APAKAH INTERNET MEMBUAT KITA BODOH?

Anda mengenal nama Nicholas Carr ? Seorang penulis topik-topik teknologi informasi dan internet yang kondang, bahkan kontroversial, tetapi walaupun demikian, dia menulis di media papan atas seperti Harvard Business Review.

Beberapa tahun yang lalu dia mengejutkan para akademisi dan praktisi teknologi informasi di dunia dengan artikel “IT Doesn’t Matter” (summary ada di sini) di Harvard Business Review. Lalu terjadi polemik dan beberapa media top dunia ikut berpolemik tentang tulisan itu. Setelah polemik itu agak reda, Carr menulis buku yang berjudul “Does IT Matter ?“, yang merupakan kembangan dari artikel dia sebelumnya.

Sewaktu saya lagi membaca blog-nya Thomas Davenport, seorang profesor IT management, saya mendapatkan link ke tulisan Nicholas Carr yang baru “Is Google Making Us Stupid ?” di TheAtlantic.com.

Tulisan Carr yang baru ini memiliki hipotesis begini, banyak orang, bahkan diakui oleh beberapa blogger kelas kakap, bahwa sejak mereka aktif membaca, mencari informasi, dan menulis melalui internet, mereka merasa semakin bodoh, sulit berkonsentrasi, karena dengan menggunakan Google saja, mereka sudah bisa menjadi information overload, sehingga mereka tidak bisa fokus kepada apa yang sedang dipikirkan. Ini menyebabkan secara perlahan tetapi dirasakan secara pasti, mereka mengalami pembodohan … Nah, lho !

Argumen Carr ini diperkuat dengan teori media oleh Marshall McLuhan, bahwa media itu tidak pasif, melainkan secara aktif juga membentuk kerangka atau pola pikir seseorang, dan bahkan masyarakat. Sebagai sebuah media, internet melalui berbagai aplikasi yang ada, ditenggarai juga secara aktif menggerusi kemampuan fokus berpikir para penggunanya …

Setelah saya pikir, barangkali pendapat Carr ini ada benarnya. Kadang-kadang saya juga merasa lost atau stuck in the middle of nowhere dan harus berjuang kembali untuk fokus jika sedang menulis sesuatu, sambil mencari berbagai informasi atau referensi melalui internet. Hanya saja, saya masih belum yakin, apakah ini “pembodohan” atau memang style baru dengan memanfaatkan media on-line. Artinya, setiap media itu memang memiliki paradigma tersendiri untuk menggunakannya, seperti media cetak, broadcast, internet, maka polanya memang berbeda, dan khusus untuk internet ini memang kita sedang mencari style yang baru …

Dalam tulisan itu sendiri, Carr menyadari bahwa dia memang skeptis melihat internet. Tetaoi ia juga mengatakan, bahwa dia memiliki argumen untuk rasa skeptis itu … Pendapat saya, sekali lagi, saya sendiri meragukan, apakah ini memang “pembodohan”, atau hanya masalah style atau paradigma ?

Oh ya, ada tulisan lebih ringkas (blog posting) oleh Brian Bartel, “Is the Internet Making Us Stupid ?“, tapi argumennya tidak sekuat Carr.

Bagaimana pendapat anda ?

9 responses

  1. semoga aku bukan termasuk yang di bodohi,memang baru beberapa hari ini aku aktif di dunia maya,sekitar 8 jam untuk browsing,menulis atau sekedar update status di jejaring sosial,dampak yang sudah ku rasakan adalah rasa pusing,konsentrasi berkurang,hal itu terjadi karena kurang istirahat.

    1. hahaha .. itu masalah manajemen diri saja sih .. sesuatu yang berlebihan pasti tidak bagus …

  2. Huahaha…. iya… mungkin juga Internet membuat kita menjadi bodoh karena information overload… tapi tanpa Internet bisa jadi kita lebih bodoh lagi karena information underload…. terserah deh pilih yang mana…😀 Bener nggak bang Riri??

    1. jadi, kesimpulannya : total benefit masih jauh lebih banyak daripada total masalahnya … hehehe … berarti oke ya nggak ?

  3. Entahlah, saya juga nggak mau mengakui hal itu sebagai pembodohan (walaupun sebenarnya saya juga mengalami “kelebihan informasi” kalo sedang ngenet) Kadang ketika saya sedang mencari sebuah informasi, saya menemukan yang pro dan kontra, dan saya jadi ragu-ragu. Kadang terlalu banyak informasi yang saya dapat malah membuat kepala saya terasa penuh. Padahal ini tidak terjadi pada waktu saya membaca koran atau belajar dari sebuah buku. Saya jadi menarik kesimpulan begini… Artikel koran maupun buku ditulis oleh satu orang tentang satu topik sedangkan artikel di internet ditulis oleh banyak orang dengan banyak tema dengan bahasa, penjabaran dan pengungkapan pendapat serta ego masing-masing yang berbeda-beda sehingga saya jadi sulit mencerna informasi yang saya dapat. Tapi, saya tidak merasa bodoh atau dibodohi. Sedikit bingung, iya.

    1. Iya, itulah kelebihan sekaligus bingungnya menggunakan internet … semua informasi dari berbagai perspektif ada … sehingga kita memang harus mampu memilah-milah informasi mana yang dibutuhkan dan “benar” …

      1. setuju pak, saya pikir kalau kita mampu betul2 fokus kepada pencarian yang benar2 kita butuhkan justru proses pengembangan kompetensi diri sedang terjadi (mode on)🙂

  4. Semoga kita bukan orang orang yang menjadi bodoh😀

    1. jangan sampailah Mas … hehehe .. rasanya definisi kepintaran juga mencakup kepintaran menyaring informasi yang diperoleh …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s