MENGAJAR METODOLOGI PENELITIAN : SEBUAH PENGALAMAN

Sudah beberapa semester belakangan ini, saya mendapat penugasan dari program Magister Teknologi Informasi – Fakultas Ilmu Komputer – Universitas Indonesia (MTI-UI) untuk ikut serta mengajar pada mata kuliah Metodologi Penelitian dan Penulisan Ilmiah. Buat saya pribadi, mengajar kuliah yang berbau metodologi penelitian ini adalah suatu pengalaman yang unik dan sangat berharga, mengingat saya bukanlah seorang dosen karir yang sangat akrab dengan dunia penelitian akademik di kampus. Banyak pelajaran yang saya peroleh dalam proses mengajar ini. Bukanlah mengajar itu juga sekaligus proses pembelajaran buat si dosen?

Pengalaman saya dalam melakukan penelitian hanyalah sebatas sebagai konsultan, tepatnya penelitian yang sifatnya penelitian terapan atau applied research. Secara garis besar dalam konteks kegunaannya, maka penelitian bisa dikategorikan atas 2 (dua) kelompok besar, yaitu penelitian dasar (basic research) yang betul-betul berkutat di ranah teori dan ilmu pengetahuan, serta penelitian terapan (applied research) yang membahas hal-hal praktis di dunia nyata terutama untuk pemecahan masalah (problem solving) dan membuat keputusan (decision making). Dengan demikian, bisa dikatakan saya awam dengan dunia penelitian akademik yang sifatnya untuk pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi cukup memiliki jam terbang untuk penelitian terapan terutama di dunia manajemen dan organisasi.

Saya sangat menyadari betapa pentingnya mata kuliah ini untuk program MTI-UI. Jika dilihat dari visi dan misinya, maka program MTI-UI ini bertujuan untuk menghasilkan praktisi sistem informasi / teknologi informasi (SI/TI) yang handal, baik dalam bidang penerapan SI/TI maupun dalam aspek manajerial SI/TI. Kuliah ini juga menjadi prasyarat untuk para mahasiswa untuk bisa mengerjakan karya akhir (istilah untuk tesis pada program MTI-UI yang lebih memfokuskan kepada hal-hal yang sifatnya terapan, sesuai dengan visi dan misinya). Dengan demikian, kuliah metodologi penelitian pada program MTI-UI ini memang harus diarahkan kepada penelitian terapan, bukanlah metodologi penelitian penelitian dasar atau penelitian akademik.

Walaupun kedua penelitian ini memiliki kesamaan, yaitu sama-sama mengikuti pakem-pakem yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah (mengikuti kaidah scientific inquiry), tetapi dalam operasionalnya, tetap saja ada perbedaan. Misalnya yang disebut masalah (problems) pada kedua penelitian berbeda. Pada penelitian dasar atau akademik, masalah lebih banyak berada pada ranah persoalan teori (theoritical problems) yang bentuknya bisa memperkuat teori, merevisi teori, atau bahkan mengisi kekosongan teori dalam sebuah kerangka besar ranah ilmu pengetahuan tertentu. Sedangkan pada penelitian terapan, persoalan adalah suatu perbedaan antara harapan (ekspektasi) dengan kenyataan (realitas) dalam praktik nyata pada bidang tertentu, dengan perkataan lain disebut practical problems. Itulah sebabnya, penelitian terapan harus memberikan kontribusi terhadap pemecahan masalah dan membuat keputusan (misalnya membuat kebijakan organisasi atau mengkaji manfaat sebuah aplikasi).

Semester yang sedang berjalan ini (Feb – Juli 2012) terasa sangat istimewa buat saya, berkaitan dengan mata kuliah metodologi penelitian ini. Saya diberi peran yang lebih banyak oleh MTI-UI untuk berkreasi pada mata kuliah ini walaupun bukan sebagai koordinator mata kuliah. Pada beberapa semester yang lalu, koordinator mata kuliah ini adalah Pak Zainal Hasibuan, yang segera akan dilantik sebagai guru besar (profesor) pada Fakultas Ilmu Komputer UI, sedangkan pada semester ini, koordinatornya adalah Pak Dana Indra Sensuse, seorang dosen senior di Fakultas Ilmu Komputer UI. Keduanya, Pak Ucok (panggilan akrab Pak Zainal) dan juga Pak Dana adalah dosen-dosen saya sewaktu saya masih berstatus mahasiswa S1 pada Fakultas Ilmu Komputer UI dulu, dan kepada mereka saya banyak belajar tentang mata kuliah ini.

Menjelang semester dimulai di awal tahun ini, saya sudah mulai mengumpulkan berbagai opini-opini baik dari para beberapa kolega dosen di lingkungan MTI-UI (juga Fakultas Ilmu Komputer UI secara umum), maupun pihak lain, mengenai mata kuliah metodologi penelitian di MTI-UI. Ini menjadi menarik, karena kita memang agak kesulitan untuk menempatkan program MTI-UI ini apakah termasuk ke dalam ranah ilmu eksakta atau ilmu sosial? Karena sejalan dengan visi dan misinya, maka pada program ini terdapat ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan teknologi informasi itu sendiri (belajar tentang jaringan komputer, teknologi basis data, rekayasa perangkat lunak, dan sebagainya), sampai dengan aspek organisasi atau manajerial dari SI/TI seperti kuliah perencanaan stratejik sistem informasi, manajemen investasi SI/TI, manajemen perubahan dan proyek TI, dan sebagainya.

Dari semua opini yang masuk ke saya dapat ditarik kesimpulan, yaitu MTI-UI ini memang cocok diberikan materi kuliah metodologi penelitian terapan yang lebih diarahkan kepada memecahkan persoalan atau masalah praktikal SI/TI di dunia nyata dan tetap patuh dan tunduk kepada protokoler dunia ilmiah (scientific inquiry) yang setara dengan program magister (S2).

Lalu saya juga mempelajari ekspektasi mahasiswa MTI-UI melalui berbagai diskusi non-formal, dan juga diskusi dengan para alumni MTI-UI, apa yang menjadi harapan mereka, apa yang masih perlu diperdalam, apa yang harus ditambahkan, serta mana yang dianggap kurang relevan. Saya juga mempelajari topik-topik karya akhir yang ditulis oleh para mahasiswa MTI-UI yang sudah lulus untuk mengetahui kepada kecenderungan minat mereka. Saya perkirakan sekitar 80% mahasiswa MTI-UI ini adalah para praktisi TI, dan sisanya adalah dosen, peneliti, dan profesi lainnya.

Hasilnya, saya menyimpulkan bahwa kebutuhan mahasiswa MTI-UI itu untuk pengembangan kompetensinya berkaitan dengan kemampuan penelitian terapan berkisar kepada 2 (dua) hal, yaitu penelitian yang sifatnya kajian atas suatu fenomena SI/TI, serta perancangan (desain) yang berkaitan dengan SI/TI, mulai dari tingkat kebijakan stratejik (misalnya perencanaan stratejik SI/TI), kebijakan operasional (kebijakan mengenai operasional tertentu, misalnya mengenai sistem keamanan), sampai pada tingkat aplikasi atau teknologi itu sendiri (desain suatu data mining atau business intelligence). Mengenai ruang lingkupnya, bisa berada pada tingkat unit kerja, organisasi, sektor industri, bahkan sampai kebijakan sosial dan nasional yang berkaitan dengan SI/TI.

Nah, menarik bukan? Lantas bagaimana isi atau substansi mata kuliah ini serta tata kelolanya (governance)?

Mengenai tata kelola mata kuliah, saya tetap berpegang teguh kepada tugas seorang dosen, yaitu memandu proses pembelajaran sampai mahasiswa itu bisa atau mampu sesuai dengan standar kompetensi yang ditargetkan. Dosen bukanlah asesor yang tugasnya menilai, melainkan sebagai pemandu dan mitra proses pembelajaran untuk mahasiswa. Dengan demikian, komunikasi (feedback system) antara kedua pihak harus berjalan dengan baik.

Pada semester ini, MTI-UI memberikan keleluasaan bagi dosen-dosen untuk merekrut asisten untuk membantu proses belajar-mengajar. Setelah berdiskusi dengan Pak Dana Indra selaku koordinator mata kuliah, saya merekrut 3 (tiga) orang alumni MTI-UI yaitu Henry Christianto, Rakhmat Robbi, dan Haris Munandar. Ketiganya adalah alumni MTI-UI yang memiliki kemampuan penelitian terapan yang baik dan sekaligus memiliki jam terbang yang memadai sebagai konsultan di dunia praktik, terutama yang berkaitan dengan manajemen dan organisasi. Ketiganya juga tim konsultan saya pada People Performance Consulting, di mana Henry saat ini adalah kepala divisi konsultansi dan sebelumnya adalah kepala divisi penelitian. Kepala divisi penelitian saat ini dijabat oleh Haris, dan Robbi menjabat kepala divisi training dan pengembangan eksekutif.

Mengenai tata kelola mata kuliah, kami memiliki target bahwa setiap mahasiswa harus mendapatkan feedback yang baik mengenai semua hal yang perlu dia tingkatkan. Dengan demikian, semua tugas-tugas baik berupa pe-er ataupun berbagai tugas lain, harus dibagikan kembali kepada mahasiswa sehingga mahasiswa memahami di mana dia masih harus belajar kembali, dan jika membutuhkan bimbingan lebih intensif, maka mahasiswa pun mendapatkannya. Inilah peran penting dari ketiga asisten dosen tersebut. Tanpa keberadaan para asisten, sangat sulit buat para dosen untuk melakukan proses pembelajaran yang interaktif seperti itu. Terbukti, para asisten selalu dikerubuti mahasiswa, dan bahkan ada yang meminta ketemu di luar jam kuliah untuk membahas berbagai hal berkaitan dengan kuliah ini.

Sejauh yang saya amati, para mahasiswa antusias dengan proses ini. Merekapun diberikan kesempatan untuk memperbaiki tugas, karena kami para dosen dan asisten pun ingin menyaksikan mereka belajar dari kesalahan dan memperbaikinya. Mengenai nilai, jangan khawatir, nilai itu hanyalah sebagai akibat dari suatu proses pembelajaran yang mencapai tingkat kompetesi tertentu. Bukankah yang terpenting itu adalah proses pembelajarannya?

Lalu bagaimana dengan substansi? Kami membagi mata kuliah ini menjadi beberapa kelompok topik, yaitu (1) metodologi penelitian terapan secara umum, mulai dari formulasi masalah, melakukan studi pustaka, sampai membuat desain penelitian lengkap dengan metodologi (gabungan metode dan langkah-langkah), (2) bentuk-bentuk penelitian terapan serta alat-alat analisisnya, seperti penelitian kualitatif dan kuantitatif, bagaimana melakukan penelitian terapan yang sifatnya kajian serta yang sifatnya desain, baik pada tingkat kebijakan stratejik, operasional, maupun teknologinya sendiri, hal-hal yang lazim dipergunakan dalam penelitian terapan pun dibahas antara lain survei, statistik, operation research (OR), focus group discussion, sampai dengan soft-system methodology (SSM), dan (3) berkaitan dengan penulisan ilmiah serta etika-etika yang harus dipedomani berkaitan dengan penelitian. Pada beberapa sesi, saya mengundang para alumni MTI-UI untuk mempresentasikan penelitian yang mereka lakukan sewaktu menyusun karya akhir saat akhir kuliahnya.

Seringkali, pertanyaan para mahasiswa sangat berkaitan dengan substansi bidang keilmuan tertentu dan tidak lagi berkaitan dengan metodologi penelitian secara umum. Tentu saja seorang dosen bukanlah superman yang memahami segala-galanya, dan saya mempersilakan mahasiswa yang ingin mengetahui lebih dalam berkaitan dengan substansi keilmuannya (bukan metodologi penelitiannya) untuk menghubungi dosen mata kuliah yang bersangkutan, yang tentu saja jauh lebih kompeten daripada saya.

Tugas-tugas yang diberikan juga dirancang sedemikian rupa, sehingga membuat mahasiswa memahami bagaimana membuat sebuah proposal penelitian sederhana, dalam hal ini bisa dipergunakan nantinya menjadi proposal karya akhir mereka.

Banyak pengalaman menarik yang saya (dan juga para asisten) dapatkan pada tugas pertama yang diberikan kepada mahasiswa. Tugas pertama berkaitan dengan mengidentifikasi masalah, menganalisis masalah, sampai dengan menyusun problem statement dan research questions. Ternyata ini pun tidak mudah. Rupanya banyak mahasiwa yang memang hebat dalam membuat sesuatu, tetapi mengalami kesulitan ketika ditanya latar belakang atau mengapa mereka membuat sesuatu itu. Ada masalah apa yang terjadi sehingga mereka perlu melakukan penelitian ini? Tentu saja dalam merumuskan masalah, si mahasiswa harus menyajikan harapan atau ekspektasi (misalnya KPI, SOP, standar mutu, dsb), baik di tingkat organisasi maupun teknis berkaitan dengan teknologinya, serta apa realita yang terjadi. Ketidaksesuaian antara harapan dan realita itulah yang disebut masalah atau persoalan. Dengan demikian, sesuai dengan asas scientific inquiry, dia harus menyajikan data-data pendukung yang menggambarkan bahwa masalah tersebut benar-benar terjadi di organisasi atau teknologi tersebut.

Kenyataannya, masih banyak mahasiswa yang memformulasikan masalah berdasarkan feeling masing-masing, bukan berdasarkan kepada data atau fakta empiris yang ada. Tanpa mengecilkan ketajaman feeling mereka sebagai praktisi, tetapi sebuah scientific inquiry haruslah bersandar kepada data dan fakta yang ada. Belum lagi kesulitan dalam merumuskan problem statement dan research question, mulai dari kendala bahasa yang sederhana sampai dengan masalah logika yang tidak sistematis. Tetapi di situlah letak tantangannya. Saya berterima kasih kepada para asisten yang sudah banyak membantu untuk memeriksa hasil pekerjaan mahasiswa dan secara telaten dan sabar melayani mahasiswa satu persatu untuk memberikan feedback bersama dengan saya sebagai dosen.

Menyenangkan, begitulah ungkapan saya (dan mungkin juga para asisten) berkaitan dengan mata kuliah ini. Kami pun dipaksa untuk mengasah kompetensi kami lebih baik lagi berkaitan dengan kuliah ini, dan dipadukan dengan pengalaman kami di dunia praktik sebagai konsultan.

So, learning is fun and also never ending journey, isn’t it?

Salam
Riri

8 responses

  1. […] Manajemen Perubahan dan Proyek TI, Manajemen dan Strategi Sistem Informasi Korporat, serta Metodologi Penelitian untuk Sistem Informasi. Saya kebagian topik-topik yang merupakan irisan antara dunia teknologi informasi, dunia […]

  2. sangat bagus dan merupakan kunci sukses dalam mengikuti Mata kuliah ini, maupun penyusun proposal karya akhir dan karya akhir

  3. menarik artikelnya…sukses yaaa

  4. Terima kasih bebagi pengalamannya pak dosen

    Salam
    Omjay

    1. terima kasih kembali Pak Guru .. salam sukses selalu dalam mencerdaskan bangsa🙂

  5. izin dikutip Pak …. untuk dijadikan bahan acuan mahasiswa2 saya yang lagi bikin Laporan Kerja Praktek dan Tugas Akhir ….

    1. silakan Stanley .. semoga bermanfaat🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s