HANDRY SATRIAGO

Sosok yang satu ini memang luar biasa dan inspiratif. Namanya Handry Satriago, usianya sebaya dengan saya, 42 tahun. Dia menderita lumpuh di kedua kaki sejak berusia 17 tahun dan sejak itu selalu menggunakan kursi roda.

Tetapi pada usia di awal 40-an tahun diangkat menjadi CEO GE Indonesia, sebuah perusahaan multinasional kelas dunia. Beliau adalah orang Indonesia pertama yang jadi CEO GE Indonesia. Sekarang, Handry mendedikasikan 20% dari hidupnya (di samping kesibukan sebagai CEO GE Indonesia) untuk memprovokasi perlunya “revolusi pendidikan” di Indonesia dengan menjadi pembicara di kampus-kampus dan berbagai seminar.

“We need a revolution of education, create leaders, not just doers, not just skillful employee who can work abroad, we need global leaders! And a true leader is someone who develop others to become leaders as well.”

Demikian pesan yang selalu dia sampaikan, sambil memotivasi Indonesia bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk mencapai kesuksesan. Pesan itu terasa lebih menggigit karena disampaikan dengan gaya bicaranya sistematis, lugas, dan meyakinkan.

Lucky me to hear your great session at Indonesia Knowledge Forum 2012, Pak Handry.

2 responses

  1. “We need a revolution of education, create
    leaders, not just doers, not just skillful
    employee who can work abroad, we need
    global leaders!“–

    Salut tuk Pak Handry.
    Sy jg brterima kasih dg Pak Riri yg telah mmbagi pngalamannya, dan mnularkan spirit untuk terus maju mlalui blognya.

    Di sini sy ingin brtanya, dr quot Pak Handry itu, apkh merevolusi pndidikn dg mnciptakn leader brarti scara otomatis jg mnciptakn skillful people.

    Sy mmang prnah mmbaca prnyataan Stephen Covey, “leadership is nothing than what a person is (karakter) and
    what a person does (kompetensi).“

    Namun, mnurut apa yg saya alami langsung dari sistem pndidikan Indonesia, dan pngalaman di dunia kerja, ditambah laporan trbaru OECD yg mnyatakan sarjana Indonesia sringkali tdk mmiliki skill yg dibutuhkan perusahaan. Sarjanan Indonesia brada pd rantai terlemah dr prtumbuhan ekonomi. Lalu, laporan trbaru UNDP trkait HDI, Indonesia di peringkat 124 dari 187, jauh di bwh Brunei, Malaysia, Srilangka danThailand.

    Sy jg prnah mmbaca tulisan Romi Satria Wahono ttg gregetnya thd programmer ‘Indonesia‘ yg kurang mnguasai basic pmrograman.

    Demikian jg dgn greget Pak Rhenald Kasali thd pndidikan Indonesia yg tdk mmberi impact.

    Trimakasih,

    1. Pak dokter Aziz, terima kasih sudah berkunjung ke blog saya ini .. memang Pak Handry memiliki pemikiran yang melompat jauh ke depan, tetapi persoalan riil kita memang seperti yang dr. Aziz sampaikan .. artinya pe-er kita memang masih banyak .. dari quote Pak Handry jelas pesannya yaitu “not just skillful employee”, artinya memang “skillful employee kita butuhkan”, tetapi kita gak boleh hanya sampai di situ saja .. harus sampai membentuk “global leaders” .. itu yg saya tangkap🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s