SOCIAL CAPITAL

(lanjutan posting yang ini)

Bonding capital is good for under-girding specific reciprocity and mobilizing solidarity… Bridging networks, by contrast, are better for linkage to external assets and for information diffusion…. Moreover, bridging social capital can generate broader identities and reciprocity, whereas bonding social capital bolsters our narrower selves …. (Robert Putnam).

Bonding social capital: suatu modal sosial yang sifatnya ekslusif pada satu kelompok masyarakat tertentu. Kelompok masyarakat ini sebenarnya memiliki modal sosial yang besar, tetapi sangat ekslusif, atau sangat fanatik, sehingga pihak yang berbeda pemikiran tidak bisa bergabung dengan kelompok masyarakat ini. Jika dianalisis dengan menggunakan dua dari unsur-unsur penunjang modal yaitu acceptance dan diversity, maka tentu saja ada yang pincang pada modal sosial kelompok masyarakat ini. Pada akhirnya, modal sosial yang terbentuk bisa jadi akan memberikan manfaat besar kepada anggota kelompok sosialnya, tetapi tidak akan memberikan manfaat untuk masyarakat yang lebih luas, bahkan bisa jadi merusak untuk masyarakat yang lebih luas. Jika dibawa kepada modal sosial pada masyarakat komunitas internet, maka ini adalah suatu jaringan sosial berbasis internet yang sifatnya ekslusif dengan persyaratan keanggotaan yang ketat.

Bridging social capital: suatu modal sosial yang sifatnya lebih terbuka terhadap dunia luar pada satu kelompok masyarakat tertentu. Pada kategori ini ada dua kemungkinan. Pertama, kelompok sosial masyarakat itu tetap ekslusif dalam hal keanggotaan, tetapi mampu menerima perbedaan dan keragaman, terutama dari sisi pemikiran, opini, dan paradigma. Kedua, kelompok sosial masyarakat ini sifatnya terbuka untuk siapa saja yang berminat, dan tentu saja perbedaan dan keragaman sangat dihargai. Masyarakat komunitas berbasis internet saat ini sudah banyak mengarah ke kategori ini, dipelopori oleh aplikasi jaringan sosial seperti Twitter, Facebook, Friendster, WordPress, Plurk, serta MySpace. Hasil penelitian Ferlander (2003) pun menunjukkan bahwa internet cenderung membawa masyarakat membentuk bridging social capital.

Do you have social capital?

Salam
Riri Satria

9 responses

  1. […] Bentuk lain dari penggunaan social media adalah di dunia bisnis. Seperti yang pernah saya bahas dalam presentasi saya pada Indonesia Knowledge Forum 2012 yang lalu, maka social media pun sudah memberikan kontribusi terhadap dunia bisnis dengan mengubah business model dan bahkan membentuk business model yang baru. Contohnya Kaskus, sebuah wahana komunitas Indonesia yang pertama dan sekarang sudah bergerak menjadi wahana transaksi bisnis yang sangat aktif di dunia maya, terutama transaksi jual-beli antar penggunanya yang terkenal dengan istilah C-to-C (customer to customer). Kemudian berkembang dengan banyaknya usaha kecil yang menggunakan Kaskus sebagai wahana transaksi bisnisnya. Bisa dikatakan, Kaskus berhasil membentuk suatu social capital, dan social capital inilah yang akan mengakibatkan maraknya transaksi bisnis melalui social media. (Tulisan saya tentang social capital dapat dibaca di sini dan juga di sini) […]

  2. […] dulu ternyata tidak diminati oleh masyarakat dunia digital dan tidak berhasil membentuk suatu social capital, karena memang tidak dimanajemeni social interaction yang ada dengan baik. Akibatnya internet tidak […]

  3. […] diikat melalui suatu social capital yang tepatnya menurut saya adalah bridging social capital (lihat tulisan saya mengenai hal ini di sini). Tetapi yang menarik adalah, ternyata yang menjadi katalisator adalah social media, dalam hal ini […]

  4. saya jadi membayangkan contohnya, ada dua organisasi yang memiliki visi yang serupa namun yang satu bonding social capital yang satu lagi bridging social capital

    yang bonding menurut pengamatan saya adalah HIPMI sedangkan yang bridging adalah JCI (junior chamber international)

    HIPMI harus pengusaha yang tercantum namanya dalam akte, namun JCI tidak harus pengusaha, profesional bisa masuk, mana yang akhirnya dipandang memiliki social capital lebih besar menarik untuk diteliti

    ditambah lagi HIPMI harus orang Indonesia sedangkan JCI global, alumnusnya antara lain: john f kenedy, kofi anan dan barack obama

    setuju dengan internet cenderung membawa kearah bridging social capital, tapi saya pikir bukan berarti di era internet sekarang sudah tidak ada lagi bonding social capital

    1. keduanya justru bisa berkembang lebih pesat lagi di era internet ini Wibi … internet atau social media hanyalah katalisator kan?

      1. betul pak, katalisator social capital

  5. […] Dalam teori ilmi sosial, apa yang dilakukan oleh para blogger ini dikenal dengan istilah social capital atau modal sosial. Saya pernah menulis tentang modal sosial pada blog ini, lihat di sini dan juga di sini. […]

  6. […] Manajemen dan Bisnis IPB. Topik yang saya presentasikan adalah penelitian saya tentang pembentukan modal sosial dengan menggunakan aplikasi jejaring sosial pada komunitas internet. , termasuk membahas fenomena […]

  7. […] (2) linking social capital. Lihat tulisan saya mengenai modal sosial dan internet di sini, serta bentuk modal sosial (bonding dan bridging) di sini (khusus untuk linking social capital saya menemukan konsep itu setekah artikel di blog tersebut […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s