BAMBANG PAMUNGKAS : KETIKA JEMARIKU MENARI

Membaca buku-buku teks atau professional books untuk kuliah, atau jurnal-jurnal hasil penelitian, juga buku-buku biografi tokoh-tokoh manajemen, bisnis, politik, ekonomi, dan sebagainya, adalah hal yang lazim buat saya, karena memang profesi saya berkutat seputar hal itu, sebagai konsultan dan sekaligus dosen. Tetapi membaca buku-buku tentang artis atau selebritis lainnya tidak pernah saya lakukan, kecuali satu orang, yaitu alm Chrisye (juga saya tulis di blog ini).

Nah, kali ini juga unik, saya tertarik membaca buku yang merupakan kumpulan tulisan atau pemikiran seorang pemain sepakbola, Bambang Pamungkas, yang saat ini masih memegang status kapten tim nasional sepakbola Indonesia. Ya, menurut saya, pemain sepakbola yang satu ini memang berbeda dengan teman-temannya. Sebagai pemain sepakbola, dia bisa dikatakan sukses untuk ukuran Indonesia, dan sudah mencapai karir tertinggi yaitu memegang status kapten tim nasional senior, sebuah jabatan yang tidak mudah diperoleh untuk para pemain sepakbola. Ini ibarat jabatan perwira tinggi bintang empat di TNI dan Polri. Hanya mereka yang memiliki kompetensi tinggi, diakui kepemimpinan dan kewibawannya oleh para kolega dan masyarakat luas yang bisa mencapai status ini.

Apa yang membuat Bambang yang akrab dipanggil Bepe ini berbeda? Kemampuan menulis dan menuangkan pikiran sehingga bisa berbagi pemikiran dengan orang lain! Nah, inilah yang jarang sekali dimiliki oleh seorang atlet di negeri ini, bahkan yang sudah mencapai posisi puncak sebagai atlit nasional pun tidak banyak yang mampu. Sewaktu iseng-iseng menjelajahi dunia internet, saya menemukan blog Bepe di sini. Saya coba simak tulisan-tulisan yang mencerminkan pemikiran seorang Bepe. Menarik! Dengan gayanya yang ringan dan encer, Bepe mencoba untuk mengkomunikasikan pemikirannya kepada publik yang meliputi berbagai topik, baik seputar tim nasional, organisasi PSSI, klub-nya Persija, serta hal-hal lainnya seputar sepakbola, dan selalu diselipkan lessons learned yang pasti dimaksudkan Bepe untuk menjadi bahan pemikiran atau perenungan bersama bagi siapa yang membacanya.

Rene Descartes, seorang filsuf Perancis yang sangat terkenal pernah mengatakan bahwa “cogito ergo sum” atau “saya berpikir maka saya ada”. Descartes ingin menyampaikan bahwa yang membuat manusia itu menjadi bernilai adalah kemampuan berpikirnya, karena dengar berpikir dia bisa menciptakan banyak ide-ide untuk kebaikan bersama. Jika kita berhenti berpikir, maka sesungguhnya eksistensi seseorang sebagai manusia memang perlu dipertanyakan. Nah, Bepe ternyata ingin memberi nilai lebih kepada dirinya yang berprofesi sebagai atlit, yaitu secara menuliskan pemikiran, mulai dari yang ringan, sampai yang kompleks.

Beberapa isu manajemen rupanya sama persis dengan isu-isu di sepakbola. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah regenerasi atau kaderisasi. Tulisan saya di sini mengenai CEO dan kaderisasi sejalan dengan pemikiran Bepe mengenai regenerasi di tim nasional sepakbola Indonesia. Secara jernih Bepe mencoba untuk menganalisis penyebab ini, diantaranya masalah sistemik, yaitu jumlah keberadaan pemain asing di dalam sebuah klub di Indonesia. Analisis ini ada benarnya. Tarik-menarik antara kepentingan jangka pendek yang pragmatis (prestasi juara klub) dengan kepentingan jangka panjang nasional (menaikkan mutu atau kemampuan pemain sepakbola di Indonesia serta regenerasi dengan pemain muda) memang sering tidak sejalan. Mirip dengan dilema manajemen SDM, apakah kita make atau buy untuk mendapatkan personel yang handal? Masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya.

Banyak tulisan lainnya yang menarik dan menyentuh hati, misalnya bagaimana Bepe menyikapi cedera patah kaki dan menimpa dirinya setelah ditabrak dengan sengaja (menurut Bepe) oleh penjaga gawang lawan, atau bagaimana ungkapan hati para pemain bola yang berada di luar negeri yang jauh dari keluarga dan sedang menjalankan tugas negara sebagai atlet oleh raga. Ini adalah hal-hal humanis seputar kehidupan atlet yang mungkin tidak banyak muncul ke permukaan.

Saya menikmati membaca buku kumpulan tulisan Bepe ini. Bahasanya ringan, namun topik yang dibahas sangat aktual dan tidak ringan. Usia Bepe sebagai pemain sepakbola memang sudah tidak berada dalam usia emas lagi, tetapi dengan kecerdasan yang dimiliki oleh Bepe, sesungguhnya dia masih dibutuhkan dalam dunia sepakbola atau olahraga di negara ini. Apakah sebagai pelatih, pemikir, atau apa saja. Saya baca dari tulisan-tulisannya, cara seorang Bepe menganalisis persoalan sangat bagus, walaupun disampaikan dengan bahasa yang ringan dan cair.

Good work el capitano …

15 responses

  1. maju terus bepe aku selalu mendukung mu

  2. Teruslah berjuang demi bangsa dan negara ini…

    Seseorang yg selalu aku idamkan seseorang yg berkharisma,cerdas,pemimpin/kapten yg sngt menjunjung tinggi sportifitas dlm permainan…..

    Indonesia bangga memiliki seorang bambang pamungkas…..

    Maju terus bambang pamungkas….

  3. SAYA ADALAH FANS KAU YG SLALU MENGKHAYALKAN BETAPA HEBATNYA KAU BERMAIN DI LAPANGAN HIJAU DAN DI GEMARI OLEH ORANG BANYAK

  4. kak bepe hebat ya selain bisa maen sepak bola di timnas jugaa bsa nulis buku .ilove bwt k bepe iam fans u iam bepe lovers forefer sjati dari cherbond .kpn kpn tanding di bima cerbon y ku pasti nonton k bepe .ilove ka…..

  5. i love fuuuuul bepeeee …….

  6. Semoga bepe tetap menjaga eksistensinya di dunia sepak bola . Dan semoga bepe dapat mewujudkan mimpinya menjadi bagian dari piala dunia . Amin

  7. BEPE panutan sya ..

  8. BEPE memang pribadi yg sangat mengagumkan.
    He is the best ..

  9. aku nyesel knapa bru tw bepe sekarang knapa tidak dulu2,memang kpribadianya aku tak taw banyak tapi sangat unik dan menarik……….memang bepe pemain yang beda dari yang lain

  10. q harap buku ini bukan kenang2 an klo kau akan meninggalkan dunia sepak bola yg telah lama kau duduki itu……………

    1. mudah2an Bepe bisa terus berkiprah dalam bentuk lain🙂 … terima kasih atas kunjungan da komentarnya ..

  11. Saya termasuk pengagum blognya Bepe pak Ri… Idem dgn pemikiran bpk ttg sang kapten..
    Buku baru sy peroleh sore tadi, baru prolognya saja ^_^

    Only 1 Man, 1 Hero, he is Bambang Pamungkas🙂

    1. sosok pemain sepakbola yang juga intelek🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s