BUSINESS PROCESS

Tadi pagi sampai sore (11 Agustus 2011) saya memberikan workshop singkat mengenai business process kepada jajaran pimpinan Rumah Sakit Medistra. Hal ini terkait dengan keinginan RS Medistra untuk menjadi world-class hospital, di mana salah satu komponen yang perlu mendapatkan perhatian adalah business process ini.

Rumah sakit adalah sebuah organisasi yang kompleks, apalagi kalau rumah sakit tersebut sangat mengutamakan pelayanan kepada konsumennya. Artinya, rumah sakit harus fleksibel dan mengutamakan kenyamanan kepada pelanggan, baik dari sisi pelayanan utama yaitu klinis, sampai dengan pelayanan administratif dan pendukung lainnya. Konsekuensinya adalah, banyak sekali varian dari business process tertentu yang harus dipersiapkan. Hal ini memang terlihat kompleks, tetapi itu adalah suatu konsekuensi yang harus dilakukan untuk mengakomodasikan prinsip pelayanan prima kepada konsumen.

Pilihan lainnya adalah, rumah sakit tidak mau berpikir kompleks, di mana proses yang dirancang hanya satu tanpa varian, tetapi kemudian konsumen yang dipaksa mengikuti proses tersebut sehingga kesannya birokratis atau kaku sekali. Atau sekalian tanpa proses yang formal, sehingga semua bisa berjalan apa adanya, tetapi risikonya tentu saja dari sisi akuntabilitas sangat rendah dan potensi konflik sangat besar. Tentu bukanlah hal seperti ini yang harus dilakukan sebuah rumah sakit yang ingin menjadi world-class hospital.

Menyusun business process membutuhkan metodologi yang sistematis. Kesulitan dalam menyusun business process terjadi biasanya karena kita langsung terjun kepada hal yang detail tanpa mencoba untuk memotret proses besar atau big picture-nya terlebih dahulu. Kesulitan ini semakin bertambah kala kita terjebak dalam desain struktur organisasi, padahal sesungguhnya business process itu sifat lintas jabatan dalam struktur organisasi, sehingga menyusunnya harus membebaskan diri dari kotak-kotak jabatan di dalam organisasi, walaupun nanti pada akhirnya proses tersebut juga harus dipetakan ke dalam kotak-kotak jabatan pada struktur organsiasi.

Sebelum sebuah proses disusun atau dipetakan, maka yang harus dipahami bersama adalah apa yang menjadi sasaran yang proses tersebut. Sasaran tersebut harus ditulis dengan rinci, karena inilah yang akan menjadi basis untuk mengevaluasi apakah proses tersebut duah efektif atau belum. Sedangkan efisiensi proses dievaluasi dengan melihat penggunaan sumber daya dalam setiap aktivitas di dalam proses. Nah, ketidakmampuan dalam menuliskan sasaran proses biasanya juga akan berakibat kepada kegagalam dalam menyusun business process tersebut.

Terima kasih kepada pihak manajemen RS Medistra yang telah memberikan kepercayaan kepada kami dan semoga RS Medistra cepat meraih predikat sebagai world-class hospital yang menjadi salah satu penjuru untuk sektor rumah sakit di Indonesia …

Salam
Riri

One response

  1. permisi..pak boleh minta contoh dokumen untuk proses bisnis rumah sakit tidak? terima kasih🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s