BALANCED SCORECARD – DJPB KEM-KEU RI

Sejak 2 (dua) hari yang lalu sampai kemarin, kami kembali memandu workshop mengenai balanced scorecard di Kementerian Keuangan RI, dan kali ini di Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB). Topik yang dibawakan masih seputar konsep dasar balanced scorecard, yaitu strategy map, indikator kinerja utama (key performance indicator), cascading, inisiatif stratejik, dan ditutup dengan sedikit pembahasan mengenai budaya organisasi dan manajemen SDM berbasis kompetensi.

Terima kasih untuk teman-teman di Kementerian Keuangan RI atas kepercayaannya yang diberikan kepada kami untuk memandu workshop ini sejak bulan Mei tahun yang lalu (2009).

Seperti biasa, saya memandu workshop ini bersama tim yang terdiri dari Yodhia Antariksa, Ade Ahmad Rozi, dan dibantu oleh anggota tim kami yang baru, Rakhmat Robbi.

Mengapa balanced scorecard menjadi begitu fenomenal ? Ada beberapa alasan. Pertama, secara eksplisit memaksa para pimpinan organisasi berpikir secara kuantitatif, karena ada indikator kinerja utama (key performance indicator atau KPI) yang harus didefinisikan secara kuantitatif. Ini mengubah pola pikir para pimpinan organisasi yang terbiasa dengan pola pikir secara umum dan tidak operasional, atau sangat filosofis menjadi kuantitatif dan operasional.

Kedua, secara eksplisit memaksa para pimpinan organisasi berpikir secara sistematik, karena ada hubungan sebab-akibat (cause-effect relationships) yang harus dibangun untuk setiap strategi dan program kerja organisasi. Hal ini mengubah pola berpikir para pimpinan organisasi yang terbiasa dengan pola pikir yang tidak berkait, tidak bisa melihat dampak dari sebuah tindakan terhadap unit lain, menjadi lebih sistemik dan integratif.

Ketiga, secara eksplisit memaksa para pimpinan organisasi berpikir secara komprehensif, karena harus melihat kinerja organisasi dari berbagai perspektif sudut pandang, tidak hanya satu sudut pandang. Ini mengubah pola berpikir para pimpinan organisasi yang terbiasa dengan pola pikir yang parsial, hanya satu atau dua perspektif, menjadi lebih komprehensif atau mampu melihat organisasi sebagai satu kesatuan yang utuh.

Keempat, sebagai sebuah metode manajemen strategi, balanced scorecard dikenal sangat simpel dan mudah untuk dipahami. Metode ini tidak rumit dan membutuhkan suatu keahlian khusus yang spesifik. Umumnya orang membutuhkan waktu yang tidak lama untuk memahami metode ini, bahkan menjadi pengguna metode ini. Karena simpel, maka metode ini bisa dipahami oleh berbagai lapisan di dalam organisasi, dengan demikian manajemen strategi organisasi menjadi sangat baik, karena strategi dipahami oleh semua lapisan.

Kelima, sebagai sebuah metode manajemen strategi, balanced scorecard dikenal sangat fleksibel, bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan organisasi. Misalnya, untuk organisasi bisnis komersial maka tentu perspektif finansial menjadi sasaran akhir organisasi, tetapi untuk organisasi pemerintahan yang sifatnya melayani masyarakat, hal ini tentu tidak tepat. Maka, kita dapat dengan mudah memodifikasi balanced scorecard untuk disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.

Keenam, sebagai sebuah metode manajemen strategi, balanced scorecard dapat diintegrasikan atau digabungkan dengan berbagai metode manajemen lainnya, seperti SWOT, six sigma, manajemen risiko, dan sebagainya. Menurut penciptanya, metode balanced scorecard dikembangkan tidak dimaksudkan untuk menggantikan metode manajemen yang sudah ada, melainkan melengkapinya, dan bahkan juga dimaksudkan untuk perangkai (integrator) dari metode-metode manajemen yang sudah ada saat ini.

Well, itulah ulasan sepintas mengenai balanced scorecard .. tertarik?

Salam
Riri Satria

3 responses

  1. […] angkatan ini, juga sudah dilakukan workshop mengenai balanced scorecard untuk DJPB angkatan pertama, kedua, dan ketiga, juga untuk Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU), serta kelas-kelas […]

  2. […] untuk pejabat eselon III pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Kementrian Keuangan RI angkatan pertama dan kedua, maka selama dua hari ini diselenggarakan workshop yang sama untuk angkatan ketiga. […]

  3. […] seminggu yang lalu mengadakan workshop Balanced Scorecard untuk Direktorat Jenderal Perbendaharaan – Kementrian Keuangan RI angkatan …, maka dua hari yang lalu kami memandu workshop yang sama untuk angkatan kedua. Topik yang […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s