GOOGLE GENERATION

Pernah mendengar istilah “Google Generation” ? Jangan-jangan sudah ada di dalam rumah kita …. well, siapa tahu, anak Anda juga termasuk ke dalam generasi ini … dan Anda memiliki pengalaman yang sama dengan saya berkaitan dengan perilaku anak …

Saya mengamati perkembangan yang terjadi pada anak saya Raihan, 10 tahun, sekarang baru naik ke kelas 5 SD. Dimulai dari beberapa tahun yang lalu, tepatnya sekitar tahun 2008 (2 tahun yang lalu) saat dia berumur 8 tahun. Saat itu dia sudah bisa men-download wallpaper serta screensaver dari internet untuk pocket PC HP iPaq yang versi lama. Saya perhatikan bagaimana “modus operandi” kerja dia. Sambil tiduran di kamar, dia aktifkan wi-fi pocket PC tersebut (kebetulan di rumah, kami pakai wi-fi untuk koneksi internet), lalu dia masuk ke Google, ketik “pocket PC”+”screen saver”, lalu klik search. Lalu dia mendapatkan berbagai pilihan …

Sejak setahun yang lalu, notebook Toshiba milik mamanya sudah jatuh ke tangan dia (karena isteri saya membeli yang baru). Nah, sejak itu aktivitas dia mengeksplorasi internet semakin menjadi-jadi. Hal ini membuat saya dan isteri sebagai orang tua mulai was-was dan harus mulai mengawasi aktivitas dia berinternet ria.

Berbagai gadget yang ada di rumah sudah dia utak-atik. Hanya alat-alat milik saya saja yang dia tidak berani sentuh, walaupun terlihat dia sudah gatal ingin utak-atik MacBook Pro dan iPhone saya, tapi tidak berani … ha ha ha …

Nah, Raihan ini termasuk ke dalam Google Generation, suatu istilah yang baru saja saya temukan sewaktu berselancar di internet mencari berbagai tulisan tentang riset pembentukan social capital dengan internet untuk keperluan disertasi saya. Ciri khas generasi ini, lahir setelah tahun 1993 (Raihan lahir tahun 2000), dan sudah fasih menggunakan berbagai peralatan teknologi informasi untuk keperluan dirinya. Generasi ini lahir setelah teknologi komputer dan internet mapan, dan mereka merasa teknologi itu memang sudah ada dari sono-nya dan bagian dari kehidupan sehari-hari.

Definisi menarik ada di sini :

“Google generation”, defined as those born after 1993, a cohort of young people with little or no recollection of life before the web.

The speed and ease with which these kids handle information technology proves to be deceiving.

These young people have unsophisticated mental maps of what the Internet is. They often fail to appreciate that it is a collection of networked resources from different providers. As a result, the search engine becomes the primary brand that they associate with the Internet.

Hasil riset menunjukkan (lihat di sini) :

A new report, commissioned by JISC and the British Library, counters the common assumption that the ‘Google Generation’ – young people born or brought up in the Internet age – is the most adept at using the web. The report by the CIBER research team at University College London claims that, although young people demonstrate an ease and familiarity with computers, they rely on the most basic search tools and do not possess the critical and analytical skills to asses the information that they find on the web. The report ‘Information Behaviour of the Researcher of the Future’ also shows that research-behaviour traits that are commonly associated with younger users – impatience in search and navigation, and zero tolerance for any delay in satisfying their information needs – are now the norm for all age-groups.

Wah, tantangan baru nih untuk membesarkan anak … the Google Generation … Mengapa tantangan baru ? Ya jelas saja. Jujur saja, saya sendiri juga risau kalau-kalau Raihan nanti bisa mengakses situs-situs yang belum pantas dia lihat. Tetapi mengisolasi dia dari internet juga bukanlah sesuatu yang bijaksana. Itu sama dengan mengisolasi dia dari ciri khas generasinya. Bukankah di internet itu juga banyak sumber ilmu pengetahuan yang bermanfaat?

Saya sendiri memang tidak punya banyak waktu bersama anak-anak karena memang kesibukan pekerjaan, walaupun saya tetap menyediakan waktu. Tetapi isteri saya jelas punya waktu jauh lebih banyak bersama anak-anak. Untunglah isteri saya sangat melek internet dan teknologi informasi. Setidaknya dia bisa memantau anak-anak dalam penggunaan internet, dan secara perlahan menjelaskan kepada anak-anak manfaat baik dan sisi buruk internet itu.

Saya ingat kembali ke masa tahun 1977 di Padang dulu, saat saya masih anak-anak berusia 7 tahun. Saat itu, untuk pertama kalinya televisi muncul di kota Padang. Setiap sore televisi (TVRI) menyiarkan film kartun, yang terkenal ya Scooby Doo. Padahal saat itu, sore hari adalah waktunya anak-anak mengaji di mesjid. Akibatnya, anak-anak mulai berkurang mengaji di mesjid karena menonton televisi. Sempat televisi dianggap sebagai “barang haram” karena menjauhkan anak-anak dari mesjid.

Artinya, setiap pemunculan teknologi baru, pasti terdapat sedikit “gejolak sosial” dalam penerimaannya. Seperti televisi tahun 1977 di Padang, maka saat ini “gejolak sosial” itu dipicu oleh teknologi yang namanya internet. Tuduhan terhadap internet sebagai perusak dan mengkhawatirkan oleh berbagai kalangan pasti akan muncul. Tetapi secara perlahan masyarakat akan belajar menerima dan memanfaatkan teknologi baru tersebut secara arif dan bijaksana.

Nah, para Google generation ini juga memberikan pekerjaan baru kepada kita para orang tua, yaitu memberikan pemahaman kepada mereka mengenai hal baik dan buruk teknologi ini dan menggiring mereka ke arah penggunaan yang baik. Tetapi memang diperlukan suatu kondisi di mana orang tua pun memiliki pemahaman yang baik (tidak harus menjadi ahli) mengenai internet ini …

8 responses

  1. saya kepingin anak saya tidak gaptek, tapi sebagai orang tua juga agak was-was kalau nantinya kena pengaruh negatif… jadi biarlah berjalan perkembangan dan orang tua harus siap mendampingi..🙂
    terimakasih

    1. setuju … intinya adalah pendampingan …

  2. Anak saya msh 5 thn, saya tdk tahu apakah sdh termasuk GG atau belum. Namun saya kaget ketika kemarin saya putar CD tutorial Office 2007, dia sangat antusias melihatnya bahkan dia minta kepada saya untuk langsung mempraktekkan apa yang ada dlm CD tsb. Sampai sore tadi ketika saya pulang kantor, dia merengek minta diajrkan MS word 2007. Wuuiiihh..🙂

    1. hahaha .. tuh kan Mas .. mereka cepat tune-in kan?

  3. Wah… sebenarnya saya juga udah lama ingin membuat artikel tentang Google Generation ini, hanya saja dari perspektif yang lain, tapi entah kenapa sampai hari ini belum dibikin2 mungkin karena tertutup topik2 lain yang lebih menarik buat saya. Mungkin dalam artikel selanjutnya di blog saya, saya akan berusaha menulis deh tentang Google generation ini, nanti kalau udah agak nggak malas ngetik lagi… huehehe…

    1. wah, ayo dong Kang Yari .. ditulislah … supaya semakin marak diskusinya …

  4. internet adalah lingkungan bebas yang besar..segala hal bisa di jumpai, negatif dan positip, tugas orang tua juga tuk bisa melek internet tuk memandu anak2 nya

    1. Setuju .. makanya, jangan2 melek internet adalah suatu hal yang mandatory buat orang tua sekarang …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s