KELAS MASYARAKAT DAN PRAKTIK HUKUM

Ini adalah tulisan iseng yang merupakan hasil perenungan saya, dan bukanlah sebuah tulisan hasil riset empiris. Jadi tulisan ini masih sangat terbuka untuk diperdebatkan.

Secara sederhana, saya membagi kelas masyarakat itu atas 3 (tiga) klasifikasi, yaitu masyarakat kelas bawah (grassroot), kelas menengah (middle class), serta kelas atas (elite). Saya ingin menyoroti bagaimana praktik hukum dilakukan di masing-masing kelas masyarakat.

Mari kita mulai dengan masyarakat kelas bawah atau grassroot. Pada masyarakat kelas ini, praktik hukum nyaris seperti hukum rimba. Jika kita perhatikan perkelahian antar kelompok preman yang memperebutkan lahan parkir, atau keributan pedagang kaki lima melawan oknum pemda yang selalu minta uang restribusi yang tidak legal, dan sebagainya. Intinya adalah, masyarakat di kelas ini susah sekali mengakses institusi hukum untuk mendapatkan keadilan, sehingga mereka cenderung menyelesaikan masalah dengan adu kekuatan, mirip dengan hukum rimba. Banyak sekali kejadian-kejadian konflik seperti ini pada masyarakat kelas bawah tetapi tidak terungkap ke permukaan, apalagi diselesaikan oleh institusi penegak hukum. Masyarakat di kelas ini seakan memiliki sistem tersendiri untuk menegakkan hukum, yang tentu saja sesuai dengan interpretasi mereka masing-masing. Jika terdapat benturan yang tidak bisa lagi dimusyawarahkan? Gampang saja, selesaikan dengan kekerasan.

Kelompok kelas menengah atau middle class adalah mereka yang sudah diikat oleh sistem hukum secara formal, dan mereka memiliki akses dengan mudah ke institusi penegak hukum untuk mendapatkan keadilan. Pada masyarakat kelas menengah, para aparat penegak hukum seperti polisi, pengacara, jaksa, dan pengadilan, sangat berperan, dan jika ada konflik yang susah untuk dimusyawarahkan, maka penyelesaian melalui sistem hukum yang formal menjadi pilihan utama. Masyarakat kelas menengah umumnya akan bermain dalam koridor sistem hukum formal, tetapi mereka nyaris tidak memiliki akses untuk membangun atau menentukan koridor tersebut. Artinya mereka hanya menjalankan saja. Kasus-kasus hukum yang melibatkan masyarakat biasa termasuk ke dalam kategori ini.

Terakhir adalah masyarakat kelas atas atau elite. Sama dengan masyarakat kelas menengah, mereka juga sudah diikat oleh sistem hukum secara formal, dan tentu saja mereka memiliki akses dengan mudah ke institusi penegak hukum untuk mendapatkan keadilan. Tetapi mereka punya keistimewaan yang tidak dimiliki oleh masyarakat kelas menengah, di mana mereka punya akses untuk mempengaruhi para pembuat keputusan penting di tingkat atas termasuk para pembuat keputusan mengenai penegakan hukum. Mereka memiliki semacam daya tawar atau bargaining power terhadap sistem hukum, misalnya dengan kekuatan politik. Jika terjadi konflik pada masyarakat kelas atas ini, mereka cenderung menyelesaikan dengan pendekatan perimbangan kekuatan (balanced of power) yang menjadi prinsip dalam politik praktis. Jadi jangan heran kalau banyak kasus-kasus pada masyarakat kelas ini, penyelesaiannya terkesan sangat pelik dan rumit, padahal jika dianalisis dengan kacamata hukum, sesungguhnya adalah persoalan sederhana. Kasus-kasus hukum yang melibatkan elit partai, elit pemerintahan, elit militer, dsb, termasuk ke dalam ranah ini.

Dengan pemikiran di atas, saya pun menjadi merenung, apakah benar semua masyarakat itu sama di mata hukum? Atau sesungguhnya secara konseptual memang sama, tetapi praktik hukum lah yang membuatnya menjadi berbeda? Wallahualam

Bagaimana menurut anda?

Salam
Riri

2 responses

  1. Saya suka sekali dg kalimat Anda “apakah benar semua masyarakat itu sama di mata hukum?”
    Karena ada yg blg, hukum adalah keteraturan yang menyebabkan ketidakteraturan. Saya mahasiswi jurusan hukum. Dan artikel ini membukakan saya untuk melihat hukum tidak hanya dari satu sisi saja. Terimakasih.

    1. terima kasih kembali Jessica .. semoga bermanfaat🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s