MENGUNJUNGI BUKITTINGGI : WISATA MULTIDIMENSI

Mengapa perjalanan dari Padang ke Bukittingi dan sekitarnya (termasuk Padang Panjang) begitu menyenangkan bagi para wisatawan yang baru mengunjungi daerah ini? Bahkan para perantau yang pulang kampuang pun juga menikmati perjalanan Padang – Bukittinggi ini walaupun sudah sering dilewati.

Menurut catatan saya, perjalanan Padang – Bukittinggi ini sesungguhnya adalah wisata multidimensi. Kita bisa menikmati (1) wisata alam, (2) wisata kuliner, (3) wisata budaya, serta (4) wisata sejarah.

Terdapat 2 (dua) lokasi wisata alam yang utama, yaitu (1) Lembah Anai, serta (2) Ngarai Sianok. Lembah Anai terletak di dekat kota Padang Panjang dan merupakan cagar alam yang sangat indah. Hutannya masih asli dan suasana alami sangat terasa di sini. Tetapi ada 2 (dua) hal pula yang harus diwaspadai di Lembah Anai, yaitu jalanan yang penuh tanjakan / turunan tajam dan berbelok tajam, serta akhir-akhir ini sering terjadi longsor jika hujan deras. Ini mungkin disebabkan oleh pergeseran tanah sehingga menjadi labil akibat gempa besar melanda Sumatera Barat setahun yang lalu. Kita juga bisa melihat rel kereta api yang unik di sini, di mana terdapat semacam gerigi tambahan untuk membantu lokomotif menempuh tanjakan / turunan. Tetapi rel kereta ini sudah tidak dipakai lagi.

Ngarai Sianok terletak di dekat kota Bukittinggi, dan merupakan suatu keindahan tersendiri. Suasana di Ngarai Sianok berbeda dengan Lembah Anai. Ngarai Sianok juga dihuni sehingga ada perkampungan di sana. Jadi suasananya sudah tidak lagi seperti alam liar di Lembah Anai.

Wisata kuliner sangat banyak. Jika kita telusuri dari kota Padang menuju Bukittingi, maka kita akan ketemu dengan Sate Mak Syukur yang terkenal itu di kota Padang Panjang. Setelah melewati kota Padang Panjang menuju Bukittinggi, kita ketemu dengan Resto Aia Badarun yang menyajikan berbagai masakan tradisional Minang dengan racikan bumbu masakan yang masih asli. Sesampai di Bukittingi, maka kita bisa menikmati Pical Sikai di dekat panorama Ngarai Sianok, serta Nasi Kapau (yang terkenal adalah Nasi Kapau Uni Lis). Jika kita bermaksud mencari makanan ringan, maka kerupuk sanjai Bukittinggi atau kue bika di Koto Baru.

Jika tertarik dengan wisata budaya, maka kita bisa menuju berbagai sentra kerajinan tradisional di daerah Pandai Sikek, atau sentra penjualan pakaian di Pasar Ateh Bukiktinggi, serta museum Adiyawarman di dekat kebin binatang Bukittingi. Jika masih penasaran, maka kita bisa menuju ke kota Batusangkar, tepatnya di nagari Pagaruyung yang konon dulu menjadi pusat Kerajaan Pagaruyung Minangkabau. Di sini kita bisa mengunjungi Istana Pagaruyung serta berbagai situs-situs budaya lainnya seperti batu batikam (batu yang menjadi perjanjian pengakuan perbedaan adat antara dua suku utama di Minangkabau, yaitu Piliang dan Caniago).

Bukittinggi juga memiliki lokasi wisata sejarah yang menarik, seperti lobang Jepang (benteng bawah tanah yang dibangun tentara Jepang di bawah kota Bukittinggi semasa perang dunia kedua), Benteng Ford de Kock (yang dibangun tentara Belanda saat perang paderi melawan Tuanku Imam Bonjol, tetapi sekarang bangunannya sudah tinggal sedikit), dan jangan lupa Jam Gadang yang dibangun di zaman pemerintahan Belanda yang menjadi ikon kota Bukittinggi.

Itulah mengapa perjalanan sepanjang Padang – Bukittinggi menjadi sangat menarik, terutama setelah sampai di kota Bukittinggi. Anda pernah ke sana?

Salam
Riri Satria

2 responses

  1. Kapan ya bisa ke bukit tinggi, tentu jadi perjalanan wisata yang sangat menarik dan penuh kesan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s