SEMINAR INTERNAL MANAJEMEN GAJAH TUNGGAL : LESSONS FROM VISIONARY COMPANIES

Kemarin (26 November 2010) saya mendapat kehormatan untuk menjadi pembicara pada acara gathering Gajah Tunggal Group yang berlangsung di Mason Pine Hotel – Kota Baru Parahyangan – Bandung. Acara ini diikuti oleh hampir 400 orang dari Gajah Tunggal Group mulai dari Direktur Utama (CEO) sampai dengan karyawan pelaksana. Pada kesempatan tersebut, saya berbicara selama 2 (dua) jam mengenai visionary companies atau perusahaan-perusahaan visioner, apa yang menjadi ciri khasnya, bagaimana pengalaman-pengalaman perusahaan ternama di dunia mencoba untuk mendekatinya, serta bagaimana supaya kita tidak terlena dengan kesuksesan. Sinopsis singkat dari apa yang saya sampaikan dapat dibaca di sini.

Saya juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi mengenai berbagai hal dengan CEO Gajah Tunggal, Mr. Christopher Chan Sieuw Choong, mulai dari topi-topik populer di bidang manajemen, sampai dengan kondisi perusahaan Gajah Tunggal sebagai salah satu perusahaan besar di Indonesia. Gajah Tunggal sudah berusia 59 tahun, dan tahun depan memasuki usia 60 tahun. Saat ini, Gajah Tunggal sedang melakukan pembenahan internal untuk menjadikan perusahaannya menjadi lebih profesional dengan menerapkan prinsip-prinsip manajemen modern, dan mencoba untuk keluar dari berbagai isu miring di masa lalu. Wajah-wajah baru yang visioner, strategi bisnis yang baru, serta gaya manajemen yang baru akan dicoba diterapkan untuk menhadapi persaingan yang lebih kompleks di masa depan.

Satu hal yang membanggakan adalah, produk ban Gajah Tunggal sekarang sudah memenuhi kualifikasi berbagai perusahaan otomotif kelas dunia, seperti Mercedes, dan dipakai sebagai komponen ban resmi untuk produk perusahaan tersebut. Ini menunjukkan kualitas kerja mereka yang sesungguhnya sudah termasuk kelas dunia.

Buat saya sendiri, berbicara di depan hampir 400 orang di Gajah Tunggal termasuk para direksi dan manajer senior, adalah momen yang sarat emosi. Sungguh, ini sarat emosi. Pada tahun 1994, sebagai lulusan baru dari Universitas Indonesia, saya juga mengirim lamaran kerja ke Gajah Tunggal dan dipanggil untuk wawancana dan seleksi. Sebelum proses seleksi di Gajah Tunggal selesai, saya diterima bekerja di KPMG (Klynvelt Peat Marwick Goerdeler), sebuah kantor konsultan manajemen dengan ruang lingkup operasi internasional. Saya memilih untuk bergabung dengan KPMG. Siapa menyangka bahwa 16 tahun setelah itu, saya akan kembali ke Gajah Tunggal dan memberi seminar selama 2 (dua) jam di depan 400 karyawan termasuk direksi dan manajer senior.

Well, terima kasih atas undangannya, dan salam sukses untuk Gajah Tunggal …

Salam
Riri Satria

3 responses

  1. […] dan bagaimana perusahaan visioner bertahan. Seminar ini diselenggarakan secara internal oleh sebuah grup perusahaan besar di Indonesia dan rencananya juga akan dihadiri oleh para anggota dewan direksi perusahaan tersebut, serta semua […]

  2. selamat pak…kami sampaikan pada anda.. semoga acara tersebut bisa bermanfaat bagi audien..terutama saya pribadi..meski hanya lewat dunia internet… thanks atas tulisanya pak…

    1. terima kasih juga atas apresiasinya … salam sukses selalu …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s