ECONOMIC VALUE VS EMOTIONAL VALUE : SIMBOL PERSAHABATAN

Tulisan singkat ini terinspirasi oleh suatu diskusi mengenai economic value vs emotional value antara saya dan teman-teman. Mudah-mudahan bermanfaat.

Setiap kita pasti punya sahabat dalam hidup ini. Wah, saya tidak bisa membayangkan kalau hidup ini tanpa sahabat, betapa sepi dan membosankan!

Seiring dengan itu, sering kita memberikan kenang-kenangan kepada sahabat baik kita yang dimaksudkan sebagai suatu simbol persahabatan. Berbagai barang sering dijadikan kenang-kenangan, seperti buku, puplen, parfum, berbagai jenis pajangan, .. handphone (sudah ada kali ya?).

Walaupun jika dilihat dari nilai ekonomi harga barang-barang itu tidak mahal, tetapi yang membuat dia bernilai adalah makna di balik itu. Sesuatu yang diberikan dengan tulus kepada seorang sahabat baik tentu akan sangat tinggi nilainya. Di sini kita tidak bisa sekedar melihat economic value semata, melainkan emotional value dari simbol itu. Jika kita bisa menempatkan perspektif kita pada emotional value, maka apapun yang diberikan akan sangat berharga, apalagi diberikan oleh seorang sahabat dengan tulus. Tetapi apresiasi seperti itu akan susah kita dapatkan kepada orang yang terbiasa melihat segala sesuatu dari perspektif economic value.

Life is not always matters of economic value, ya nggak?

Nah, saya punya cerita menarik … Saya punya seorang sahabat baik yang memberi saya sebuah kenang-kenangan yang unik, yaitu satu lembar uang kertas US$ 100 alias seratus dolar AS .. Nah lho! .. Lembaran US$ 100 itu dia tulis “for your keepsake only, never use this“, lalu ditandatangani. Dia berpesan, kalau uang kertas ini saya belanjakan, maka “please don’t try to contact me anymore“, katanya … waduh! .. Jika kita bertemu kembali (entah kapan), “show me that the bill is still with you, and it’s the symbol of our friendship” sang sahabat berpesan.

Nah, kebayang nggak, bagaimana saya harus melakukan “re-framing” pikiran untuk sesuatu yang sangat jelas tertera economic value-nya menjadi emotional value? … hehehehe … anyway, kamu memang sahabat yang unik, memberikan kenang-kenangan yang unik, dan cerita persahabatan yang unik …

Jakarta, Agustus 2010
Riri Satria

(tulisan ini juga saya poting di ngerumpi.com dan notes saya di facebook)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s