E-VOTING ITU PUN URUNG DILAKSANAKAN

Pada hari Sabtu yang lalu, saya mengisi kelas Corporate Information System pada program Magister Manajemen (MM) Eksekutif angkatan 47 pada Sekolah Tinggi Manajemen PPM, dan ini adalah sesi yang kedua. Pada kesempatan tersebut, saya dan peserta kuliah sempat membahas penggunaan e-voting, karena ada berita bahwa Kongres Partai Demokrat di Bandung akan menggunakan teknologi e-voting untuk pemilihan ketua umumnya. Kami di kelas sepakat bahwa ini adalah langkah maju untuk kehidupan berdemokrasi di Indonesia, di mana teknologi sudah mulai dipergunakan. Kami pun sempat mendiskusikan, jika penggunaan e-voting oleh Partai Demokrat ini berhasil, maka ini akan membuka landscape baru pada pemilu maupun pilkada (atau pemilukada) dan bahkan kongres partai di Indonesia.

Banyak komponen biaya yang bisa dihemat dengan penggunaan e-voting ini, misalnya biaya kertas suara, biaya kotak suara, biaya transportasi. Komponen biaya tersebut memang akan digantikan oleh biaya terminal e-voting, biaya komunikasi data, biaya manajemen data (termasuk data security), tetapi memberikan manfaat yang jauh lebih banyak seperti terbentuknya basis data nasional mengenai pemilih yang tunggal, kecepatan penghitungan, dan manfaat administratif lainnya untuk publik.

Tetapi e-voting juga memiliki persyaratan, di mana sistem dan teknologi tersebut harus dipercayai (trusted) oleh para stakeholders. Jika tidak, maka bisa jadi sistem dan teknologi ini tidak akan dipergunakan. Para anggota DPR / MPR pun pernah menolak penggunaan e-voting pada tahun 1999 yang dulu. Tidak jelas alasannya, tetapi secara teoritik pasti itu adalah alasan kepercayaan kepada sistem dan teknologi. Tidak ada yang menjamin bahwa sistem dan teknologi tersebut juga bakal bebas dari kecurangan. Penggunaan teknologi informasi untuk kepentingan publik seperti ini, apalagi politik, memang membutuhkan kepercayaan yang tinggi (trusted) dan penerimaan (accepted). Kalau tidak, proses yang manual masih lebih disukai.

Dan, berita terakhir mengatakan, akhirnya Kongres Partai Demokrat di Bandung pun urung menggunakan e-voting (lihat berita di detik.com ini) …

Salam
Riri Satria

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s