MENGUNJUNGI SOLOK DAN DANAU SINGKARAK

Masih dalam rangka liburan Idul Fitri di Padang, kemarin kami sekeluarga berkesempatan menelusuri arah timur kota Padang, tepatnya ke Solok dan Danau Singkarak. Suasana panas terik di Kota Padang tiba-tiba sirna begitu kami memasuki wilayah Kabupaten Solok dan merupakan wilayah pegunungan dan bahkan perjalanan kami pun ditemani gerimis menjelang masuk ke Kota Solok.

Waktu tempuh yang diperlukan untuk sampai ke Solok dan Danau Singkarak sekitar 1,5 jam dari Kota Padang ke arah Timur. Solok dan Danau Singkarak terletak di wilayah pegunungan Bukit Barisan dan suhunya agak lebih bersahabat jika dibandingkan dengan kota Padang, tetapi masih lebih panas dibandingan Padang Panjang atau Bukittinggi.

Apa yang khas di Solok? Ternyata di sini yang menjadi oleh-oleh khasnya adalah buah markisa dan juga terong Belanda. tetapi yang paling favorit adalah markisa. Sepanjang jalan mulai dari daerah Cupak sampai memasuki Kota Solok, kita menemukan banyak pedagang markisa di pinggir jalan. Tips saya, anda harus lihai menawar, kalau tidak harganya bakal sama dengan supermarket di Jakarta .. hehehehe ..

Setelah melewati Kota Solok, maka kita akan sampai di Danau Singkarak, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit ke arah Utara kota Solok. Danau Singkarak ini terletak di 2 (dua) kabupaten, separuh di Kabupaten Solok dan separuh lagi di Kabupaten Tanah Datar. Danau ini merupakan danau terluas kedua di Pulau Sumatera setelah Danau Toba di Sumatera Utara.

Apa yang khas di Danau Singkarak? Ikan Bilih! Konon ikan jenis ini hanya terdapat di Danau Singkarak dan tentu saja menjadi menu utama jika kita makan di daerah ini, terutama kalau makan siang.

Sayang sekali, Danau Singkarak yang dulu terkenal bersih sehingga kita nyaman untuk berenang di sana, sekarang sudah kotor dan banyak sampah berserakan. Berenang pun sudah tidak nyaman lagi. Sayang sekali, rupanya pemberdayaan Danau Singkarak sebagai daerah tujuan wisata belum digarap secara optimal untuk Pemda setempat.

Jika kita sudah sampai di Danau Singkarak dan ingin kembali ke Padang, maka ada 2 (dua) alternatif jalur, yaitu melewati Sitinjau Laut atau Padang Panjang. Jika kita melewati Padang Panjang, sebenarnya kita sudah dekat ke kota Bukittinggi, maka perjalanan bisa diteruskan ke sana atau kembali ke Padang.

Salam
Riri Satria

6 responses

  1. Sero bna yeah pak…

    1. iyo .. sabana sero .. hehehe .. terima kasih atas kunjungannyo ..

  2. lengkap beritanya Pak, jadi pengen cepat pulang…

    1. ayolah pulang .. Batan – Padang dekat kan ?

  3. yudhiansyah ahmadin | Balas

    Liat isi liburan pak riri di padang, jadi kepingin jalan jalan kesana lagi.
    Jalan darat pasca gempa kemarin bagaimana pak ?

    1. hayo pulang kampuang .. pasca gempa jalan2 di sini sudah diperbaiki … kondisinya bagus kok ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s