BUSINESS PROPOSAL

Hari Selasa yang lalu (15/03/2011) saya menjadi salah satu reviewer proposal yang masuk untuk IMHERE B2C Project tahun 2011. Kegiatan ini merupakan upaya untuk menumbuhkan para entrepreneur yang inovatif di bidang teknologi informasi. Produk yang mereka tawarkan haruslah berupa inovasi yang menggunakan teknologi informasi dan tentu saja memiliki suatu kelayakan bisnis (melalui estimasi).

Pada hari itu, kami melakukan review atas 5 (lima) proposal bisnis yang masuk yang digagas oleh para mahasiswa S1 maupun S2 di bidang teknologi informasi, dan bahkan ada yang berupa kelompok yang terdiri dari mahasiswa teknologi informasi dan mahasiswa manajemen / akuntasi untuk membuat estimasi dari sisi bisnisnya. Proposal bisnis yang memenuhi peryaratan akan diberikan dana sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) sebagai initial capital untuk mendirikan perusahaan dan menjalankan bisnisnya. Di samping itu mereka akan diberikan asistensi oleh Fakulas Ilmu Komputer Universitas Indonesia untuk mengembangkan produk dan jasa layanannya.

Saya sempat berpikir, kenapa saya dipilih masuk ke dalam tim reviewer? Mungkin ini karena background dan pekerjaan saya. Saat ini saya juga bisa dikatakan entrepreneur kecil-kecilan lah, punya bisnis konsultasi manajemen sendiri walaupun masih kecil (tetapi growth-nya cukup tinggi), dan konsultasi adalah sebuah bisnis pengetahuan dengan kata lain semacam knowledge-entrepreneur. Di samping itu saya juga dosen di program Magister Manajemen dan Magister Teknologi Informasi, sehingga mungkin kombinasi ini dianggap cukup layak jadi reviewer proposal bisnis di bidang teknologi informasi.

Reviewer lainnya adalah Ahmad Firdaus, alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia dan merupakan seorang contoh sukses entrepreneur yang lahir dari kampus melalui program business incubator. Ahmad sekarang menjalankan bisnisnya dengan bendera PT. E-Commerce Indonesia berkembang dengan pesat. Kemudian ada nama Risman Adnan, alumni Jurusan Fisika (dengan konsentrasi fisika teoritik) FMIPA Universitas Indonesia yang juga malang-melintang pada dunia entreprenurship di bidang teknologi informasi dan saat ini menjabat sebagai salah satu jajaran direksi Microsoft Indonesia. Terakhir ada nama Bob Hardian, doktor teknologi informasi dari Australia yang saat ini adalah dosen mata kuliah Entrepreneurship pada Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Bob juga lama berkiprah sebagai entrepreneur di bidang teknologi informasi sebelum akhirnya memilih untuk mengabdikan ilmu dan pengalamannya di kampus. Jadi, ternyata semua reviewer adalah entrepreneur, menggeluti dunia teknologi informasi, dan paham dengan hitung-hitungan bisnis.

Proses review sendiri dilakukan dengan mempelajari proposal mereka, serta presentasi dan tanya jawab. Ada beberapa catatan yang saya buat berkaitan dengan kegiatan ini :

Pertama, dari perspektif inovasi teknologi, saya memberikan pujian kepada sebagian besar peserta. Saya melihat inovasi yang dilakukan sangat menarik. Hampir semua peserta mampu menjelaskan dengan baik sisi inovasi yang mereka bawa serta apa manfaatnya.

Kedua, tetapi dari sisi kelayakan bisnis, kelihatannya hampir semua semua peserta belum mampu meyakinkan para reviewer. Mungkin ini bukan salah mereka, karena sebagian besar mereka adalah mahasiswa program ilmu komputer atau teknologi informasi, sehingga sangat kuat dalam aspek inovasi teknisnya, tetapi masih sangat kurang dalam aspek bisnis.

Ketiga, semangat entrepreneurship juga sangat diperlukan. Kami menemukan ada peserta yang memiliki semangat entrepreneurship yang tinggi, tetapi ada juga yang tidak. Semangat entrepreneurship ini terlihat dari visi hidupnya, apa yang akan dia lakukan kalau gagal, bagaimana dia meyakinkan orang lain, dan sebagainya.

Secara keseluruhan, saya sangat mendukung program ini. Impiannya tentu saja akan bermunculan para entrepreneur yang berasal dari kampus dengan produk-produk atau layanan teknologi informasi, seperti Google, Facebook, dan sebagainya. Kampus diharapkan memainkan peranan tidak hanya sebagai pusat pengembangan kompetensi, melainkan juga sebagai fasilitator untuk pendanaan atau akses ke sumber-sumber modal seperti yang dilakukan pada IMHERE B2C Project ini.

Salam
Riri Satria

3 responses

  1. suatu ketika ngobrol dg Prof. Juliana Susanto dr ETH Zurich…apa yg kurang di Indonesia adalah tidak adanya sinergi antara industri dan perguruan tinggi…baik dr sisi riset maupun setelahnya… Gimana bos ada saran ?

  2. Saya sangat mendukung program business incubator ini, karena memberikan peluang kepada para professional untuk terjun ke dunia bisnis untuk berkarya dan menciptakan lapangan kerja. Dan yang terpenting, mereka berbisnis dengan berbekal pengetahuan akademis sehingga mereka melangkah berdasarkan sebuah konsep yang jelas, yang memperhatikan aspek-aspek lain dari sekedar menghasilkan profit (thinking beyond profit). Meskipun, tidak semua hal dalam berbisnis dapat didekati secara akademis saja. Banyak faktor-faktor x di luar sana yang menuntut kita untuk mencari keseimbangan antara idealisme dan realisme.

    Salam buat Pak Bob Hardian, kuliah beliau selalu saya tunggu as he always try to stretch the student’s mind in every course, but I like it.

    1. Ya betul .. program seperti ini sudah sangat umum di berbagai negara maju .. bahkan Silicon Valley juga lahir dengan pola seperti ini .. mudah-mudahan program seperti ini bakal berkelanjutan dan diperluas di wilayah lain di Indonesia … akhirnya bisa memberikan kontribusi signifikan kepada negara ini …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s