RESTRUKTURISASI HUTAMA KARYA

(Komentar saya hasil wawancara mengenai restrukturisasi di Hutama Karya, dimuat pada Majalah SWA No. 06/XXVII/17-30 Maret 2011 halaman 80, tulisan edisi online dapat dibaca di sini. Terima kasih banyak untuk Mbak Herning dari Majalah SWA.)

Riri Satria menilai restrukturisasi HK ada plus-minusnya. “HK telah melakukan perubahan fundamental melalui restrukturisasi. Namun, jika dilihat dari persaingan bisnis, sesungguhnya bisnis HK sekarang bergeser ke arah red ocean sehingga harus istimewa jika tidak ingin dilibas. Sebab, kompetitornya telah melakukan restrukturisasi lebih dulu, seperti Wijaya Karya dan Adhi Karya,” papar pengamat manajemen yang juga dosen di Magister Teknologi Informasi Universitas Indonesia dan Magister Manajemen PPM itu.

Riri juga memotret restrukturisasi HK ke dalam teori 7S McKinsey. Pertama, share value. HK melakukan perubahan share value yang sangat fundamental. Dari budaya pegawai negeri ke budaya kompetisi. Ada pergeseran share value yang sangat fundamental. Betul, banyak organisasi melakukan restrukturisasi, tetapi tidak menjamah share value, sehingga hanya menyentuh kulitnya. Sementara itu, restrukturisasi HK berhasil hingga ke nilai-nilainya.

Kedua, strategi, yang menurut Riri berubah sangat besar dalam mengelola bisnis. “Mereka lebih kompetitif,” imbuhnya. Komponen ketiga, struktur: mengubah struktur dari organisasi yang gemuk menjadi lebih ramping. Komponen S berikutnya adalah sistem, yang menurut Riri sudah dilakukan di setiap sistem dalam perusahaan seperti SDM dan kinerja. Lalu, style: direksi banyak turun ke bawah. Komponen ketujuh: skill. Dengan mengadopsi manajemen SDM berbasis kompetensi, mereka sudah mengidentifikasi skill-skill yang kredibel untuk bisa sukses di bisnis konstruksi ini.

Selain itu, Riri melihat ada upaya manajemen untuk membawa organisasi BUMN ini ke jalan yang lebih baik nantinya. Jika itu dikomunikasikan dengan baik pula ke karyawan, dia yakin bakal menumbuhkan semangat baru: bahwa HK akan tampil dengan wajah baru di masa depan. Konsekuensinya, perubahan besar-besaran yang mencakup seluruh aspek S organisasi atau perubahan transformasional itu membutuhkan figur pemimpin yang tegas dan kuat. Contoh sukses perubahan ini adalah Bank Mandiri, yang awalnya dikawal Robby Djohan.

Perubahan transformasional HK akan terlihat nyata hasilnya untuk jangka panjang. Untuk itu, kuncinya adalah menjaga spirit perubahan tetap berkobar. Caranya, lanjut Riri, pertama, melalui efek psikologis dari quick win (kemenangan jangka pendek) agar karyawan merasakan langsung perubahan positif yang dilakukan manajemen. Kedua, menjaga agar karyawan kelas satu tidak hengkang. Maklum, jika migrasi besar-besaran dilakukan best talent, akan berbahaya. Ketiga, memberikan reward dan punishment secara konsisten. Keempat, perubahan HK harus didukung oleh pemerintah sebagai pemegang saham.

One response

  1. Restrukturisasi kemungkinan besar ada hubungannya dengan perubahan business model. Saatnya Balanced Score Card turun tangan untuk melakukan mapping yang efektif dari kemampuan yang dimiliki terhadap target yang akan dicapai. Sekaligus menentukan KPI agar best talent tetap loyal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s