OFFICE OF STRATEGY MANAGEMENT – KPK RI

Kemarin (01/10/2012) bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila (hehehe .. apa hubungannya ..), saya diundang untuk menjadi pembicara pada seminar internal di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Topiknya tentu sesuai dengan bidang yang saya tekuni, yaitu manajemen organisasi, tepatnya tentang office of strategy management (OSM). Acara ini diselenggarakan di Auditorium KPK di lantai 1 di kantor KPK RI di Jalan Rasuna Said, Jakarta.

Acara dimulai jam 1:00 siang, dan saya sampai di gedung KPK RI lebih awal. Ini adalah pertama kalinya saya masuk ke kantor KPK RI ini. Kebetulan saat saya sampai di sana, sedang berlangsung semacam acara konferensi pers, sehingga lobbi yang berada di lantai satu itu sangat ramai oleh para wartawan yang meliputnya. Iseng-iseng, saya mencoba masuk ke ruang konferensi pers, tetapi ternyata penuh sekali, banyak wartawan yang berdiri, dan akhirnya saya putuskan untuk menuju ke ruang tunggu tamu. Rupanya KPK RI habis kedatangan tamu, yaitu dukungan kepada KPK RI yang datang dari kalangan ulama. Sambil menunggu, saya amati menarik juga mengamati kantor KPK RI ini, banyak lukisan di dindingnya yang bertemakan semangat untuk memerangi dan memberantas korupsi.

Kembali ke laptop .. Konsep OSM sendiri diperkenalkan oleh Kaplan dan Norton, dan dibahas cukup mendalam di buku mereka yang berjudul “Execution Premium”. Ya, bagi yang akrab dengan kedua nama tersebut, pasti akan menebak bahwa ini masih ada kaitannya dengan balanced scorecard. Sesuai dengan konsep strategy-focused organization yang digagas oleh Kaplan dan Norton, maka balanced scorecard adalah salah satu pilar untuk membentuknya, dan OSM diperlukan untuk memanajemeni semua kegiatan yang berkaitan dengan strategi organisasi, tidak hanya sebatas balanced scorecard.

Kaplan dan Norton menggagas konsep “strategy execution” yang dimulai dari kegiatan formulasi strategi, memetakan strategi, menyelaraskan organisasi dengan strategi (sesuai prinsip structure follow strategy), menyusun rencana aksi yang operasional, menjalankan semua yang disusun, lalu mengevaluasi pencapaian kinerja, mempelajari apa-apa yang sudah berhasil dan yang masih perlu diperbaiki untuk tahun yang akan datang.

KPK RI sudah mengadopsi balanced scorecard dalam sistem manajemennya sejak tahun 2005 atau sekitar tujuh tahun yang lalu. Ini menunjukkan bahwa KPK RI sudah menerapkan balanced scorecard sebelum Kementerian Keuangan RI menerapkannya. Hanya saja, saat ini memang Kementerian Keuangan RI dan Bank Indonesia yang sering menjadi benchmark untuk penerapan balanced scorecard di instansi pemerintahan.

Seperti kita ketahui bersama bahwa KPK RI sendiri memang sering dilanda tekanan-tekanan dari berbagai pihak, terutama disebabkan fungsi dan perannya yang sangat strategis di negara ini, yaitu pemberantasan korupsi. Bahkan saat ini, disinyalir banyak upaya-upaya yang dilakukan berbagai pihak untuk melemahkan KPK RI secara sistematis. Terlepas dari benar atau tidaknya sinyalemen itu, KPK RI menyadari bahwa mereka harus membangun sistem manajemen yang kuat, sehingga gonjang-ganjing tersebut tidak akan banyak berpengaruh kepada sistem manajemennya. Membangun dan memperkuat OSM adalah salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut.

Saya sangat terkesan dengan para peserta selama seminar berlangsung. Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan kritis dan tersimpan rasa ingin tahu yang sangat besar. Sebagian dari para peserta masih berusia muda, penuh semangat dan itu terlihat dari keseriusan mereka mengikuti acara ini.

Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh KPK RI. Walaupun gonjang-ganjing, kami yakin KPK RI pasti mampu mengatasi itu semua dan tetap menjadi ujung tombak terdepan untuk memberantas korupsi di negeri ini.

Salam
Riri

5 responses

  1. […] Penugasan saya di KPK dapat dilihat di sini, di sini, di sini, di sini, serta di sini. […]

  2. […] adalah kesekian kalinya kami diundang oleh KPK RI (antara lain di sini, di sini, di sini, dan juga di sini) […]

  3. […] Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Ini adalah kesekian kalinya kami diundang oleh KPK RI (antara lain di sini, di sini, dan juga di sini) […]

  4. Yang terpenting Pak, Integritas Para Pimpinan dan Loyalitas Karyawan, dengan bekerja Menghapapkan Ridho ALLAH.

    1. ya betul Pak … integritas penting .. tetapi “how to” juga penting .. semoga mereka bisa menjalankan tugas dan amanah dengan baik ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s