CURHAT PRESIDEN SBY TENTANG GAJI PRESIDEN

Pada saat Rapim TNI-Polri berlangsung di Balai Samudera – Kelapa Gading, Jakarta (21/01/11), saya duduk di barisan paling belakang, masih masuk wilayah duduk para perwira tinggi bintang satu, dan sudah dekat dengan kumpulan para wartawan yang meliput kegiatan ini. Status saya saat itu adalah sebagai pengamat jalannya acara sekaligus diminta untuk memberikan masukan kepada panitia. Saya mengamati dan mencatat berbagai hal penting dan menarik yang disampakan oleh nara sumber pertama, yaitu Menko Polhukam yang lebih banyak menyoroti perubahan lingkungan stratejik NKRI dan implikasinya terhadap tugas TNI dan Polri di saat ini dan masa mendatang. Khusus untuk TNI, tantangan terbesar bukanlah perang, melainkan ikut berkontribusi dalam masa damai, terutama tanggap darurat bencana alam.

Pada sesi kedua, Presiden SBY menyampaikan arahannya. Sebenarnya arahan yang diberikan cukup menarik, mirip dengan arahan Menko Polhukam, tetapi lebih bersifat makro dari sisi pandang seorang Presiden tentunya. Sampailah pada suatu titik, di mana Presiden SBY berbicara soal remunerasi TNI-Polri yang baru saja direvisi dan dinaikkan, tiba-tiba beliau bicara tanpa melihat teks, mengatakan bahwa selama 6 – 7 tahun terakhir gaji Presiden tidak naik-naik.

Saya yang lagi asyik mendengarkan dan mencatat hal-hal penting, tiba-tiba kaget! Suasana ruangan memang menjadi ramai karena para peserta Rapim pada tertawa. Ooo, kelihatannya Presiden SBY sedang guyon barangkali, buktinya para peserta Rapim tertawa. Tetapi saya tertegun, pernyataan ini akan memiliki dampak yang sangat besar, terlepas apakah Presiden lagi serius atau guyon, pasti dampaknya sangat besar. This is something serious! This is politically serious! Begitu pikir saya yang berada di dalam ruangan itu.

Sorenya, sehabis acara Rapim, saya coba akses internet, dan ternyata benar, tulisan mengenai Presiden SBY curhat tentang gaji presiden justru yang menjadi trending topic. Padahal Presiden ngomongnya gak sampai satu menit barangkali. Tetapi dampak pemberitaannya luar biasa! Topik-topik lain yang disampaikan oleh Presiden seakan-akan tenggelam oleh pemberitaan curhat soal gaji ini, bahkan topik ini terus menggelinding seperti bola salju dan entah kapan berakhir.

Dalam ilmu komunikasi, kita mengenal analisis dampak (impact analysis) dari suatu pernyataan atau berita. Besarnya dampak ini ditentukan oleh berbagai faktor, dan salah satunya adalah poisis di pembuat pernyataan atau si obyek pemberitaan. Pada posisi seperti Pak SBY yaitu Presiden sebuah negara, setiap pernyataan yang dikeluarkan, sekecil apapun, dalam suasana apapun (baik serius, santai, maupun humor) akan selalu berpotesi memiliki dampak besar dan akan menjadi wacana bahasan atau trending topic dalam masyarakat. Potensi ini akan menjadi kenyataan apabila katalisatornya juga berperan aktif yaitu media massa, karena media massa yang menjadi ujung tombak opinion maker di kalangan masyarakat.

Ada jutaan masyarakat yang mengikuti pernyataan Presiden tadi, dan pasti akan ada jutaan (atau mungkin ribuan kali ya) penafsiran dan sudut pandang, dan semua sah-sah saja. Itulah risiko komunikasi buat seorang Presiden, di mana dia berada pada posisi yang diamati oleh semua masyarakat, baik yang pro maupun yang kontra. Apapun bisa diterjemahkan, sesuai dengan sudut pandang dan kepentingan yang menterjemahkan. Bagi yang kontra, ini adalah amunisi baru untuk “menembak” Presiden SBY, dan bagi yang pro, tentu ini dianggap wajar-wajar saja.

Saya sih menanggapi dengan datar saja, buat saya ini adalah suatu babak kecil dalam percaturan yang lebih besar yang dibingkai dengan nama politik.

Bagaimana dengan Anda?

Salam
Riri Satria

7 responses

  1. […] Kelapa Gading inilah terjadi cerita Presiden SBY “curhat” tentang gaji Presiden (tulisannya bisa dibaca di sini). Khusus untuk Rapim TNI, saya tidak mengikutinya, karena dilaksanakan paralel dengan Rapim Polri, […]

  2. wah, Pak… kalau saja saya yg “curhat” spt itu di TV, …bisa-bisa saya langsung dipanggil atasan nih..🙂

  3. itulah…. kata orang sunda ” Cul dogdog tinggal igel” …….

  4. Guyonan sekilas yang menjadi headline dan trending topics. Kalau setiap candaan remeh akhirnya dianggap menjadi amunisi politik yang penting dan perlu dibahas jutaan orang, kapan kita punya waktu untuk mengurusi masalah yang esensial ?😀

    1. iya sih … ini mungkin contoh pareto effect … pernyataan yang pendek, tetapi menyita perhatian yang besar bahkan jadi trending topic … dan kita sibuk mengurusi hal-hal seperti ini dan melupakan sesuatu yg lebih besar .. well, agak memprihatinkan sih .. 😦

  5. […] Pendidikan ← TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL CURHAT PRESIDEN SBY TENTANG GAJI PRESIDEN → […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s