LIMA ELANG
Pada saat liburan Idul Fitri ini, ternyata ada beberapa film yang bagus yang layak ditonton oleh anak-anak, salah satunya adalah Lima Elang. Film ini berkisah mengenai kepramukaan, suatu aktivitas yang mungkin sudah tidak populer di kalangan anak-anak di perkotaan.
Saya memang sengaja mengajak kedua anak saya menonton film ini, karena memang kisah ceritanya adalah anak SD, alur cerita yang simpel, tidak membosankan, dan beberapa pesan-pesan moral juga ada untuk mereka. Satu hal yang menarik adalah lokasi ceritanya tidak di kota besar, melainkan di Kalimantan Timur, tepatnya kota Balikpapan dan Bumi Perkemahan Bangkirai.
Walaupun film ini berkisah tentang anak SD, tetapi pada film ini juga terjadi konflik antar pelakunya. Konfliknya adalah perbedaan kepentingan antar pelaku yang memang memiliki latar belakang yang berbeda. Rusdi, anak daerah setempat yang sangat mencintai kepramukaan, lalu ada Baron, anak pindahan dari Jakarta yang terpaksa ikut pramuka, ada Sindai, cewek yang akrab dengan suasana hutan setempat, serta Aldi yang agak egois dan Anton.
Konflik ini dapat diselesaikan dan bahkan mereka menjadi kompak karena mereka menghadapi tantangan yang sama, dalam hal ini adalah penjahat penebang liar di tengah hutan. Rekonsiliasi konflik antar pelaku memang dapat diselesaikan dengan simpel sesuai dengan logika penonton yang menjadi target, yaitu anak SD. Jadi mohon orang tua tidak menilai film ini dengan menggunakan logika orang dewasa yang kompleks, karena memang film ini bukan untuk orang dewasa, dan memang cenderung menyederhanakan persoalan.
Saya memberikan nilai 8 dari skala 1 – 10 untuk film ini dengan dasar logika anak-anak tentunya. Dengan demikian saya merekomendasikan film ini untuk ditonton.
Salam
Riri Satria






