian mudah menyebar ke berbagai penjuru dunia, dan berbagai opini pun akan terbentuk di masyarakat untuk menyikapi suatu kejadian. Kasus pembelaan masyarakat terhadap KPK beberapa waktu yang lalu juga disebabkan oleh social media dan citizen journalism-nya.

Jadi .. Jangan pernah menganggap enteng social media dan social journalism, dan semoga kita menjadi lebih waspada dan bijak dalam setiap aktivitas.

Salam
Riri

NB : Komentar menarik dari seorang sahabat saya di Facebook :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s