PROVOKASI DAN MANTRA-NYA PRAS …

Tadi sore saya menghadiri acara peluncuran buku kedua yang ditulis sahabat saya, Prasetya M. Brata, yang berjudul “Mantra” bertempat di Toko Buku Gramedia Matraman Jakarta. Buku ini merupakan sekuel kedua setelah buku pertamanya yang berjudul “Provokasi”. Secara garis besar memang buku “Mantra” ini tidak berbeda dengan buku “Provokasi”.

Sahabat yang satu ini memang unik, berbagai label bisa dilekatkan kepada dirinya. Mulai dari label eksekutif di AJB Bumiputera 1912, sebuah perusahaan asuransi yang besar dan memiliki karir yang bagus, atau juga bisa label akademisi, karena dia dulu ngajar di program Magister Manajemen Universitas Indonesia dan sekarang di STIE Dharman Bumiputera, serta Ketua Yayasan Dharma Bumiputera, unit pendidikan dan pengembangan SDM milik AJB Bumiputera 1912.

Nah, beberapa tahun terakhir ini, dia punya label baru yaitu mind provokator, melalui berbagai workshop yang dia bawakan mengikuti kesuksesan buku “Provokasi”. Bahkan Pras juga mengasuh acara Provokasi di Radio Smart FM dan saya pun pernah diundang sebagai nara sumber tamu (lihat di sini).

Kalau membaca gaya menulis Pras, memang ada nuansa yang lain, malahan dalam beberapa hal ada yang kontroversial, seakan menantang arus mainstream pemikiran yang ada. Yah, namanya juga provokator. Tapi saya harus akui, gaya menulis serta konten tulisan yang disajikan sangat inspiratif. Sama seperti buku terdahulu, yaitu “Provokasi”, membaca buku ini saya jamin anda tidak akan bosan, penuh kejutan pola pikir, dan memang provokatif, dan tentu saja inspiratif. Memang ini adalah buku ringan mengenai berbagai hal untuk motivasi bahkan provokasi dalam kehidupan, jadi jangan sampai berharap ada analisis ilmiah di sini.

Keunggulan buku ini bukanlah dari sisi analisis ilmiah. Kontemplasi Pras sebagai penulis terhadap berbagai pengalaman hidupnya adalah tema sentral buku ini, dan menurut saya kekuatannya di situlah … Mengubah tacit knowledge milik Pras menjadi explicit knowledge yang bisa dinikmati bersama.

Saya berpendapat bahwa kita memang membutuhkan banyak pengungkapan tacit knowledge dari manapun, apakah itu berupa kontemplasi, praktik tertentu, paradigma atau pemikiran, dan sebagainya, menjadi explicit knowledge, karena itulah yang membuat ranah pengetahuan (knowledge), syukur-syukur menjadi ilmu pengetahuan (science), menjadi lebih kaya dan semarak untuk kehidupan.

Pada acara peluncuran buku tadi siang, saya juga menikmati ulasan ringan namun berbobot dari Mas Prie GS. Gaya pemikiran dan bertutur Mas Prie ini mirip dengan Pras (atau mungkin Pras yang mirip Mas Prie?) sehingga tidak mengherankan jika kedua orang ini cocok. Mas Prie ini adalah seorang budayawan dan juga penulis buku yang tema tulisannya juga ringan tetapi menggelitik pemikiran kita. Kombinasi Pras dan Mas Prie menjadi sangat sinergis tadi sore.

Well, selamat atas peluncuran buku keduanya my friend … Sukses selalu dalam berkarya …

Salam
Riri Satria

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s