MAY DAY : MANUSIA ITU MANUSIA

(Tulisan menyambut hari buruh sedunia tanggal 1 Mei)

Dalam ilmu manajemen klasik, terutama sisa-sisa peninggalan era ekonomi industri, maka manusia dianggap sebagai salah satu faktor produksi di dalam perusahaan. Posisinya sama dengan mesin, bahan baku, dan sejenisnya. Intinya, manusia itu dianggap sebagai “robot” yang hanya mengenal perintah dan kerja demi efektivitas dan efisiensi perusahaan. Posisi kaum buruh adalah mereka yang paling masuk ke dalam kategori ini. Buruh yang memang posisinya dekat dengan mesin-mesin di dalam pabrik dianggap tak ada bedanya dengan mesin-mesin di sekitar mereka. Padahal manusia itu ya manusia, punya hati, punya kehidupan, punya harapan, dan sebagainya.

Memang terdapat pergeseran paradigma mengenai manusia di dalam organisasi. Buku Dauglas McGregor yang berjudul “The Human Side of Enterprise” yang diterbitkan pada tahun 1960 membuka paradigma baru mengenai memanajemeni manusia di dalam perusahaan. Silakan lihat bagan yang ada pada tulisan ini.

Pada abad ke-20, memang paradigma Teori X sangat mendominasi praktik manajemen SDM di dunia. Paradigma ini mengatakan bahwa manusia itu memang pada dasarnya hanya mau bekerja sedikit untuk mendapatkan hasil yang banyak sehingga cenderung malas dan culas, sehingga perlu diawasi dan dikendalikan dengan serius. Pada abad ke-21, Teori Y mulai mendapatkan tempat. Paradigma ini mengatakan bahwa manusia itu adalah manusia, dan dia akan memberikan yang terbaik apabila diperlakukan sebagai manusia yang punya martabat.

Menyambut hari buruh tahun 2010, apakah kaum buruh sudah dipandang dalam keragka Teori Y? Jika pemilik modal dan para pekerja sama-sama memahami hal ini, bukankah dunia industri dan profesional menjadi semakin indah? Saya yakin, kita semua memahami hal ini, tetapi sifat-sifat negatif seperti kerakusan dan ketamakan memang akan membutakan kita semua, terutama para pemilik modal.

Dalam lingkup yang lebih kecil, yaitu di rumah tangga, apakah anda sudah memandang pembantu rumah tangga sebagai manusia? Dia bukanlah mesin atau robot yang bisa bekerja dari subuh sampai tengah malam. Dia adalah manusia … Bagaimana kita memaknai hari buruh ini? Menurut saya, kita bisa mulai dengan melihat dari lingkungan terkecil di rumah tangga kita …

Salam
Riri Satria

One response

  1. pembantu rumah tangga juga manusia.
    Anehnya pekerjaan rumah menjadi suatu pekerjaan ketika pembantu yang melakukannya, dan hilang ketika seorang istri atau ibu yang melakukannya. Katanya itu adalah kewajiban. Padahal pekerjaan yang tak pernah selesai adalah pekerjaan rumah tangga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s