MEMBUAT RISIH ORANG LAIN

Kalau tulisan saya sebelumnya membahas tindakan yang merugikan orang lain (berkaitan dengan ETIKA), maka ngobrol-ngobrol pun berlanjut dengan membahas tindakan yang membuat risih orang lain (kalau yang ini namanya ETIKET).

“Ri, boleh nggak ya gue cipika-cipiki sama mantan pacar gue di depan umum?”, tanya seorang sahabat perempuan yang saya kenal pada suatu kesempatan.

Well, itu sangat tergantung kepada situasi dan kondisi ..”, jawab saya, sekaligus tidak memberi jawaban atas pertanyaannya, melainkan menambah kebingungan.

Setelah itu, mulailah saya memberikan “kuliah” (lebih tepatnya “dialog”) mengenai Emotional Intelligence (EI) yang dipopulerkan oleh Daniel Goleman …. hehehe ..

Daniel Goleman menjelaskan bahwa manusia itu memiliki instrumen untuk pengendalian diri jika ingin melakukan sesuatu di tengah-tengah masyarakat atau publik. Ini disebut komponen pembentuk kecerdasan emosional atau EI atau sering juga disebut EQ (Emotional Quotient). Komponen tersebut adalah (1) self awareness atau kemampuan untuk memahami diri sendiri termasuk paradigma atau pemahaman diri sendiri, (2) self management atau kemampuan untuk memanajemeni tindakan sendiri, (3) social awareness atau kemampuan untuk memahami lingkungan sosial termasuk kebiasaan dan sistem nilai lingkungan kita, serta (4) social skills atau kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain atau masyarakat pada umumnya.

Kembali kepada pertanyaan teman saya tadi, apakah boleh cipika-cipiki dengan mantan pacar di depan publik? Nah, kita mulai analisis dengan instrumen tadi. Pertama, self awareness, apakah anda bisa menerima apabila pasangan anda juga melakukan hal yang sama di depan anda (maksudnya dia juga cipika-cipiki dengan mantan pacarnya di depan anda)? Kedua, self management, apakah anda bisa mengendalikan diri anda untuk hal itu? Ketiga, social awareness, apakah lingkungan sosial anda di sana bisa menerima tindakan itu sebagai sesuatu yang wajar? Lalu keempat, social skills, apakah anda bisa melakukannya dengan elegan tanpa rasa norak dan membuat kehebohan di lingkungan?

Well, apabila salah satu jawaban dari pertanyaan di atas ada “tidak”-nya, maka sebaiknya dipikir dululah untuk melakukannya, karena bisa jadi anda akan berpotensi menabrak etiket yang berlaku di sana.

Setujukah anda? … hehehehe …

Salam
Riri Satria

(Tulisan ini juga saya posting di ngerumpi.com, dan terima kasih kepada admin ngerumpi.com karena telah memilih tulisan ini sebagai salah satu yang masuk ke dalam list pilihan moderator)

9 responses

  1. Sip sip.. siap jaga Etika dan Etiket ..

  2. haha,, teorinya masuk akal pak, terutama yang ketiga..:)

    1. hehehe .. jadi setuju kan?😀

      1. setuju pak🙂

  3. […] Awareness mengutip dari tulisan Bapak Riri Satria didefinisikan sebagai kemampuan untuk memahami diri sendiri termasuk paradigma atau pemahaman diri […]

  4. wah bagus pak.. nice posting

    1. terima kasih atas kunjungan dan apresiasinya Anna🙂

  5. waniwatining astuti | Balas

    setuju Boss….

    1. siiippp .. terima kasih Mbak Anik …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s