REFORMASI BIROKRASI POLRI

Selama beberapa minggu terakhir ini saya terlibat secara intensif dalam perumusan roadmap Reformasi Birokrasi Polri gelombang kedua periode 2011 – 2014. Saya memang bukanlah ahli di bidang ilmu kepolisian, melainkan menekuni dunia pengembangan organisasi (organization development) dan manajemen SDM. Saya tergabung di dalam tim quality assurance yang bertugas memberikan opini mengenai mutu pelaksanaan reformasi birokrasi tersebut di lingkungan Polri.

Jujur saja, saya bersikap mendua dalam memadang Reformasi Birokrasi di tubuh Polri ini, yaitu antara skeptis dan optimis. Saya bersikap skeptis karena pikiran saya masih diliputi keraguan, apakah memang Polri ini akan sungguh-sungguh menjalankan semua rencana yang sedang dirumuskan sebagai roadmap ini? Di sisi lain juga ada rasa optimis melihat kesungguhan para personel Polri yang masih idealis, dan umumnya mereka masih muda-muda.

Kalau mau jujur juga, kita memang harus memberikan pujian kepada beberapa pembenahan yang sudah dilakukan pada Reformasi Birokrasi Polri gelombang pertama dulu, walaupun masih banyak pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan. Salah satunya adalah kemudahan untuk mengurus SIM dan STNK melalui fasilitas mobil SIM dan STNK keliling oleh Polda Metro Jaya.

Walau bagaimanapun, suka tidak suka, sebuah negara membutuhkan kehadiran polisi sebagai penjaga keamanan dan ketertiban, serta penegakan hukum. Jadi sudah selayaknyalah semua warga negara ikut serta mengawal institusi ini supaya tetap lurus menjalankan tugasnya. Tetapi saya juga sangat sadar dengan teori konspirasi tingkat atas, sehingga saya tidak heran kalau banyak pihak yang berupaya untuk membuat institusi ini lemah atau tidak kuat. Tetapi tentu saja yang namanya konspirasi susah untuk dibuktikan karena dia memiliki modus operandi di bawah tanah alias undergound.

Di atas kertas, semua yang ditulis sebagai hasil diskusi kelompok kerja tim Reformasi Birokras Polri sangat bagus. Tetapi seperti kata Kaplan dan Norton sang pencetus metode balanced scorecard, yang terpenting adalah eksekusinya nanti, dijalankan atau tidak? Eksekusinya pun harus premium (execution premium) supaya organisasi bisa mewujudkan visi dan misinya.

Semoga Polri terus-menerus berbenah dan menjadi lebih baik lagi …

About these ads

7 responses

  1. apakah RBP gel. I sudah tercapai sasarannya, terus bagaimana dengan RBP gel. II yang sedang berjalan apakah bisa merubah kultur yang sudah ada. apalagi sekarang kepercayaan masyarakat sudah jauh sekali terhadap POLRI, ditambah lg kultur atau budaya dari pendahulu kita yg sekarang masih melekat dengan istilah 86.

  2. reformasi harus menyentuh semua anggota Polri baik polisi maupun pns-nya

    1. setuju Mas Ganur .. mulai dari pimpinan tertinggi sampai dengan pelaksana di lapangan ..

  3. Mas Riri Satria, dalam buku Road Map RBP Gelombang II yang tebelnya kayak gitu, kok sulit ya diterjemahkan dalam “bahasa-bahasa operasional” di tingkat polres dan polsek ?? Gimana, dong Mas penjabarannya di tingkat bawah, sehingga sasaran RBP itu tercapai ?

    1. sebetulnya kalau dibaca dengan teliti .. semua sudah diterjemahkan ke dalam bahasa operasional di lapangan, terutama yang ada di tabel-tabel Mas .. tetapi nanti akan ada tim sosialisasi yang turun ke semua satwil untuk menjelaskannya .. salam sukses selalu Mas ..

  4. Reforomasi pada Polri blm sampai pada lini atas dan terjadi pada lini bawah itupun terjadi dengan prinsif pemaksaan yang dilakukan oleh pengambil kebijaksanaan yaitu menarik keuntungan dari situasi tersebut yaitu dengan perintah yang arogansi, untuk perbaikan Polri terjadi kesalahan ialah pada rekrutmen yang tidak transparansi….

    1. hehehehe .. bahkan rasanya baru mulai tuh Pak .. masih banyak pe-er yang harus diselesaikan …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.380 pengikut lainnya.