KEBENARAN (TRUTH)

Secara umum ada 4 (empat) jenis kebenaran, yaitu fact-based truth (ada fakta yang jelas bisa dilihat dan dinalar dan sering juga disebut scientific-based truth), perception-based truth (berdasarkan persepsi semata), faith (diterima begitu saja sebagai sebuah doktrin tanpa perlu dibuktikan, sebagian menyebutkan bahwa ini termasuk kepada perception-based truth), serta absolute-truth (kebenaran mutlak).

Fact-based truth misalnya : air mengalir begitu saja (tanpa ada tenaga dorongan) dari tempat tinggi ke tempat yang rendah .. matahari kalau bersinar terik akan terasa panas .. dsb. Semua berdasarkan fakta ilmiah yang jelas. Tetapi perlu diingat bahwa scientific-based truth itu sifatnya relatif, karena adanya keterbatasan nalar manusia. Misalnya kasus planet Pluto. Dulu para ilmuwan sepakat bahwa Pluto adalah planet yang merupakan bagian dari tata surya. Tetapi belakangan ternyata bukan, dan “truth” itu pun direvisi.

Perception-based truth misalnya : orang sumatera kalau ngomong keras-keras, maka mereka pasti kasar … jangan menikah dengan pria/wanita suku X karena perilaku mereka bla bla bla … (ini hanyalah persepsi kan, tanpa ada pembuktian yang jelas, entah dari mana kesimpulan itu, jangan-jangan dengan sedikit sampel kita sudah melakukan generalisasi)

Sedangkan faith sering juga disebut keimanan, sesuatu yang diyakini benar tanpa ada pembuktian apapun, karena memang tidak bisa dibuktikan, tetapi diterima saja. Misalnya : keyakinan bahwa hari akhirat itu ada (ada yang bisa membuktikan?). Mengapa orang Islam yakin dengan kebenaran cara beribadah mereka? Sementara agama lain juga yakin dengan cara ibadah mereka yang benar. Jadi mana yang benar? Tak usah diperdebatkan lah. Jika anda yakin itu benar, terima saja.

Umumnya konstruksi sosial pada masyarakat seperti kehidupan ekonomi, hukum, sosial budaya, politik, dan sebagainya, dilakukan berdasarkan perception-based truth dan faith, sedangkan fact-based truth lebih banyak dipergunakan untuk hal-hal yang sifatnya scientific atau ilmu pengetahuan dan teknologi.

Absolute-truth adalah suatu kebenaran mutlak, pasti benar, tetapi tidak bisa dinalar oleh manusia sepenuhnya karena keterbatasan ilmu manusia, Artinya ini di luar jangkauan manusia. Manusia hanya bisa menalar sebagian kecil dari absolute-truth, yaitu fact-based truth, dan hanya bisa memperkirakan atau mempersepsikan suatu kebenaran, yaitu perception-based truth (termasuk juga faith). Tapi mana yang sesungguhnya kebenaran mutlak Sang pencipta? wallahu alam.

Fact-based truth bisa diterima dengan mudah oleh setiap orang, tetapi perception-based truth dan faith berpotensi menimbulkan perbedaan pendapat, debat, dan bahkan konflik.

Nah, sampaikanlah kebenaran itu walaupun pahit .. tetapi masalahnya adalah, kebenaran yang mana?? .. perlu sikap bijak dalam hal ini🙂

Yang gawat adalah, ada orang yang mengungkapkan perceptional truth, tetapi dia menganggap itu adalah absolute truth .. Nah, susah kan? habis itu memaksakan pendapat dia kepada orang lain ..

Begitu juga dengan catatan saya ini .. jangan cepat-cepat percaya ya .. hehehehe

salam
Riri Satria

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s