PROFESI FREELANCE CONSULTANT .. TERTARIK?

(Ini adalah tulisan lama yang saya revisi dan tayangkan kembali. Tulisan aslinya pernah dimuat pada harian Republika pada tahun 1999, sekitar 12 tahun yang lalu)

Apakah freelance consultant atau konsultan lepas? Mungkin inilah yang sering diplesetkan sebagai “gelandangan intelektual”, bahkan ada pendapat yang lebih nyeleneh yang mengatakan seorang freelance consultant adalah seseorang yang dirinya merasa tahu segalanya tetapi tidak diterima bekerja di mana pun. Baiklah, kita tinggalkan semua pendapat “miring” tersebut. Marilah kita lihat kemungkinan serta hal-hal yang harus diperhatikan jika ingin bekerja sebagai freelance consultant.

Freelance consultant secara definisi adalah konsultan yang bekerja sendiri dan tidak berafiliasi dengan consulting firm mana pun. Keadaannya mirip dengan dokter yang membuka praktek sendiri, tidak berafiliasi dengan rumah sakit tertentu, dan juga tidak bermitra dengan dokter-dokter yang lain untuk membuka praktek bersama.

Kenyataan sehari-hari menunjukkan bahwa tidak begitu mudah untuk menjadi seorang freelance consultant, dan bahkan risiko untuk gagal juga besar. Tetapi jika tetap ingin mencoba, tidak ada salahnya untuk memperhatikan beberapa hal berikut ini.

Pertama, tentu harus profesional. Merujuk kepada definisi yang diberikan oleh International Labour Office (ILO) mengenai konsultansi manajemen, dengan sedikit modifikasi dan generalisasi, maka definisi konsultan secara umum adalah seseorang yang yang memiliki kualifikasi tertentu di bidang keahliannya, mampu mengidentifikasi dan menginvestigasi persoalan yang muncul pada kliennya sesuai dengan bidang keahliannya, mampu merekomendasikan berbagai tindakan yang relevan, serta mampu membantu klien mengimplementasikan rekomendasi tersebut. Kualifikasi tersebut akan lebih baik lagi jika dibuktikan dengan memiliki sertifikasi keahlian tertentu, seperti Certified Microsoft Engineer di bidang komputer, Sertifikasi Audit Sistem Informasi (CISA), dan berbagai jenis sertifikasi lainnya.

Walaupun demikian, yang terpenting bukanlah sertifikasi tersebut, melainkan keahlian dan sikap profesional. Sikap profesional juga berarti menjaga komitmen dengan waktu, menjaga rahasia klien, menjaga hubungan baik, memahami ruang lingkup dan beban kerja yang diberikan, dan sebagainya.

Kedua, tentukanlah secara jelas, jasa apa yang dapat diberikan. Seorang freelance consultant tidak mungkin mengatakan kepada calon klien bahwa dia adalah konsultan di semua bidang. Jasa yang ditawarkan harus spesifik dan jelas seperti menyusun sistem akuntansi untuk perusahaan, mengembangkan perangkat lunak komputer, membuat suatu studi kelayakan, dan sebagainya. Tentu saja seorang freelance consultant dapat menawarkan lebih dari satu jenis jasa layanan konsultansi selama hal tersebut berada dalam satu rumpun keahlian yang dikuasainya. Ingatlah, seorang freelance consultant akan bekerja sendiri dan tidak ada dukungan dari rekan-rekan kerja yang lain yang berbeda keahlian (kecuali kalau dia sedang bekerja dalam tim dengan para konsultan yang lain). Inilah yang membedakan antara freelance consultant dengan konsultan yang berafiliasi dengan sebuah consulting firm.

Ketiga, tentukanlah secara jelas, siapa yang bakal menggunakan jasa konsultansi yang diberikan. Apakah perusahaan besar, perusahaan kecil, organisasi sosial, lembaga swadaya masyarakat, perorangan, dan sebagainya, serta perusahaan-perusahaan dalam industri apa. Ini perlu dilakukan oleh seorang freelance consultant supaya dapat mempromosikan dirinya secara fokus. Tentu saja seorang freelance consultant dapat mentargetkan lebih dari satu segmen pengguna jasa, tetapi yang terpenting adalah, seorang konsultan harus mengetahui dengan persis bisnis atau kegiatan si kliennya.

Keempat, membangun dan menjaga jejaring (network) dengan berbagai pihak. Mirip dengan seorang dokter, seorang konsultan akan dikenal oleh kliennya karena keahliannya. Seorang dokter yang ahli akan secara tidak sengaja dipromosikan dan direkomendasikan oleh para pasiennya sendiri kepada berbagai pihak lain. Demikian pula seorang konsultan yang handal, promosi dan rekomendasi yang demikian jauh lebih efektif daripada memasang iklan di media massa. Untuk dapat mencapai hal itu, seorang freelance consultant wajib hukumnya untuk membangun dan menjaga jejaring dengan berbagai pihak. Membangun jejaring ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain
dengan mengikuti seminar, menulis artikel di media massa, menjadi anggota asosiasi profesi, menjadi anggota suatu perkumpulan hobi, blogging atau memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Twitter, atau Linked-In di internet, dan sebagainya. Proyek-proyek konsultansi sering diperoleh dari kegiatan-kegiatan di atas. Yang perlu diperhatikan adalah, seorang freelance consultant tidak memiliki customer service serta public relations yang mendukungnya. Hampir semuanya dikerjakan sendiri.

Kelima, tentukanlah tarif dengan cermat. Tarif seorang freelance consultant tidak mungkin lebih tinggi daripada tarif yang ditetapkan oleh consulting firm untuk jenis dan beban penugasan yang sama. Malahan, tarif sering menjadi senjata para freelance consultant bila harus berhadapan dengan konsultan yang berafiliasi dengan sebuah consulting firm saat bersaing untuk mendapatkan klien, terutama yang masih price sensitive.

Keenam, siapkan senjata utama promosi, yaitu kartu nama. Mengapa? Seperti yang disinggung sebelumnya, seorang freelance consultant tidak memiliki customer service atau public relations yang mendukungnya, sehingga dia harus mempromosikan dirinya sendiri pada setiap kesempatan seperti seminar, asosiasi profesi, bahkan dalam suasana santai seperti ngobrol di kafe dan sebagainya. Dengan demikian, kartu nama adalah senjata utama. Nah, dengan demikian kartu nama harus representatif, informatif, dan dirancang supaya menarik untuk dilihat. Memang ada pepatah yang mengatakan jangan menilai suatu buku dari kulitnya, tetapi di sisi lain sering orang justru melihat penampilan fisik terlebih dahulu dalam memilih jodoh. Jadi, penampilan tetap harus diperhatikan, termasuk penampilan kartu nama.

Ketujuh dan terakhir, kelihatannya sepele, tetapi sangat penting, yaitu siapkan fasilitas untuk kontak. Fasilitas untuk kontak ini harus dapat segera dihubungi seperti handphone, e-mail, dan sebagainya. Telepon rumah? Boleh juga, asalkan dilengkapi dengan mesin penjawab yang mampu menyimpan pesan. Calon klien akan frustrasi jika tidak dapat mengontak si konsultan dalam waktu cepat, dan dampaknya proyek pun melayang, dan reputasi pun menurun.

Nah, apakah Anda tertantang untuk bekerja sebagai freelance consultant? Jika jawabannya ya, silakan memperhatikan tujuh hal yang diungkapkan dalam artikel ini.

Semoga sukses. Salam.
Riri

11 responses

  1. Pak Riri Satria saya ingin jadi konsultan freelance di bidang yang saya kuasai dari pengalaman dan autodidak di bidang Instrumentasi industri,mekanikal,elektrical serta hydraulic ,penumatik.Tulisan Pak Riri menginspirasi saya tapi saya tidak punya pendidikan formal yg baik apa bisa ya pak.Terima kasih salam.

  2. Setelah 2 tahun lebih, kemudian pelan-pelan mulai menjadi Konsultan ‘beneran’ . salah satu yang menginspirasi adalah tulisan Pak Riri yang ini..

    Thanks

    1. wah keren .. hebat! selamat ya! .. salam sukses selalušŸ˜€

  3. Artikel yang bagus. Salam kenal Pak, saya Yos, berencanana menjadi konsultan freelance mekanikal elektrikal. Sudah punya sertifikasi dari LPJK dan PII. Semoga teman2 ada yang punya minat, contact ke email saya : yosaphatsn@gmail.com

    Terima kasih. Salam Sukses

  4. Salam Pak Riri, saya profesional dari industri kemasan plastik punya pengalaman 15 tahun di maintenance dan proses plastik serta project, ingin menjadi Konsultan industri sejenis. Kalau ada yang berminat untuk memakai jasa saya, Contact saya 08129696 413 satri hard

  5. Artikel yang bagus.
    Salam kenal pak Riri, sy juga sedang memulai freelance consultan (Lap. Keuangan, Pajak & System akuntansi) sudah hampir setahun. saat ini sy masih memiliki 3 client, jika tidak keberatan kalau clientnya sudah banyak boleh dishare ke kita pak Riri (hehehehe)

    Semoga sukses pak Riri

  6. Wah, saya lagi merintis juga seperti yang dituliskanšŸ™‚

  7. Saya Bambang, salam kenal Pak Riri…terus terang artikel freelance consultant sangat menginsipirasi saya…mohon petunjuk bagaimana memulainya secara sederhana…saya seorang profesional dgn pengalaman lebih dr 10 thn sebagai senior manager di bidang sales operation… terima kasih

    1. cara memulainya seperti yang saya tuliskan di artikel itu Pak .. salam kenal .. terima kasih dan salam sukses selalu Pak Bambang

  8. salam kunjungan sobat. artikel ttg freelance yg sangat bermanfaat buat sy, trims. main ke rumahku ya. ok

    1. terima kasih, semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s