BLOG, JEJARING SOSIAL, DAN SOCIAL CAPITAL

Dunia memasuki dunia network economy, di mana perkembangan ekonomi di masa depan akan dibentuk melalui berbagai kegiatan kolaboratif yang masal lintas batas negara dengan memanfaatkan teknologi internet. Teknologi internet memungkinkan manusia untuk melakukan kegiatan kolaboratif tersebut lebih masal, lebih cepat, lebih luas jangkauannya, sehingga membentuk suatu social network yang sanggup membuat berbagai inovasi bernilai tinggi. Jadi dalam era network economy, modal sosial sangat berperan penting untuk membangun daya saing atau keunggulan suatu masyarakat.

Apakah itu social capital atau modal sosial? Definisi yang bagus diberikan oleh Robby Djohan (2008), yaitu :

“Modal sosial adalah suatu keadaan yang membuat masyarakat atau sekelompok orang bergerak untuk mencapai tujuan bersama. Di dalam prosesnya, gerakan itu ditopang oleh nilai dan norma yang khas, yaitu trust, saling memberi dan menerima, toleransi, penghargaan, partisipasi, kerja sama dan proaktif, serta nilai-nilai positif yang dapat membawa kemajuan bersama.”

Modal sosial memiliki unsur-unsur sebagai berikut :

  • Social participation: adanya partisipasi kolektif dalam membahas suatu isu serta melakukan tindakan bersama.
  • Reciprocity: adanya keseimbangan antara kepentingan diri sendiri dan membantu orang lain, keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  • Trust: adanya sikap saling percaya di dalam suatu masyarakat.
  • Acceptance and diversity: adanya sikap toleransi terhadap perbedaan di dalam masyarakat, walaupun berbeda, tetapi saling menghormati, dan menerima perbedaan itu dengan baik dan bijak.
  • Value system: adanya suatu norma dan nilai yang diyakini bersama.
  • Sense of efficiacy: adanya suatu kondisi di mana setiap orang merasa dihargai di dalam kelompok sosial masyarakat tersebut.
  • Cooperation and proactivity: adanya kerja sama yang baik di antara para anggota kelompok sosial, bahkan kerja sama itu bersifat proaktif, atau bahkan voluntir.

Penelitian yang dilakukan oleh Kittilson dan Dalton pada tahun 2008 di AS menunjukkan bahwa terjadi pergeseran terhadap pembentukan modal sosial di dalam masyarakat. Pada masa lalu, modal sosial dibangun melalui kegiatan interaktif antara anggota masyarakat. Tetapi dengan berkembangnya internet, maka modal sosial juga dibentuk melalui interaksi dengan menggunakan internet.

Mereka menggunakan 3 (tiga) variabel modal sosial, yaitu kepercayaan sosial (social trust), pembentukan norma-norma masyarakat (citizen norms), serta partisipasi politik (political participation). Penelitian ini dilakukan atas nama The Citizenship, Involvement and Democracy (CID) pada Georgetown University melakukan penelitian dengan melibatkan 1.001 responden di Amerika Serikat dalam kurun waktu 16 Mei sampai 19 Juli 2005, dengan teknik wawancara mendalam, dan pengambilan sampel secara random.

Our findings suggest that while the traditional sources of social capital may be declining, the mechanisms through which citizens connect to others evolve with the new technology of the Internet (and other new technologies). Indeed, more people are sitting in front of their computer monitors, but they use this experience to connect to others in their social groups, others who share their cultural, social or political interests, and to garner information about the world and their fellow citizens through this new medium.

A central theoretical question to the study of social capital is how social capital is generated. Social capital is likely generated in multiple ways, and those mechanisms are changing with social, economic and technological transformations. Specifically, our findings thus suggest that face-to-face interactions may not be the crux of social capital formation in the contemporary age.

Hasil penelitian Kittilson dan Dalton menunjukkan terjadinya semacam evolusi atau perubahan dalam pembentukan modal sosial. Pola pembentukan yang tradisional yaitu interaksi sosial secara langsung melalui kegiatan tatap muka secara fisik secara perlahan mengalami penurunan. Interaksi tatap muka langsung tidak lagi menjadi suatu yang sangat berperan penting (crux) dalam pembentukan modal sosial pada masa sekarang. Perkembangan internet dengan aplikasi yang memungkinkan terjadinya interaksi antar masyarakat telah mampu menggantikan sebagian dari peran itu.

Tetapi Kittilson dan Dalton tidak memberikan sebuah pola bagaimana internet membangun modal sosial, atau bagaimana bentuk interaktivitas masyarakat melalui internet yang membentuk modal sosial. Penelitian hanya memperlihat keterkaitan antar variabel-variabel modal sosial melalui mekanisme interaksi virtual yang terjadi antar warga masyarakat.

Penelitian yang dilakukan oleh Sara Ferlander (2003) di Swedia pada tahun 2003 menunjukkan bahwa perkembangan internet mampu membentuk modal sosial pada masyarakat lokal di sana. Ini adalah disertasi doktor Ferlander pada University of Stirling di Swedia. Hasil risetnya menunjukkan bahwa internet ternyata memberikan dampak kepada pembentukan modal sosial melalui peningkatan partisipasi masyarakat dalam membahas berbagai isu sosial (social participations), meningkatkan integrasi sosial (social integration), bertukar pikiran atau berdiskusi (exchange information), serta melakukan kegiatan kolektif sosial (social actions).

Tetapi ada dampak lain, di mana mereka yang tidak memiliki akses ke internet karena keterbatasan akses ke infrastruktur internet atau karena alasan ketidak-kemampuan (computer illiterate) ternyata mengalami ketersisihan dalam masyarakat digital ini, tetapi mampu terjaring sebagai modal sosial oleh instrumen lain di masyarakat selain internet.

Penelitian yang dilakukan oleh Faris (2008) mengenai dampak internet terhadap pembentukan modal sosial di Mesir menyimpulkan bahwa internet (dalam hal ini aplikasi jaringan sosial yaitu blog dan Facebook) ternyata mampu memainkan peranan besar. Modal sosial yang terbentuk terlihat jelas pada tiga hal, yaitu :

  • Mengurangi biaya transaksi antar warga negara. Dengan ketersediaan informasi yang disebarkan secara voluntir melalui internet, maka masyarakat mampu mengetahui informasi berkaitan dengan suatu barang atau jasa, sehingga mengurangi biaya transaksi.
  • Mengurangi kesenjangan sosial. Dengan ketersediaan internet sebagai media untuk lalu lintas informasi, maka kesenjangan sosial dalam pengertian tersendatnya aliran informasi antar komunitas sosial bisa diatasi, dan keeratan sosial (social integration) menjadi terbentuk lebih baik.
  • Menciptakan pengawasan terhadap pemerintah yang ada. Ini sejalan dengan indikator political actions yang digagas oleh Dudwick sebagai salah satu indikator terbentuknya modal sosial.

Ternyata internet mampu membentuk modal sosial melalui peningkatan partisipasi masyarakat dalam membahas berbagai isu sosial (social participations), meningkatkan integrasi sosial (social integration), bertukar pikiran atau berdiskusi (exchange information), serta melakukan kegiatan kolektif sosial (social actions).

Penelitian yang dilakukan oleh Bode (2008) pada 834 pelajar SMA dan mahasiswa di Amerika Serikat yang menggunakan Facebook, ternyata menunjukkan bahwa Facebook sebagai aplikasi jaringan sosial memberikan kontribusi dalam pembentukan modal sosial melalui :

  • Meningkatkan social integration sehingga mereka menjadi lebih mengenal satu dengan yang lain, mengenal lebih banyak, dan lebih mendalam.
  • Meningkatkan social participation dalam membahas suatu permasalahan, sehingga suatu topik didiskusikan oleh banyak pihak, sehingga mereka menjadi sangat peduli dengan isu-isu sosial yang muncul.

Penelitian yang dilakukan oleh Quintelier dan Visser pada tahun 2008 terhadap sampel 6.630 orang anak muda yang berusia 16 tahun di Belgia menunjukkan bahwa internet memberikan pengaruh yang besar terhadap pembentukan modal sosial lebih spesifik ke aspek partisipasi politik sebagai salah satu wujud partisipasi sosial. Penelitian ini menggunakan 10 (sepuluh) indikator kegiatan dengan menggunakan internet, yaitu :
– Menyebarkan e-mail mengenai isu politik.
– Saling bertukar ide melalui e-mail.
– Mengikuti berita politik melalui internet.
– Blogging atau mengikuti forum diskusi melalui internet.
– Mengikuti pendapat di berbagai website.
– Kegiatan jual beli melalui internet.
– Chatting dengan teman yang sudah dikenal.
– Chatting dengan orang baru dikenal / belum dikenal.
– Download film atau musik.
– Ikut dalam permainan online.

Sementara itu modal sosial dalam hal aspek politik ditunjukkan dengan 3 (tiga) variabel, yaitu ketertarikan terhadap politik (political interest), keinginan untuk terlibat dalam politik (political efficacy), serta pengetahuan tentang politik (political knowledge). Hasilnya, hanya 3 (tiga) kegiatan dalam menggunakan internet yang sanggup meningkatkan partisipasi politik yang ditunjukkan dengan ketiga variabel di atas, yaitu menyebarkan email mengenai isu politik, mengikuti berita tentang politik, serta blogging atau mengikuti forum diskusi mengenai politik di internet. Sedangkan kegiatan lainnya tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan partisipasi politik.

“blogging and discussing,” “following the news,” and “forwarding e-mails with political content” are positively related to political participation of young people: People who send political e-mails are twice as likely to perform an offline political activity; people who follow the news on the net or participate in discussion groups are, respectively, 30% and 20% more likely to participate politically,

Jadi penelitian Quintellier dan Visser menyimpulkan bahwa internet mampu membangun modal sosial (dalam hal ini partisipasi politik) di kalangan anak muda melalui kegiatan menyebarkan email dengan isu yang fokus, mengikuti berita yang fokus, serta blogging atau mengikuti forum diskusi yang fokus (dalam hal ini fokusnya adalah politik).

Menarik, ternyata berbagai penelitian di negara berbeda menunjukkan bahwa internet, blog, dan aplikasi jejaring sosial mampu membuat suatu modal sosial di dalam masyarakat untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki kohesivitas yang tinggi.

Bagaimana dengan Indonesia? … well, this is my research …

Salam
Riri Satria

23 responses

  1. selamat sore, kalau boleh tahu bagaimana hasil penelitian bapak? saya sedang mencari referensi untuk skripsi saya, terimakasih🙂

  2. […] blog ini, antara lain hypersocial organization, the long tail, groundswell and open leadership, social capital, serta bahan yang saya presentasikan pada Indonesian Knowledge Forum 2012 (lihat di […]

  3. […] Kaskus sebagai wahana transaksi bisnisnya. Bisa dikatakan, Kaskus berhasil membentuk suatu social capital, dan social capital inilah yang akan mengakibatkan maraknya transaksi bisnis melalui social media. […]

  4. […] Ada juga tanggapan yang menarik dari salah seorang peserta dari sebuah perusahaan properti di Surabaya. Beliau sekarang memahami kenapa website dan forum yang beliau siapkan dulu ternyata tidak diminati oleh masyarakat dunia digital dan tidak berhasil membentuk suatu social capital, karena memang tidak dimanajemeni social interaction yang ada dengan baik. Akibatnya internet tidak membawa manfaat yang signifikan untuk pengembangan bisnisnya. (saya pernah menulis dulu tentang hal ini di sini) […]

  5. […] otak kita . Apabila ingin yang lebih serius bisa  jadi apa yang ditulis oleh Riri Resa sangat bisa menginspirasi kita, sekalipun agak serius, tapi bagus juga … Umum […]

  6. […] istilah social capital atau modal sosial. Saya pernah menulis tentang modal sosial pada blog ini, lihat di sini dan juga di […]

  7. pak, bisa share citation.reference nya ga? sy jg lagi bkin skripsi ttg topik tsb, akan sangat mmbntu klo bs share link/citation/reference yg dipakai di tulisan bapak. terima kasih sebelumnya

    1. sebenarnya kalau referensi tinggal cari di Google … ketik “social media” .. kita akan dituntun ke banyak sekali sumber referensi … selamat mencoba … salam sukses selalu ..

  8. Sayangnya… Media internet di negara kita ‘belum’ dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan yang konstruktif ya pak… Bandwith yang paling dominan masih terpakai oleh hal remeh-temeh… Jadi ingat istilah pak riri, “Pemborosan Bandwith Nasional”..
    CMIIW

    1. hahaha .. iya Kang Asep .. itulah yang menjadi pe-er bersama … educate the society supaya tidak terjadi “pemborosan bandwidth nasional” .. terima kasih ..

  9. alhamdulillah,dapat ilmu di sini. temanya sama, tapi tulisan ini lebih ilmiah dan mencerahkan! thanks boss!

    1. mudah2an bermanfaat Kang MT … salam ..

  10. Boleh saya tahu hasil penelitiannya pak riri?
    saya juga melakukan penelitian serupa untuk skripsi saya. saya ingin membandingkannya.

    1. wah, belum selesai Mbak Yuliana … masih berjalan ..😀

      1. T.T kirain sudah selesai… soalnya sedikit banget yang melakukan penelitian serupa. kalo model TAM begitu, banyak yang melakukan… model penelitian ini sedikit banget… jadi referensi saya sedikit…

        masih lama yach pak selesainya???

  11. […] yang saya presentasikan adalah penelitian saya tentang pembentukan modal sosial dengan menggunakan aplikasi jejaring sosial pada komunitas internet. , termasuk membahas fenomena facebook dan twitter. Saya mendapatkan banyak masukan dari para […]

  12. terimakasih u sharingnya…

    1. sama-sama … semoga bermanfaat🙂

  13. […] yaitu (1) bridging social capital, serta (2) linking social capital. Lihat tulisan saya mengenai modal sosial dan internet di sini, serta bentuk modal sosial (bonding dan bridging) di sini (khusus untuk linking social capital saya […]

  14. […] di Cibubur beberapa waktu yang lalu.Well, saya sedang melakukan riset untuk disertasi saya mengenai social networking / social capital dan internet (khususnya web 2.0). Nah, salah satu case study-nya adalah ngerumpi.com ini, di samping beberapa […]

  15. […] a comment » (lanjutan posting yang ini) Bonding capital is good for under-girding specific reciprocity and mobilizing solidarity… […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s