[OPINI] TELKOMSEL DIPAILITKAN? .. WHAT NEXT?

Salah satu berita bisnis yang menarik akhir-akhir ini adalah keputusan Pengadilan Negeri Niaga Jakarta Pusat yang memvonis PT. Telekomunikasi Selular (Telkomsel) pailit (juga di sini) hari Jum’at tanggal 14 September 2012 kemarin. Ini berita menarik. Mengapa? Karena tidak ada pemberitaan apapun yang kita dengar akhir-akhir ini mengenai perusahaan telekomunikasi raksasa ini terkena terlibat hutang-piutang bisnis yang sangat signifikan apalagi mengalami krisis finansial.

Tetapi rupanya ada sebuah kasus, yang sebetulnya tergolong “kecil” untuk perusahaan sekaliber Telkomsel, yaitu gugatan pailit diajukan PT Prima Jaya Informatika. Si penggugat menilai Telkomsel mangkir dari kewajibannya mengalokasikan voucher isi ulang dan kartu perdana. Mereka memiliki kontrak kerja sama yang isinya Telkomsel menunjuk PT Prima untuk mendistribusikan Kartu Prima voucher isi ulang dan kartu perdana prabayar selama 2 tahun. Menurut penggugat, Telkomsel gagal memenuhi kewajibannya. Lalu Ketua Majelis Hakim di Pengadilan berpedoman kepada aturan hukum di mana gugatan pailit memenuhi unsur pasal 2 ayat 2 Undang-undang Kepailitan tentang syarat pailit, yakni ada utang jatuh tempo dari dua pihak atau lebih, dan diputuskanlah Telkomsel menjadi pailit.

Berita terakhir, kelihatannya Telkomsel tak terlalu menganggap serius kasus ini. Ini terlihat dari komentar Ricardo Indra, Head of Corporate Communications Division Telkomsel, yang mengatakan bahwa walaupun Telkomsel akan melakukan kasasi dan tim hukum mereka akan bekerja keras, tetapi putusan pailit tersebut, Ricardo memperkirakan tidak akan berpengaruh pada bisnis Telkomsel.

Menurut pendapat saya, Telkomsel tidak akan terlalu terpengaruh dengan kasus ini, atau dengan kata lain Telkomsel tidak akan tutup karena keputusan ini. Mengapa? Menutup Telkomsel menjadi sangat berisiko untuk pemerintah, dan secara politis pasti pemerintah akan menyelamatkan Telkomsel, apalagi perusahaan ini masih terkait dengan PT. Telkom, sebuah BUMN yang termasuk penting di negara ini.

Jika dilihat kasusnya, sebenarnya uang yang diperkarakan juga tidak besar untuk ukuran perusahaan raksasa seperti Telkomsel. Kuat dugaan bahwa ini bukanlah semata-mata kasus transaksi bisnis semata, melainkan ada sesuatu yang lain yang tak terungkap ke permukaan. Ibaratnya, gugatan yang ditujukan ke Telkomsel hanyalah “kacangan” untuk ukuran Telkomsel, dan rasanya dengan mudah bisa ditangani oleh Telkomsel. Tetapi mungkin karena saking “kacangannya”, maka Telkomsel tak terlalu memberikan perhatian serius sehingga kalah di pengadilan tingkat pertama. Saya yakin, pihak Telkomsel akan sangat serius pada tahap kasasi nanti.

What next? Dugaan saya, kasus ini akan berakhir dengan damai di tingkat kasasi, tetapi entah bagaimana wujudnya, saya pun tidak bisa memperkirakan. Tetapi satu hal yang pasti, pihak Telkomsel akan menjadikan keputusan pailit ini sebagai sebuah tamparan. Hanya itu, tidak lebih. Bisnis mereka pun tidak akan terganggu, karena riak ini terlalu kecil untuk raksasa sekelas Telkomsel.

Ini opini saya lho. Bagaimana dengan anda?

Salam
Riri

NB : tulisan ini juga saya tayang di Kompasiana, dan banyak komentar yang menarik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s