SCENARIO PLANNING

Salah satu stream dalam manajemen stratejik yang menarik perhatian saya dalam beberapa tahun terakhir ini adalah scenario planning, (juga lihat di sini). Entahlah, saya memang sudah menyenangi pola-pola pikir untuk mengantisipasi masa depan, sehingga itulah sebabnya saya menyukai karya-karya para pemikir masa depan seperti Alvin Toffler (Future Shock dan The Third Wave), ataupun John Naisbitt (Megatrends), dan sebagainya. Future Shock terbit tahun 1970 (tahun saya lahir) dan The Third Wave terbit tahun 1980, tetapi saya baru membaca kedua buku tersebut tahun 1989. Begitu juga dengan Megatrends, yang terbit tahun 1982, saya baru baca tahun 1990. Satu lagi buku Naisbitt yang menarik adalah Reinventing the Corporation (1985), buku pertama yang membahas dampak information society terhadap perusahaan atau bisnis.

Perjalanan karir saya di dunia manajemen, akhirnya membawa saya mencari dasar konsep serta tools manajemen untuk melakukan scenario planning. Ketertarikan kepada bidang ini akhirnya membuahkan hasil juga, di mana saya akhirnya beberapa kali memberikan seminar atau workshop berkaitan dengan scenario planning ini.

Salah satu buku yang saya sukai tentang scenario planning ini adalah buku karya Mats Lindgren dan Hans Bandhold yang berjudul “Scenario Planning : the Link Between Future and Strategy“. Buku ini pertama kali terbit pada tahun 2003, dan pada tahun 2009 ini mengalami revisi dan penambahan beberapa hal.Saya menilai, buku ini termasuk sangat aplikatif untuk topik scenario planning, di mana diuraikan tools untuk melakukan scenario planning, yaitu TAIDA (tracking, analyzing, imaging, deciding, serta acting). Juga diuraikan 7 prinsip scenario thinking, 7 prinsip strategic thinking, serta beberapa metode dalam scenario planning, seperti intuitive-generative method, actor-oriented method, consequence-focused method, dan sebagainya. Ini yang membuat buku ini menjadi sangat praktikal atau aplikatif.

Sesuai dengan definisi :

In an article in Harvard Business Review in 1985, Wack wrote: Scenarios deal with two worlds; the world of facts and the world of perceptions. They explore for facts but they aim at perceptions inside the heads of decision-makers. Their purpose is to gather and transform information of strategic significance into fresh perceptions.

The process of scenario planning usually begins with a long discussion about how the participants think that big shifts in society, economics, politics and technology might affect a particular issue. From this the group aims to draw up a list of priorities, including things that will have the most impact on the issue under discussion and those whose outcome is the most uncertain. These priorities then form the basis for sketching out rough pictures of the future.

Saya menilai buku ini memenuhi keinginan kita untuk mengeksplorasi fakta dan persepsi dengan menggunakan konsep TAIDA, 7 prinsip scenario thinking, 7 prinsip strategic thinking, serta berbagai metodologi yang tersedia.

Satu lagi, buku sangat mudah untuk dibaca dan dipahami, karena juga tersedia banyak bagan / ilustrasi visual untuk menjelaskan bagian-bagian yang diuraikan.

Salam
Riri Satria

2 responses

  1. […] ini dilanjutkan minggu depan, dengan mambahas tentang scenario planning dan learning organization, system thinking, serta bagaimana aplikasi jejaring sosial juga berperan […]

  2. […] a comment » Sebuah komentar saya mengenai scenario planning yang dilakukan oleh Semen Gresik (SG). Artikel lengkap bisa dibaca di Swa Online dengan judul […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s