PERUSAHAAN VISIONER DAN BERTAHAN : TRILOGI JIM COLLINS

Saat menulis posting ini, saya sedang menyiapkan bahan presentasi untuk seminar singkat terkait dengan perusahaan visioner dan bagaimana perusahaan visioner bertahan. Seminar ini diselenggarakan secara internal oleh sebuah grup perusahaan besar di Indonesia dan rencananya juga akan dihadiri oleh para anggota dewan direksi perusahaan tersebut, serta semua pejabat setingkat general manager dan manager.

Topik ini diinspirasi oleh trilogi buku Jim Collins, yaitu “Built to Last” (terbit 1994), “Good to Great” (terbit 2001), serta “How the Mighty Fall” (terbit 2009). Khusus untuk buku “How the Mighty Fall”, saya pernah mengulasnya pada posting di blog ini. Ketiga buku Jim Collins tersebut adalah hasil riset empiris yang mendalam, sehingga bukan buku sembarangan, dan menjadi best seller untuk kategori buku manajemen dan bisnis pada saat terbitnya. Nama Jim Collins pun menjadi suatu jaminan mutu untuk sebuah tulisan, baik buku ataupun artikel. Hebatnya, dia membagikan artikel-artikelnya secara gratis lewat internet di sini.

Pada buku pertama, yaitu “Built to Last”, Jim Collins bersama Jerry Poras melakukan riset terhadap perusahaan-perusahaan yang “tak lapuk dimakan hujan, tak lekang dimakan panas” alias sudah berumur panjang tetapi masih tetap bertahan dan bahkan berkembang dalam dunia persilatan bisnis. Perusahaan-perusahaan yang diteliti berusia lebih dari 80 tahun dan berlokasi di AS dan Eropa. Hasilnya, Jim Collins menemukan 12 ciri utama perusahaan-perusahaan ini, yang disebut oleh Jim Collins sebagai ciri kas perusahaan visioner. Anda dapat menemukan 12 ciri tersebut di sini.

Pada buku kedua, yaitu “Good to Great”, Jim Collins melakukan riset terhadap berbagai perusahaan yang berhasil melakukan transformasi sehingga berubah dari sekedar bagus (good) menjadi perusahaan visioner (great). Terdapat 3 (tiga) kelompok strategi dan 7 (tujuh) langkah strategis yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan tersebut. Anda dapat menemukannya di sini.

Sedangkan pada buku terakhir, “How the Mighty Fall”, Jim Collins mengingatkan kita semua, bahwa kalau sudah berada pada posisi hebat, maka kita tidak boleh terlena. Jim Collins meneliti berbagai perusahaan besar di dunia yang selama bertahun-tahun diyakini tidak akan bakal bangkrut, ternyata bertumbangan juga. Ulasan saya tentang buku ini bisa dibaca di sini.

Walaupun hanya menerbitkan 3 (buku) dalam kurun waktu 15 tahun, tetapi ketiga buku Jim Collins ini adalah buku yang luar biasa, merupakan hasil riset empirik yang mendalam, bukanlah buku asal-asalan. Jika membaca trilogi buku Jim Collins di atas, jelas terlihat bahwa sesungguhnya Jim Collins “mengabdikan” dirinya untuk meneliti dan menemukan bagaimana perusahaan terus-menerus meningkatkan kinerjanya, menjadi perusahaan visioner, dan tetap bertahan atau tidak terlena dengan keberhasilan.

Jika anda berminat dengan dunia bisnis dan manajemen serta punya waktu, ketiga buku tersebut sangat direkomendasikan …

Salam
Riri Satria

3 responses

  1. […] Dalam beberapa kesempatan, saya sering menyampaikan bahwa AJB Bumiputera 1912 ini adalah salah satu contoh perusahaan “built to last” di Indonesia. Teori “build to last” diungkapkan oleh Jim Collins dan Jerry Poras pada buku mereka yang berjudul “Built to Last: Successful Habits of Visionary Companies“, diterbitkan tahun 1994, dan sempat menjadi salah satu buku manajemen yang populer dan diperbincangkan di kalangan akademisi dan praktisi. Ulasan singkat mengenai hal ini bisa dilihat pada tulisan saya di sini. […]

  2. […] apresiasi positif dari para akademisi maupun pelaku bisnis. Ulasan mengenai trilogi tersebut pernah saya tulis di sini. Khusus untuk buku “How the Mighty Fall” juga pernah saya tulis di […]

  3. […] Kemarin (26 November 2010) saya mendapat kehormatan untuk menjadi pembicara pada acara gathering Gajah Tunggal Group yang berlangsung di Mason Pine Hotel – Kota Baru Parahyangan – Bandung. Acara ini diikuti oleh hampir 400 orang dari Gajah Tunggal Group mulai dari Direktur Utama (CEO) sampai dengan karyawan pelaksana. Pada kesempatan tersebut, saya berbicara selama 2 (dua) jam mengenai visionary companies atau perusahaan-perusahaan visioner, apa yang menjadi ciri khasnya, bagaimana pengalaman-pengalaman perusahaan ternama di dunia mencoba untuk mendekatinya, serta bagaimana supaya kita tidak terlena dengan kesuksesan. Sinopsis singkat dari apa yang saya sampaikan dapat dibaca di sini. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s